Agus Rizky 1 hour ago

HAH! APA??? BISA-BISANYA RUNTUHNYA SOVIET BIKIN ARSENAL KALAH SAING???!!!

Bagaimana runtuhnya soviet bisa melahirkan rival abadi arsenal di london? Bubarnya soviet di 1991 mengubah peta ekonomi negara tersebut tapi siapa sangka perubahan yang terjadi di soviet akan berdampak juga ke perubahan peta kekuatan sepak bola di tanah britania khususnya london.

Setelah Uni Soviet runtuh pada 1991, Rusia melakukan transisi ekonomi besar-besaran menuju ekonomi pasar. Salah satu kebijakannya adalah privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara. Pada 1995, pemerintah Rusia memperkenalkan skema yang kemudian dikenal sebagai loans-for-shares. Ini adalah skema di mana rusia menerima hutang dari sektor swasta dengan jaminan saham perusahaan milik negara. Kalau pinjaman tidak dilunasi oleh pemerintah rusia, sesuai mekanisme yang berlaku, saham tersebut dapat berpindah kepada pihak yang memegang jaminan. Skema loan-for-shares pun menarik minat para pengusaha tak terkecuali roman abramovich.

Roman Arkadyevich Abramovich lahir pada 24 Oktober 1966 di Saratov, Soviet Union. Ketika masih kecil roman abramovich sudah menyandang status yatim piatu. Dan akhirnya ia dibesarkan oleh keluarga kerabatnya. Roman abramovich terjun ke dunia bisnis ketika rusia atau soviet sedang membuka diri terhadap ekonomi swasta di bawah kepemimpinan gorbachev. Roman Abramovich memulai bisnisnya sebagai pedagang kecil, menjual berbagai barang konsumsi. Dari perdagangan kecil inilah ia kemudian masuk ke bisnis komoditas dan minyak. Dari bisnis komoditas dan minyak, Abramovich mulai masuk ke lingkaran bisnis Rusia yang lebih besar. Di sinilah ia kemudian berkenalan dengan Boris Berezovsky. Boris Berezovsky bukan sekadar pengusaha kaya; dia termasuk oligarki paling berpengaruh di Rusia pada masa transisi ekonomi di Uni Soviet/Rusia.

Pada 1995, pemerintah Rusia membentuk Sibneft dari sejumlah aset industri minyak negara. Perusahaan ini kemudian masuk dalam program privatisasi. Abramovich dan Berezovsky bekerja sama untuk memperoleh kendali atas perusahaan tersebut melalui skema loans-for-shares. Dalam mekanisme ini, saham perusahaan negara dijadikan jaminan atas pinjaman yang diberikan kepada pemerintah Rusia. Setelah proses tersebut, Abramovich dan Berezovsky berhasil memperoleh kendali atas Sibneft. SIbneft inilah yang menambah pundi-pundi kekayaan abramovich yang ia pergunakan untuk membeli chelsea.

Pada 2003, Abramovich mulai mencari klub sepak bola di Inggris. Manchester United, Arsenal, Tottenham, hingga Chelsea masuk dalam radar. Namun akhirnya, pilihannya jatuh kepada Chelsea. Saat itu Chelsea bukan klub yang sedang sehat secara finansial. Mereka memiliki utang sekitar puluhan juta pound dan membutuhkan suntikan dana. Pada 26 Juni 2003, Abramovich bertemu pemilik Chelsea, Ken Bates, di Dorchester Hotel London. Hanya dalam sekitar 70 menit, kesepakatan awal tercapai.Beberapa hari kemudian, Abramovich resmi mengambil alih 50,9 persen saham Chelsea Village, perusahaan induk Chelsea. Total transaksi dan pengambilalihan kewajibannya mencapai sekitar £140 juta. Dan sejak saat itu, peta kekuatan sepak bola Inggris berubah selamanya.

Pelajaran dari Seekor Kucing

Pelajaran dari Seekor Kucing

1792552776.gif
Fa'iq Althaf Zayyan
5 hours ago
Anak Durhaka

Anak Durhaka

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocIk72KAoXN-23gOHlOKYLVaf6QONt2el9Zm_tEMIo-hnrpMm5g=s96-c
bila yyaa
5 hours ago

Bisikan Lembut Sang Serigala Part 1

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocJGsaZy2QRdL1RnTgL7aI3fVz84fK1LoqrjlJJAfXVagYmV9kw=s96-c
nakehelonake
5 hours ago
Berhenti Maksain Diri

Berhenti Maksain Diri

1764252204.jpg
acoy
5 hours ago
Sharing Is Caring At School

Sharing Is Caring At School

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocLFq5p17WJVkWlIzuZblh6WvcCPoFnHYIMQ507df4qrzP8Kteo=s96-c
Ssyyaaqqiillaa
5 hours ago