Gadis Elektronika: ''Misi Penyelamatan Inti Atom''
Komik edukasi sains ini dikemas dengan gaya visual pop-art ceria khas karakter The Powerpuff Girls dalam cerita bertajuk "PETUALANGAN SUBATOMIK GADIS ELEKTRONICA!".
Kisah dimulai di sebuah laboratorium canggih saat si rambut pink mengajak teman-temannya membedah struktur atom, yang disambut gembira oleh si rambut hijau karena merasa ini jauh lebih seru daripada PR sekolah. Lewat efek kilatan cahaya bertuliskan "ZAP!", mereka langsung menyusut ke skala atom dan mendarat di sebuah area super luas namun sepi. Si rambut pink menjelaskan bahwa sebagian besar atom memang merupakan ruang hampa, sebelum akhirnya mereka terpana melihat visualisasi utuh sebuah atom dengan bola bersinar di tengahnya yang dikonfirmasi sebagai inti atom. Begitu mendekat, mereka disambut oleh Inti Atom (Nukleus) yang digambarkan sebagai bola energi kuning-oranye raksasa tempat hampir seluruh massa atom berada. Saat diperbesar, nukleus tersebut memperlihatkan susunan bola-bola kecil seperti kelereng warna-warni yang terdiri atas Proton (+) dan Neutron (n), yang kombinasinya memberikan identitas unik pada sebuah elemen.
Rasa penasaran si rambut biru mengenai mengapa proton-proton positif tersebut tidak saling menolak kemudian terjawab oleh penjelasan mengenai adanya "GAYA KUAT" (Strong Force) yang mengikat mereka dengan sangat erat. Perjalanan berlanjut ke area luar inti bernama "AWAN ELEKTRON", di mana lingkaran energi biru pudar memperlihatkan pergerakan Elektron (-) yang mengorbit dengan muatan negatif dalam kecepatan luar biasa tinggi hingga hampir tidak terlihat. Melalui visualisasi tablet digital yang membandingkan struktur Hidrogen dan Helium, si rambut pink menegaskan kembali bahwa jumlah proton menentukan jenis elemennya, sebuah penjelasan ilmiah yang ditanggapi dengan candaan segar si rambut hijau bahwa Tabel Periodik mirip seperti antrean band partikel.
Petualangan berharga ini pun ditutup dengan penuh kegembiraan dalam babak "PELAJARAN SELESAI: ATOM KEREN!", di mana ketiga karakter menyimpulkan bahwa partikel-partikel subatomik ini adalah dasar dari segala materi di semesta, sambil memamerkan pose ceria dengan ekspresi kepuasan setelah berhasil menguasai materi sains yang menyenangkan.