Menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA), sejumlah siswa/i kelas akhir mulai menyusun strategi belajar untuk menghadapi tes yang akan datang. Materi yang beragam dan tingkat kesulitan soal membuat persiapan perlu dilakukan secara bertahap. Hal ini juga dirasakan oleh Kak Risma dan Kak Selvi yang kini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi TKA.
Matematika merupakan salah satu subtes yang paling sulit bagi keduanya. Kak Risma menjelaskan bahwa terdapat materi dalam beberapa mata pelajaran pilihan yang belum banyak ditemukan dalam pembelajaran sehari-hari. “Sebenarnya di matematika atau di mapel pilihan yang aku pilih itu ada tantangan masing-masing, karena beberapa materinya ada yang nggak masuk di pelajaran sehari-hari,” tutur Kak Risma. Sementara itu, Kak Selvi menambahkan, “Kalau harus memilih, matematika adalah subtes paling menantang setelah mengerjakan try out.”
Metode belajar yang dipilih pun berbeda antara keduanya. Kak Risma telah mencicil belajar sejak bulan Juni dan merasa lebih nyaman belajar di lingkungan yang tenang dan mendukung. Di sisi lain, Kak Selvi baru mulai belajar TKA pada bulan Agustus karena sebelumnya dia lebih fokus mempersiapkan UTBK. Dia menjelaskan, “Aku biasanya belajar TKA di sekolah pas lagi sepi.”
Meskipun di tengah padatnya kegiatan sekolah, keduanya juga mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat mereka. Kak Risma menyebut orang tua, guru, teman, diri sendiri, hingga guru les sebagai sosok yang membantunya tetap konsisten. Selain itu, dia membagi waktu dengan membuat jadwal seperti belajar TKA di sore hari dan menyelesaikan tugas sekolah di malam hari.
Menurut Kak Selvi, mencicil materi sejak awal menjadi pilihan yang masuk akal karena TKA mencakup mata pelajaran wajib sekaligus pilihan. Ia juga mengingatkan agar belajar tidak sampai mengabaikan kondisi tubuh. “Kalau memang udah kerasa capek belajar, ya istirahat aja. TKA nggak ada yang ngundang, datang sendiri,” tuturnya.