Gatot: Makanan Pengganti Nasi
Tugas Bahasa Indonesia(Teks Argumentasi)
1.1 Pendahuluan
Gatot adalah salah satu kuliner yang bisa dibilang langka berasal dari Kabupaten Wonogiri. Terbuat dari gaplek atau singkong kering yang telah mengalami fermentasi alami selama berhari-hari, gatot menghasilkan warna hitam kecoklatan, penanda bahwa bakteri asam laktat dan jamur telah bekerja mengubah pati singkong menjadi sesuatu yang kaya cita rasa.
Lahir pada masa lampau ketika beras sulit didapat dan singkong menjadi makanan pokok utama.
Gatot adalah makanan tradisional khas Gunungkidul, Yogyakarta, yang terbuat dari singkong (ketela pohon) yang mengalami fermentasi alami hingga berwarna kehitaman.
Memiliki tekstur kenyal dan sedikit lengket saat dikunyah.Gatot memiliki kandungan gizi yg banyak dan tidak kalah dengan makanan pokok lainnya seperti beras,tiwul dan nasi jagung,kandungan asam amino atau protein dalam gatot lebih besar dibandingkan dengan bahan pembuatannya(Kayu)
1.2 Isi
Ketela Pohon menjadi sumber daya alam yang melimpah di Desa Nglipar dan dapat diolah menjadi sumber bahan pangan berupa gatot.
Gatot adalah makanan Khas jawa yang terbuat dari singkong yang difermentasi.
Proses pembuatannya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Singkong yang telah dikupas dan dibersihkan kemudian dikeringkan hingga menghitam. Setelah itu singkong di kukus dan disajikan dengan kelapa parut serta gula merah. Gatot memiliki rasa yang unik dan tekstur yang kenyal, menjadikannya alternatif menarik sebagai sumber karbohidrat selain nasi.
Singkong, yang menjadi bahan utama gatot, merupakan tanaman yang mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Hal ini membuat singkong menjadi salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi besar untuk di kembangkan menjadi alternatif pengganti nasi. Selain itu, singkong memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, seperti karbohidrat, serat, serta vitamin dan mineral. Dengan diversifikasi melalui pengolahan menjadi gatot, singkong dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Makanan ini adalah makanan yang dibuat dengan cara di kukus dan di buat dari gaplek yang di sayat kecil-kecil memanjang kemudian direbus dan dicampur dengan gula, dimakan dengan parutan kelapa.
1.3 Penegasan ulang
Kata “gatot” memiliki dua arti utama di Indonesia:tokoh publik atau makanan tradisional jika merujuk pada Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI), Oleh karena itu, mengalami kegagalan total saat pembuatan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan proses yang sangat berharga untuk di buat menjadi sebagai pelajaran untuk menambah semangat untuk kita berani bangkit kembali, kita dapat menjadikan kegagalan menjadi pijakan utama atau tiang untuk menuju keberhasilan yang lebih besar.
Gatot terbuat dari singkong yang mengalami fermentasi alami hingga berwarna kehitaman. Makanan ini layak untuk sebagai pengganti beras karena kaya karbohidrat, memiliki protein lebih tinggi dari singkong biasa berkat proses jamur, serta mengandung prebiotik yang baik untuk pencernaan, mengandung asam amino dan prebiotik alami, dan sumber karbohidrat
Sumber informasi.
https://ojs.uajy.ac.id/index.php/jai/article/view/5685
https://id.scribd.com/document/858345131/LKPD-Genap-Argumentasi
https://disarpus.wonogirikab.go.id/wonogiripedia/gathot-wonogiri-gaplek-fermentasi-hitam
https://id.wikipedia.org/wiki/Gatot
https://versilama.budaya-indonesia.org/Gatot-Makanan-Tradisional-khas-Jawa-Tengah