REKON&TUGAS
Aku dan dua temanku, Reza dan Sangjun, sedang duduk di kamar asrama pada Sabtu siang setelah zuhur. Kami bertiga sedang bermain mobile game bernama E-Football.
Di tengah permainan yang sengit, Reza tiba-tiba berteriak menyebutkan strategi overload e-Football untuk menembus pertahanan timku. Aku merasa bingung karena baru pertama kali mendengar kata yang belum pernah aku dengar tersebut diucapkan secara bersamaan dengan istilah taktik game tersebut. Rasa ingin tahuku pun langsung muncul seketika saat mendengar kata itu.
Akupun memendam rasa kebingunganku, tetapi rasa penasaran itu masih terus membayangi pikiranku. Aku kemudian membuka mesin pencari di handphone untuk mencari tahu arti kata overload dan bagaimana istilah overload digunakan dalam konteks permainan e-Football. Aku membaca beberapa sumber di internet tetapi tetap belum paham.
“Adooh piye ki, ah mendingan sesok tekon Rejot ae lah,” akupun memendam rasa penasaranku hingga esok pagi.
Pada pagi hari saat sekolah, Sangjun dan Reza membahas tentang pelatih baru dengan gaya main tim overload itu lagi.
“Ja, Lampard bagus gak sih?” Kata Sangjun
“Kek e apik deh, soale gek entes metu,” Rezapun membahas pelatih keluaran terbaru di game E-Football tersebut.
“Kesempatan emas nih, saatnya tanya Rejot,” batinku.
“Jot overload iku opo to?” Aku bertanya dengan nada kebingungan.
“Overload itu gaya main pelatih anyar yaiku Lampard, pemain yang bermain itu memenuhi sisi samping lapangan, Fie.” Reza memberitahuku.
“Oke, terima kasih, Jot.” Aku berterima kasih dengan nada lega.
Pada saat sore hari, aku bertekad untuk mencoba memakai kata yang baru aku pelajari tersebut. Saat sedang bermain bola bersama teman-teman di depan kelas, aku menggunakan kata overload dalam percakapan untuk mengatur serangan ke gawang lawan. Teman-temanku merespons dengan baik karena kata tersebut terdengar cocok dengan situasi saat itu.
Peristiwa sederhana ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagiku tentang pentingnya memahami makna sebuah kata sebelum menggunakannya. Sikapku setelah mengalami kejadian ini menjadi lebih bijak dan cermat dalam memilih kosakata, baik saat berkomunikasi sehari-hari maupun ketika bermain game bersama teman-teman.