Apa Arti Kebebasan
Membahas tentang kebebasan
Jujur deh, kalian pasti pernah kan mengeluh soal aturan di Indonesia? Mulai dari jam malam yang dianggap terlalu cepat, norma masyarakat yang dianggap “kepo”, sampai nilai-nilai agama dan budaya yang kadang bikin kita merasa dibatasi.
Beberapa kali, pasti kita punya anggapan kalau “Barat adalah yang terbaik”. Kita beranggapan seperti itu karena kita terbiasa melihat film atau konten medsos dari negara seperti amerika, dan kita langsung mikir “Wah, enak banget ya hidup di sana. Bebas mau ngapain aja, nggak ada yang ngatur, pergaulannya bebas, dan semua orang hidup sesuai apa yang mereka mau”.
Kita sering menganggap bahwa kebebasan mutlak itu sebagai puncak dari kebahagiaan. Tapi, pernah gak sih kita mikir kalo, apa konsekuensi yang harus kita hadapi untuk kebebasan tanpa batas itu?
Kalau kita liat lebih dalam, di balik kebebasan ala Barat, ada realita yang seringkali nggak mereka ungkapkan di media sosial. Kebebasan tanpa filter sering kali berujung pada tiadanya batas-batas hubungan yang sehat. Pergaulan yang bebas tanpa adanya landasan nilai yang kuat, justru banyak melahirkan generasi yang merasa kesepian di tengah keramaian, broken home yang tinggi, dan hilangnya rasa memiliki terhadap komunitas atau keluarga.
Kenapa bisa gitu, bayangin deh kebebasan itu kayak mobil sport. Kalau kalin bawa tanpa rem dan tanpa rambu lalu lintas, kalian emang bisa ngebut sepuasnya. Tapi, pada akhirnya kita pasti akan nabrak dan hancur.
Nilai, norma, agama, dan aturan keluarga itu bagaikan rem dan rambu lalu lintas. Mungkin kadang buat kalian lambat, atau gak bebas, tapi itulah hal yang bisa bikin kalian sampai di tujuan dengan selamat.
Di sana, individualisme itu sangat tinggi. Kalian bebas ngelakuin apa pun, tapi saat kalian jatuh, kalian harus siap untuk menghadapinya sendirian. Gak ada tetangga yang ngajak kalian ngobrol di halaman rumah, gak ada norma sosial yang ngingetin kalian saat kalian keluar dari jalur yang sebenarnya.
Nah, coba kita liat pada diri kita sendiri yang hidup di Indonesia.
Seringkali kita menganggap bahwa norma, nilai agama, dan kepedulian lingkungan itu sebagai hal yang membebankan.
Padahal, kalau kita lihat dari sisi yang baik, itu semua adalah bentuk perlindungan.
Ketika orang tua kita membatasi jam berapa kita harus pulang, itu bukan karena mereka mau membatasi, tapi itu karena mereka peduli sama keselamatan kita. Ketika masyarakat atau lingkungan kita punya norma yang kuat, itu adalah pagar yang menjaga kita agar tidak mudah terbawa arus ke dalam pergaulan yang merusak dan kehilangan arah. Di Indonesia, kita masih punya budaya saling mengingatkan, gotong royong, dan ikatan keluarga yang erat. Itu adalah privilege yang nggak dimiliki semua negara di dunia.
Dengan adanya hal tersebut, bukan berarti Indonesia sempurna dan tidak memiliki masalah. Tentu saja kita punya tantangan kita sendiri. Tapi, seenggaknya kita memiliki fondasi nilai yang jelas. Kita punya tempat untuk mengarahkan tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Kita nggak perlu bingung buat nyari jati diri kita di tengah kebebasan yang kadang bikin kita ngerasa kosong.
Jujur, gw tau pasti nanti ada masanya kalian ngerasa pengen banget ngomong, 'Biarin gue hidup bebas! Gue gak butuh aturan!'. Rasanya emang kita iri kalau kita ngelihat orang-orang di luar sana kok bisa sebebas itu.
Tapi kalo kita bicara tentang kenyataanyanih ya, Bro. Kebebasan tanpa arah yang kalian liat di FYP TikTok atau story orang-orang itu 90%-nya cuma scam. Di balik kesenengan akan kebebasan' yang mereka pamerin, banyak dari mereka yang malah ngerasa kosong, kesepian, dan kehilangan tempat buat pulang.
Jadi, kalau hari ini kalian masih ngerasa risih sama omelan nyokap, ketatnya aturan dari bokap, atau norma di lingkungan kalian yang kadang bikin ngerasa dikekang, coba tarik napas dulu. Itu bukan karena mereka mau ngehancurin masa muda kalian atau jadi musuh yang secara tidak langsung merusak kebahagiaan kalian. Itu karena di dunia yang makin gila dan toxic ini, mereka cuma mau mastiin kalian nggak jatuh ke jurang yang sama yang udah mereka atau orang lain alamin.
Jangan sampe kalian ngerusak pagar yang selama ini udah ngejaga kalian, cuma karena kalian iri sama pemandangan di luar sana yang aslinya beracun. You are lucky to be loved and protected.
Syukuri, jaga, dan bangga sama apa yang kalian punya sekarang. Karena pada akhirnya, kebebasan yang paling mahal di dunia ini bukan saat kalian bisa bebas tanpa ada yang ngatur, tapi saat kalian punya kedamaian hati karena tau ada orang-orang yang sayang dan mau ngejaga kalian apa adanya.