Danau Telaga Warna

Telaga Warna

2023-10-20 07:46:30 - ᴡɪᴅᴏᴅᴏ

Danau Telaga Warna

Danau Telaga Warna merupakan salah satu objek wisata yang berada di daerah Dataran Tinggi Dieng. Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Danau Telaga Warna ini merupakan salah satu destinasi wisata terbaik dan terpopuler di Kota Wonosobo. Akses jalan untuk menuju Telaga Warna jika menggunakan kendaraan umum dari Kota Wonosobo berjarak sekitar 30 km, atau selama 45 menit sampai 1 jam lamanya.


Diberi nama Danau Telaga Warna diambil dari keunikan fenomena alam yang terjadi di danau ini, yaitu warna air dari Danau Telaga Warna yang sering berubah-ubah atau berwarna-warni seperti layaknya pelangi. Fenomena terjadi karena air dari Danau Telaga Warna yang mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga ketika terkena sinar atau cahaya matahari, warna air telaga akan terlihat seperti berwarna-warni.


Selain dijelaskan oleh fakta ilmiah berupa adanya kandungan sulfur, masyarakat sekitar Dieng juga mempercayai adanya pada zaman dahulu. Diceritakan bahwa pada saat itu hiduplah seorang Prabu Suwartalaya dan permasuri Ratu Purbamanah. Keduanya merupakan pemimpin kerajaan yang bernama Kutatanggeuhan dengan sifat adil dan bijaksana sehingga rakyat dapat hidup damai sejahtera.


Namun karena mereka belum mempunyai keturunan, sang ratu sering menangis dan bersedih. Melihat sang istri dalam kondisi tersebut, sang prabut juga turut bersedih dan kemudian melakukan perjalanan menuju hutan untuk berdoa agar dikaruniai seorang anak. Selang beberapa bulan berdoa di hutan, kemudian sang ratu pun akhirnya hamil dan menjadi kabar gembira bagi seluruh rakyat di kerajaan tersebut.


Selang beberapa bulan, akhirnya lahirlah seorang putri cantik yang diberi nama Gilang Rukmini. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya dan seluruh permintaan putri selalu dipenuhi. Sang putri tumbuh menjadi pribadi manja dan saat akan menginjak usia 17 tahun seluruh penduduk kerajaan ramai mendatangi kerajaan untuk memberikan hadiah.


Dan dari sekian banyak hadiah yang terkumpul, sang prabu mengambil sebuah emas batangan yang disepuh menjadi kalung emas untuk putrinya. Saat ulang tahun tiba dan rakyat berkumpul di alun-alun untuk melihat ayahnya memberikan kalung tersebut, ternyata putirunya justru membuang jalung tersebut.

Melihat sikap tersebut, sang prabu dan seluruh penduduk pun menangis sehingga air mata mereka membanjir seluruh alun-alun kerajaan. Dari air mata itulah terbentuk danau yang saat ini dikenal dengan Telaga Warna Dieng.



Danau Telaga Warna ini terletak di ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang akan menambah pesona keindahan alam di sekitar Telaga Warna. Keindahan Telaga Warna akan lebih terasa indah jika para pengunjung naik ke salah satu bukit yang mengelilingi Telaga Warna ini. Jika ingin mengunjungi objek wisata ini, waktu yang tepat adalah ketika pagi atau siang hari agar dapat menikmati keindahan alam sekitar Danau Telaga Warna. Tapi ketika kita mengunjungi pada sore hari, kabut putih yang tebal akan menutupi daerah sekitar Telaga Warna, sehingga para pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya dengan maksimal.


Di daerah kawasan Danau Telaga Warna juga ada beberapa gua yang patut dikunjungi oleh para pengunjung, seperti Gua Semar Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati. Di depan gua tersebut juga ada sebuah arca wanita yang sedang membawa kendi. Gua ini juga mempunyai kolam kecil yang airnya diyakini oleh para penduduk sekitar bisa untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tidak hanya itu, bahkan kolam tersebut juga diyakini dapat membuat kulit menjadi semakin cantik.


Ada juga Sumur Eyang Kumalasari, dan Gua Jaran Resi Kendaliseto. Selain itu, ada juga Batu Tulis Eyang Purbo Waseso. Gua-gua di sekitar Telaga Warna ini juga sering dijadikan sebagai tempat untuk meditasi. Tidak hanya untuk sebagai objek wisata, Telaga warna ini juga berguna bagi masyarakat sekitar untuk mengaliri tanaman seperti kentang yang menjadi komoditas utama di kawasan ini.



More Posts