rr @kevaa? 1 day ago tinggalkan komen di sini yah kevanderr tercintaa!!
rr @kevaa? 8 hours ago @kevaa? entar kemungkinan aku masih editing gambarnya di tab kuh..soalnya ini masih percobaan yaww
kehidupan tanpa hak
chap.1 In the Center of the World End. Penulis, ilustrasi, dan ide cerita dibuat serta ditanggung oleh pencipta.
Cara baca.. "=orang berbicara, '=bunyi pendukung, ~=suara di panjangkan dengan lembut, {}=isi pikiran Keva, **=situasi atau kondisi, Baca panelnya dari kiri atas terus kanan bawah ke kiri (maaf sekali untuk yang buta araahh..huhuu)
okaayy!! Enjoy yah Kevanderr
"DASAR ANAK TAK BERGUNA" "i,,,ibu,,,ma,,maaf-" 'BRAK',,,
Keva Komorui. Anak tunggal dari keluarga Komorui, memiliki kehidupan tanpa hak dan tiada kebebasan. Dari kecil ia tak pernah disayangi orang tuanya. Ia selalu dijadikan 'foto keluarga' yang palsu di depan orang-orang...
...di umur ke 14, ini kali ke-4 Keva berpindah sekolah di masa SMP dan sekarang keva duduk di kelas 2 SMP dengan mental yang jatuh dan banyaknya trauma...tanpa mengenali jati dirinya ... dan inilah..'KEHIDUPAN TANPA HAK'
"Heeyy~! Kau ada di posisi kami tauu~!" suara Shisazen, anak dari kelompok populer. "Kamu sekarang adalah anak grup kamii.." "Karena tahun lalu anak itu keluar dari sekolah, kami memutuskan untuk memilikimu!" Seruan dari anak grup lainnya {Dimiliki? Memangnya aku barang?} "... Baiklah!" jawabku dengan mengiyakan saja perkataan mereka.
'KRIIINNGGG!!' bel istirahat berbunyi...
"Kevaa, apa kamu mau ke toilet?" kata Shisazen "...Te-tentu saja...", jawabku sedikit ragu...saat berjalan di koridor, aku menemukan...sekelompok anak...yang sepertinya, lebih cocok denganku...
'di toilet ''KRIIIINNGG!!' bel masuk berbunyi
"A..anu..bel..sudah berbunyi.." kataku
"Ng?"
"Eehhh kenapa serius amat sieehh??"
"Ngapain buru-buru?" Seruan dari anak grup
{jujur saja...aku muak}
...setelah berapa lama, kami akhirnya kembali ke kelas, dan kami semua terlambat
"Kenapa kalian terlambat hah?!"
"Aahh..maaf Buu..tadi kami mengantar anak baru ini keliling, dan gelang nya jatuuhhh"..kata shisazen..
{di-dia..?!}
"Oohh..sudah ketemu?", kata Bu Guru sambil melirikku
"Yaa..begitulah"
..tiba tiba, salah satu anak grup berteriak, "Apanya yang begitulah? Mana terima kasihnyaa?"
.."Aha", tawa kecilku..
{JANGAN BERCANDA}
...dan saat ku sadari, aku hanya di miliki sebagai bahan bagi mereka, jujur saja...aku muak..tetapi hati yang lebih memikirkan hak orang lain ini..terus saja berpikir...
{AKU TAK KEBERATAN KOK!}
keesokan harinya *sebelum jam pelajaran olahraga*
aku berada di kelas sambil melihat ke anak yang pernah kulihat ada di koridor waktu itu..{ehh..itu..sepertinya bonus komik yang baru rilis kemarin deh?} "Eehh?? Lihat! Bukankah itu bonus komik? kekanak-anakan sekali yaa?.. ahahaha".. hatiku berdetak ketika mendengar hal itu.. {apakah kata kata seperti itu pantas untuk dilontarkan?} ...pelajaran olahraga pun mulai dengan perasaan tidak enak.
*sepulang sekolah*
"Kevaa~! Maaf yaa, hari ini aku ada acara pentiingg~, boleh gantiin jadwal piketku lagi ga? Pliisss..", seperti biasa, Shisazen...tidak..maksudku Putri, hanya baik jika ada maunya saja!
"Tentu saja, aku ga keberatan kok!"..
{ini benar benar memuakkan..}
Pulang sekolah aku menggantikan jadwal piket putri seperti biasa, "Kenapa kamu tidak mengatakan saja bahwa kamu tidak mau?", kata seorang lelaki pendiam di kelas.
"Apa maksudmu?", kataku.
"Haah.. kau sudah disuruh-suruh seperti ini kan? Kenapa kau tidak mengelak saja?"
...{me..ngelak?}.."tidak perlu kok!", jawabku dengan lantang
.."Kenapa?...", sepertinya, cowo itu mulai kebingungan dengan sikap anehku dalam berempati.
"Karena.. jika aku hanya diam dan melakukan semuanya, ini akan selesai lebih mudah dan cepat.."
...kami berdua terdiam.. Sebelum akhirnya pun lelaki itu mengucapkan hal yang belum pernah kudengar sebelumnya...
"Anak kecil pun bisa melakukannya kan?"
..aku terkejut dengan jawabannya.."e..EH?!" ...."justru..ORANG YANG BISA MENGUCAPKAN DENGAN JUJUR APA YANG MEREKA RASAKAN...ITU LEBIH DEWASA BUKAN?.."
...aku terdiam..
{kenapa dia..berkata begitu?}..
*keesokan harinya, di kelas*
"Lihaattt!! lagi-lagi Miika memakai kotak pensil bonus dari komik!! Lucu sekaliiiii!!!" ...{...} ...{tidak..ini sudah..cukup!} ..,,...
'GRATAK!'
suara meja yang kuhentakkan..,"Ke-keva?!" kata Shisazen..."Memangnya kenapa kalau orang memakai dan menggunakan sesuatu hal yang mereka gemari? Justru ORANG YANG TERLALU BANYAK MENGOMENTARI ITULAH YANG KEKANAK-KANAKAN!"..pernyataan yang tak pernah kulontarkan pun akhirnya keluar dari mulutku sendiri.
"He-hey..kau ini kenapa?" kata Shisazen membuatku semakin muak.. "Kau ini kenapa? Bawahan berani beropini?".. kata salah satu anak dari grup. Saat mereka banyak menyalahkanku, aku memutuskan untuk mengatakan apa yang sebenarnya kurasakan, "LAGI PULA AKU TIDAK MINTA UNTUK BERGABUNG KOK...SELAMAT TINGGAL!!"
aku pun berlari ke rooftop untuk menghela napas sebentar.. {aku tidak masalah kok jika mulai sekarang..aku tidak memiliki teman..}... di tengah renunganku.. terdengar suara anak perempuan yang mengajakku.. "Anu..mau makan siang bersama..?" .."ng?" ..di saat aku menoleh ke belakang.. {di.. dia.. MIIKA..?}
chap.1-end terima kasih yang sudah membacaa. Admin tidur dulu yaa!!! Enjoy your day Kevander!!!