Jejak Tinta

Sep 16, 2026 - Gleeze Valencia

Jejak Tinta

Hujan deras membungkus kota, lampu-lampu mulai menghiasi senyapnya malam. Bulir air hujan menempel, memenuhi depan kaca tempat Laura duduk. Uap cokelat panas membumbung tinggi, namun pikiran Laura tak kalah jauh berkelana. Menghela napas, ragu pun bimbang. Diambilnya secarik kertas beserta pulpennya, tangannya lihai menggurat-guratkan huruf demi huruf membentuk bait. Bait demi bait tercurahkan, hingga pada bait terakhir Laura menghela napasnya ke sekian kali, lalu meninggalkan secarik kertas tersebut dengan uap cokelat panas yang masih teranggur, menanti untuk diminum. Nyatanya, secarik kertas tersebut akan tetap abadi, abadi dalam sunyi.


(isi secarik kertas tersebut)

Jejak cinta menyemburat di balik ceceran tinta.

Gundah gulana perlahan merayap dada,

Lekukan wajah yang indah, namun tak tergapai jua.

Hati ini enggan merana selamanya.

Ragu merayapi perasaan ini,

Tarik-ulur terus terjadi.

Dan pada akhirnya,

aku masih memeluk sepi.

– Zeze Skies

More Posts