"Jakarta datang, Jakarta Tenggelam" -siswa kelas 7
Lebih dari setahun yang lalu (dari tanggal 1 Oktober 2026), pada tanggal 26 Juni 2025, saat saya masih berumur 10 tahun, saya baru pulang dari kondangan saudara di Kendal. Untung, besok ulang tahun saya ke-11. Jadi, tidak banyak hal yang saya lakukan pada tanggal itu. Tanggal selanjutnya, 27 Juni 2025 adalah ulang tahun saya, jadi saya pergi bareng ayah untuk membeli... donat. Saya beli donatnya di Mister Donat di dekat Pantai Maju, PIK. Mister Donat ini bersebelahan dengan resto Jepang dan Indomaret dan di dekat Halte Pantai Maju. Saya awalnya ingin membeli selusin, tetapi sedang ada diskon, jadi saya beli dua. Kebanyakan donat yang saya beli adalah Donat Mochi yang kenyal. Terus, saya makan donatnya di rumah.
Besoknya, tanggal 28 Juni, pagi-pagi saya pergi ke Muara Angke untuk naik kapal ke Pulau Tidung. Kapalnya berangkat pukul 08.00, seingat saya. Saya membawa banyak barang, salah satu yang masih saya ingat adalah jaring berwarna pink. Di perjalanan, keluarga saya tidak membawa minum. Karena saya takut haus, saya tidur saja. Saya sampai ke dermaga sekitar pukul 10.30-11.30. Ada sebuah warung berwarna kuning di dekat dermaga, jadi saya makan dan beli minum di sana. Terus, saya naik becak ke penginapan. Penginapan saya ada di Mutiara Tidung Homestay. Saya dapat tempat yang memiliki pemandangan pantai.
Sampai pukul 14.00, keluarga saya tidak banyak ngapa-ngapain sih, karena mau istirahat setelah perjalanan yang hampir tiga jam. Di dekat tempat penginapan, ada sebuah kasur hangat yang enak dengan pemandangan pantai. Saat keluarga saya beristirahat, saya pergi bermain di pantainya. Di sana, ada banyak kecoa laut. Saat saya mendekati, semuanya pada kabur ke bebatuan. Di sana juga, saya menemukan kepiting di balik batu. Di sana juga ada ikannya. Kalau tidak salah, ikan yang saya lihat dekat penginapan adalah ikan Caroang. Kemudian, saya pergi ke Jembatan Cinta, di mana ayah saya melompat dari tempat lompat yang disediakan. Saya... pasti tidak berani, di bawah ada banyak batunya:) di sana, saya berenang,
Malam, saya makan ikan kerapu yang dimasak dengan dikukus, tanpa minyak sambil ada hujan di luar. Katanya sih, lebih sehat yaa. Di sana, saya juga pertama kali mengobservasikan pasang-surut pantai dengan mata saya sendiri.
Saya tidur dengan adik saya di dekat kamar mandi. Ya, bukan berarti di depan pintunya, tetapi kamarnya di samping. Oh iya, BTW kamar mandinya di sana pakai air asin dan saya wudhunya pakai air di kamar mandi. Esok hari tanggal 29 Juni, saya bangun sekitar pukul 04.30, sekitar subuh. Saya keluar sebentar, terus masuk lagi.
Sejam kemudian, saya pergi beli makan bareng ayah dan adik untuk membeli nasi uduk. Sekitar pukul 08.00, saya pergi snorkelling. Nah, jika tiba-tiba, ada siswa mega yang bertanya, "Dari pukul 06.00 sampai pukul 07.00, kamu ngapain?", saya akan menjelaskan bahwa pada jam itu saya berjalan santai dengan keluarga. Saat berjalan santai, saya melihat dua pantai, hanya terpisah sekitar 80m darat bersampingan. Seketika, saya menyadari sempitnya pulau ini. Dari dermaga utama sampai sini, hanya ada satu jalan yang ditempuh. Setelah itu, saya pergi ke jembatan lain. Di sana, saya melihat sebuah kapal karam dan hutan bakau. Jembatan yang saya tempuh setahu saya jarang dibahas di medsos atau laman pariwisata.
Di sana, juga ada banyak rumput laut coklat dan juga ikan caroang itu lagi. Nah, lanjut ke snorkelling, saya naik kapal kecil di dermaga. Dermaga ini bukan dermaga yang sama seperti dermaga kedatangan saya (dan sedikit spoiler, juga dermaga yang saya berangkat). Melainkan, dermaga ini setahu saya untuk snorkelling. Di bawah dermaga, ada banyak sekali bulu babi hitam yang besar dari badan ke ujung duri mungkin sebesar lengan anak SD. Terus, saya menaiki perahu dan memakai peralatan, pelampung dan kacamata renang. Saat perahu berhenti, ayah saya yang menyelam duluan, disusul saya sendiri. Adik saya ingin ikut, tetapi dilarang. Saya berenang agak jauh dari kapal, mungkin 7-10 meter dari kapal. Di tempat kapalnya berhenti, kedalaman airnya kalau tidak salah sekitar 7 meter. Saat snorkelling, saya melihat macam-macam hewan, seperti Ikan kepal, Ikan dokter, bulu babi yang sama dan sebuah ikan Kudu-Kudu kuning, sebuah ikan mirip ikan buntal.
Terus, kapal saya berlabuh di dermaga Pulau Tidung... kecil! Iya! Ada dua Pulau Tidung! Dari snorkelling, saya pusing sekali, karena napasnya dari mulut, yang saya belum terbiasa. Di sana, ada bibit pohon bakau, kerangka PAUS sperma. Walaupun muka PAUS sperma berbentuk kotak, tengkoraknya ternyata mirip mamalia biasa (karena ya, memang paus mamalia). Panjang kerangkanya hampir menyamai panjang lobby MIBS. Di sebelah gedung yang menampung kerangka PAUS sperma, ada tempat konservasi hewan laut. Di sana, ada Ikan badut (ikan nemo), penyu, dan hanya satu ikan singa. Seingat saya, ada ikan lain sih, tetapi lupa ikan apa. Terus, kalau tidak salah kami pergi ke Pulau Tidung... besar melewati Jembatan Cinta.
Terus, saya dan ayah menyewa sebuah kayak dan kita mendayung kayaknya ke sebuah kumpulan pasir tidak jauh dari pantai. Di perjalanan, kita melewati... hutan rumput laut coklat lagi. Di sana, ada banyak kerang yang bagus dan putih mengkilap, menantang putih beningnya mutiara. Terus, kita mendayung lagi ke... Pulau Tidung kecil lagi. Di sana, pantainya banyak kerang, jadi menginjak pantai tidak terlalu nyaman, mungkin rasanya seperti menginjak rumput dekat lapangan MIBS, tanpa alas kaki. Terus, kita kembali. Oh iya BTW, ada juga ayunan di pantainya. Di sini, aku juga mengobservasi pasang surut lagi. Terus, ketika waktu menunjukkan pukul 12.00-13.00, kita makan, sholat, mandi dan segera bergegas ke dermaga.
Di dermaga, kita menaiki sebuah speedboat dengan AC tetapi jendelanya tidak bisa dibuka:( Sekitar pukul 14.30, saya berangkat menuju Pelabuhan Marina Ancol. Perjalanannya lebih singkat, sekitar 1 jam karena memakai speedboat. Pada pukul 15.30, kita akhirnya datang ke Marina Ancol.
NOTE: Dari waktu pukul 12.00-17.00, waktu mungkin tidak akan persis. Karena seingat saya, saya melihat langit di Marina Ancol berwarna sedikit gelap. Kemungkinan besar, saya sholat ashar dahulu dan menunggu ojeknya lama. Lanjut, saya kembali pulang pukul 18.00. Sebanyak dua lusin donatnya masih ada di kulkas, sama masih bisa dimakan (walaupun teksturnya kurang kenyal). Terus, saya langsung tidur, menunggu hari berikutnya.
Selesai! Mohon maaf atas kesalahan/kekurangan/salah kata, terima kasih:)
SUMBER:
Made by Samudra with ❤🚅