Dipenjara Gegara Menyembelih Ayam Wakil Presiden.

Oct 14, 2026 - Sastra

Pasca peristiwa penculikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir pada 27 Juni 1946, Soekarno berpidato menuntut agar Sjahrir dibebaskan. Selain itu Pemerintah bertindak tegas dengan memburu pihak yang bertanggung jawab meskipun Sjahrir sudah dibebaskan. Maka dari itu, pada tanggal 1 Juli 1946 dini hari, aparat dikerahkan untuk menangkap orang-orang yang diduga sebagai dalang di tempatnya masing-masing. Beberapa orang yang ditahan adalah tokoh politik oposisi.

Dikutip dari artikel Historia.Id, “Telah dilakukan penangkapan atas diri pejuang-pejuang revolusioner di Yogyakarta, yaitu Mr. Boediarto, Dr. Buntaran, Sayuti Melik, Sumantoro, Wiranatakusumah, Marlan, Maruto Nitimihardjo, Mohammad Saleh, dan lain-lainnya lagi. Setelah sehari ditahan di kantor polisi pusat Yogyakarta, keesokan harinya dimasukkan ke dalam penjara di Wirogunan, kecuali Wiranatakusumah,” ujar Iwa Kusuma Sumantri dalam otobiografinya, Sang Pejuang dalam Gejolak Sejarah.

Kemudian, sebanyak 14 tahanan politik itu dibebaskan oleh Panglima Divisi III, Jenderal Mayor Soedarsono sebab sebagian orang-orang tersebut adalah penasihat politiknya yang secara tidak langsung juga digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Soedarsono mendatangi penjara Wirogunan tempat ke-14 tahanan itu ditahan. Setibanya Soedarsono disana, Ia menjelaskan kepada Wongsowardono, seorang kepala penjara untuk membebaskan tahanan itu atas perintah lisan Soedirman. Setelah 14 tahanan itu dibebaskan, mereka diangkut ke dalam truk yang disediakan penjara menuju markas resimen di Wiyoro. Sesampainya mereka di Wiyoro, mereka diterima oleh komandan resimen Letkol Soeharto.

Para tahanan itu berasal dari kelompok yang bermacam-macam antara lain Achmad Soebardjo, Boediarto dan Buntaran yang merupakan mantan menteri dari kabinet pertama, Wartawan-wartawan yang tidak disukai pemerintah yang memiliki ide radikal pro Tan Malaka dan pengikut setia Tan Malaka seperti Adam Malik, dan Sayuti Melik. Selain itu, ada juga tokoh-tokoh yang dianggap tidak penting seperti Suryodiningrat.

Tidak seperti tahanan lainnya, Suryodiningrat memiliki kisah yang unik mengapa Ia bisa ditahan. Ia adalah mantan kepala rumah tangga Istana yang dijebloskan karena menyembelih ayam kesayangan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Atas perintah langsung Sang Wakil Presiden yang marah, Ia dimasukkan ke penjara bersama tahanan politik lainnya.

Ketika itu, Soekarno dan Hatta berkunjung ke Kediri. Rakyat memberikan banyak barang penghormatan dan salah satunya adalah ayam. Seekor Ayam Jago menarik perhatian Hatta, maka Hatta pun memeliharanya. Suatu hari, Suryodiningrat tanpa permisi memotong ayam tersebut untuk dijadikan hidangan Presiden Soekarno. Meski masuk penjara, suatu kehormatan bagi Suryodiningrat karena statusnya naik pangkat, dari pencuri ayam menjadi tahanan politik. Demikianlah hal ini menjadi bahan lelucon pelipur lara di antara mereka.



SUMBER :

Sitompul, M. (2026, Oktober 14).Dipenjara Karena Menyembelih Ayam Wakil Presiden, Historia.idhttps://www.historia.id/article/dipenjara-karena-menyembelih-ayam-wakil-presiden



More Posts