๐๐ฎ๐ท๐ฐ๐ธ๐ป๐ซ๐ช๐ท๐ช๐ท ๐๐ช๐ท๐ฐ ๐ญ๐ฒ๐ฒ๐ท๐ฐ๐ช๐ฝ (๐ซ๐ช๐ฐ๐ฒ๐ช๐ท 2)
2025-12-02 01:13:38 - asaasz_
Keesokan harinya, seperti biasa Kusuma selalu memasak di pagi hari untuk sarapan. Ia sudah menunggu Lestari di meja makan untuk makan bersama. Namun, waktu sudah menunjukan pukul 06.30 dan Lestari tak kunjung keluar dari kamarnya. Seharusnya saat jam itu Lestari sudah selesai sarapan dan bersiap untuk berangkat sekolah, sebab jarak tempuh dariย rumah ke sekolah lumayan jauh. Karena lama menunggu dan Lestari tak kunjung keluar, Kusuma memutuskan untuk masuk kedalam kamar Lestari. Saat ia masuk dan mendekati ranjang anaknya, ia melihat Lestari menggigil. Kusuma panik dan langsung menyentuh dahi Lestari.
โYa ampun Nak. Badanmu panas sekali. Sepertinya kamu mengalami demam tinggi,โ kata Kusuma dengan raut wajah panik bukan kepalang.
Dengan cepat Kusuma mengambil baskom berisi air hangat dan handuk kecil, lalu menaruhnya di atas dahi Lestari untuk membantu menurunkan demam anaknya. Setelah itu ia pergi ke dapur untuk membuat bubur, lalu menyuapi Lestari yang terbaring lemah.
โBagaimana bisa, Ibu masih mau merawatku setelah semua yang kulakukan pada Ibu? Aku merasa perlakuanku kepada Ibu sudah berlebihan selama ini,โ gumam Lestari, ia terharu dan mulai sadar atas perlakuannya selama ini kepada ibunya.ย
โMulai sekarang aku akan memperlakukan Ibu dengan semestinya dan akan selalu menyayangi Ibu sampai akhir hayatnya,โ gumamnya lagi, meski badannya masih lemah yang ia pikirkan adalah ibunya bukannya ia sendiri.
Sepanjang hari Kusuma merawat Lestari dengan telaten, hingga ia tak pergi kemanapun, selalu di dekat ranjang anaknya sampai tertidur. Hingga keesokan paginya saat Kusuma terbangun, ia terkejut, sebab Lestari tak ada di ranjangnya. Ia bergegas keluar kamar, namun ia dibuat kembali terkejut karena ia melihat Lestari sedang memasak di dapur, baginya itu hal yang langka sebab Lestari tak pernah mau pergi ke dapur apalagi memasak.
Dengan gugup Kusuma bersuara, โApakah kamu sudah sehat, Nak? Jika tidak kuat, biar ibu saja yang memasak.โ
โSudah Ibu tidak apa-apa, mulai sekarang aku akan membantu Ibu sesulit apapun dan dalam keadaan apapun,โ lirih Lestari dengan muka sayu.
Tanpa basa-basi, ia langsung memeluk ibunya dan menangis sambil berkata, โMaafkan sikapku selama ini kepada Ibu, aku selalu menganggap Ibu adalah orang yang suka mengekangku dan tidak memperdulikanku. Namun saat aku sakit, Ibulah orang pertama yang merawatku. Dari situ aku sadar akan kesalahanku selama ini.โ
โTidak apa-apa, Ibu tahu perasaanmu, semua yang Ibu lakukan adalah bentuk rasa kasih sayang Ibu kepadamu. Ibu hanya ingin yang terbaik untukmu,โ jawab Kusuma sambil membalas pelukan anaknya.
Sejak hari itu, Lestari menghormati Ibunya lebih dari siapapun. Ia mulai aktif membantu Indah dan Ahmad. Ia juga selalu ikut rapat kecil di rumah Indah, di mana beberapa perempuan juga berkumpul untuk membahas acara untuk Hari Ibu di sekolah. Mereka berdiskusi panjang tentang nasionalisme dan peran perempuan terutama seorang ibu.ย
โKau tahu Tari, Hari Ibu bukan hanya tentang hadiah dan bunga. Ini tentang mengakui ibu-ibu kita sebagai pahlawan tanpa medali,โ Indah menatap Lestari penuh makna.ย
Akhirnya, hari acara tiba. Di taman sekolah yang ramai, perempuan-perempuan seperti Indah berkumpul untuk merayakan awal Hari Ibu. Lestari datang membawa bunga untuk ibunya.ย
โSelamat Hari Ibu, terima kasih telah menjadi cahaya bagiku,โ senyuman Lestari terukir lebar, yang disambut pelukan ibunya.
Setelah itu Lestari mendengarkan pidato-pidato tentang pengorbanan ibu yang dibawakan oleh teman-temannya, ketika gilirannya, Lestari naik ke atas panggung kecil dan berbicara.
โIbu saya mengajari tentang kekuatan cinta yang tak terlihat. Hari Ibu bukanlah sekadar perayaan semata, melainkan penghargaan untuk orang yang sudah membesarkan kita. Ibu bagaikan malaikat tak bersayap, ia rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kita. Maka dari itu hargai dan hormatilah ibu kita selagi masih ada,โ kerumunan bertepuk tangan dan Kusuma tersenyum bangga.
Hari ibu di Indonesia dilaksanakan setiap tanggal 22 pada bulan Desember. Tanggal ini diperingati untuk ibu yang sudah memiliki peran besar dalam mendidik anak-anaknya. Penghormatan terhadap rasa kasih dan sayang menjadi salah satu hal ikonik yang sering terhubung dengan makna hari Ibu. Biasanya peringatan ini akan dilaksanakan dengan memberi hadiah atau kejutan kepada ibu. Dan untuk perayaan yang dilakukan di sekolah biasanya ada parade yang menggunakan pakaian daerah. Ada pula yang mengadakan lomba-lomba untuk anak-anak dan ibunya.ย
Pada hari yang umumnya akan dirayakan sebagai simbol kasih sayang ibu ini, tak jarang anak-anak memberi perlakuan yang menyentuh dan berbeda dari biasanya. Namun bagaimanakah awal mula tanggal 22 Desember dijadikan sebagai perayaan Hari Ibu. Ada sejarah yang bisa kita simak tentang mengapa 22 Desember adalah hari ibu.
Sumber: haibunda.com