Malam meluruh dalam tenang dan sunyi,
tempat hati berkeluh kesah sendiri.
Raga termenung, terpaku berdiri,
terjebak pikiran penuh labirin cermin.
Terlelap dalam renungan kabut,
Menatap penjara tak kasat mata.
Mencari ujung gua gaung,
Menghasilkan samudra air mata.
Dan waktu terus berjalan merayap,
meninggalkan raga yang kian senyap.
Di sudut kamar, lilin pun padam,
larut bersama tangis yang terbenam.