Keajaiban Untuk Mempersatukan
cerita tugas dan cerita agak gk jelas
Keajaiban Untuk Mempersatukan
Di dalam rapatnya benteng hijau yang menjulang tinggi ke atas, berdiri rumah kecil dengan suasana hangat dan harmonis. Rumah yang menjadi saksi semua kenangan yang tersimpan rapi di setiap sudut rumah. Sekarang rumah itu tak lagi sama, di dalam rumah itu hanya menyisakan ayah dan ibu yang selalu menunggu kepulangan ketiga anaknya. Sekarang suasana rumah itu menjadi berbeda. Anak yang selalu menyumbang tawa sekarang sudah menjadi orang yang sukses di luar sana. Zion sudah tumbuh besar menjadi pemilik restoran paling terkenal di daerah kota. Stella menjadi pekerja kantoran di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Ava sekarang berkuliah di universitas terbaik di daerah kota. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing masing sampai mereka lupa untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
Satu tahun kemudian ayah mereka meninggal dunia, kejadian itu membuat Zion dan Ava sangat sedih dan menyesal karena mereka sudah jarang mengunjungi rumah orang tua mereka. Tak terasa satu tahun sudah berlalu. Mereka tetap jarang mengunjungi rumah orang tua mereka dengan alasan memiliki banyak pekerjaan. Tapi berbeda dengan Stella yang memang tidak ingin pulang ke rumah orang tua mereka karena Stella merasa tidak didukung oleh ibunya. Sepuluh tahun yang lalu Stella angkat kaki dari rumah orang tua mereka. Momen itu adalah kejadian yang paling diingat oleh Stella.
Akhir pekan telah tiba, Zion mengajak anak-anak dan istrinya untuk berkunjung ke rumah ibu.
“Nenek!” teriak Zenith begitu sampai di rumah ibu.
Ibu mereka yang sudah lama merindukan cucu-cucunya pun tersenyum lebar. Anak kedua Zion yang bernama Nicolas menatap ke arah hutan yang lebat. Di sana Nicolas melihat peri kecil bernama Very. Peri itu memiliki sayap seperti kupu-kupu dan memiliki tongkat sihir, di tongkat sihir itu ada kristal berbentuk bintang. Karena penasaran, Nicolas pun menghampiri peri itu. Sayangnya, peri itu malah kabur masuk ke dalam hutan. Nicolas yang kecewa lalu kembali ke dalam rumah neneknya.
Malam telah tiba, Zion dan keluarganya pun menginap di rumah ibu untuk satu malam. Di dalam mimpi Nicolas, ia melihat peri itu terbang dengan sayap kecilnya menghampiri Nicolas. Peri itu berbicara kepada Nicolas, "Hai namaku Very, aku tahu keluargamu sedang tidak baik-baik saja. Aku bisa membantumu untuk mempersatukan keluargamu kembali.”
Nicolas yang masih kecil dan tidak tau apa-apa pun menjadi penasaran. Saat Nicolas terbangun, Nicolas pun bertanya kepada ayahnya, "Yah, tadi malam aku mimpi, ada peri kecil bernama Very berbicara kepadaku.”
Nicolas pun menceritakan tentang Very dan mimpinya kepada ayahnya. Tapi Zion tidak bicara banyak. Dengan nada yang lembut Zion berkata kepada Nicolas, "Tentang mimpi itu jangan terlalu dipikirkan, ada masanya untuk kau mengetahui kebenaran.”
Nicolas tidak pikir pusing karena ayahnya juga bilang jika tidak usah terlalu dipikirkan.
Tiga puluh menit kemudian Nicolas diajak sarapan olah ibunya. Saat makan, Nicolas menceritakan semua yang Nicolas ketahui ke neneknya. Zenith juga tak mau kalah pintar, Zenith juga menceritakan semua prestasinya di sekolah. Setelah makan, Nicolas dan Zenith diajak ayahnya untuk jalan-jalan ke hutan. Nicolas dan Zenith merasa senang. Tapi saat Nicolas melihat kembali ke arah hutan, terlihat Very yang sedang mengamati Nicolas dari kejauhan. Spontan Nicolas teriak,”VERY!”
Zenith yang penasaran siapa itu Very pun bertanya kepada Nicolas, ”Very itu siapa, Dik?” Lalu Nicolas menjawab dengan lantang, ”Very itu peri yang ada di mimpiku, lho, Kak.” Zenith yang tidak percaya oleh perkataan adiknya pun mengatakan, ”Mana ada peri di dunia nyata. Peri kan cuma ada di dongeng aja, iya kan, Yah.”
Zion hanya tertawa kecil sambil menjawab, ”Iya peri hanya ada di dongeng saja. Cuma cerita rakyat di sini pernah mengatakan bahwa memang ada peri penunggu hutan. Dan setahu Ayah peri itu suka membantu orang yang hidupnya sedang susah atau sedang ada masalah.”
Jadi selama ini Zion mengetahui apa itu Very, tapi Zion tidak ingin memberi tahu Nicolas tentang arti mimpinya. Tak lama kemudian, Zion langsung ingin mengajak Nicolas dan Zenith masuk ke dalam hutan. Saat langkah pertama diambil, suara nyanyian burung yang merdu langsung menyambut dengan ramah. Nicolas sangat senang karena bisa mendengarkan kicauan burung semerdu itu. Semakin masuk ke dalam hutan, semakin banyak hal aneh yang terjadi. Mulai dari banyak kupu-kupu yang menghampiri mereka dan banyak sekali glitter yang berjatuhan dari atas pohon. Zion sudah mengetahui bahwa Very ada di dekat mereka karena semua tanda itu adalah tanda bahwa peri penunggu hutan ada bersama mereka.
Di perjalanan, Nicolas tidak berhenti membahas tentang Very. Very, Very, dan Very terdengar sepanjang jajan. Zenith sudah muak mendengarnya lalu berkata kepada Nicolas, ”Dari tadi kamu cuma bahas Very, kayak gak ada topik yang lain gitu loh.” Lalu Nicolas menjawab perkataan dari Zenith, ”Ya udah sih biarin, terserah aku lah mau bahas apa.”
Zion tak tinggal diam. Zion berkata kepada Nicolas dan Zenith, ”Hey udah jangan berantem. Kalau masih berantem kita pulang aja." Mendengar ucapan ayahnya, Nicolas dan Zenith pun berhenti bertengkar.
Tak disangka, tiba-tiba pohon besar di depan Zion, Nicolas, dan Zenith roboh. Mereka bertiga terkejut karena pohon yang roboh itu tidak seperti pohon biasa. Pohon itu memiliki banyak sekali lubang di batangnya. Ada jerami di dalam lubang-lubang itu. Zenith pun penasaran dan bertanya ke ayahnya. Tapi saat ditanya, Zion malah memberikan jawaban yang bertentangan dari pendapat Zenith sebelumnya, ”Pohon itu adalah bekas rumah peri penjaga hutan. Ayah yakin 100% bahwa itu adalah rumah lamanya.” Zenith terdiam dan mulai percaya bahwa peri itu memang ada di dunia nyata. Mendengar jawaban ayahnya, Nicolas pun tersenyum lebar.
Mereka pun melanjutkan perjalanan. Di tengah-tengah jalan, mereka melihat kupu-kupu, tapi dengan sayap yang menyerupai bintang. Kupu-kupu itu memiliki aura yang positif. Banyak sekali glitter yang berjatuhan dari kupu-kupu itu. Dan tiba-tiba Nicolas berkata, ”Artinya, glitter yang jatuh dari atas pohon tadi milik kupu-kupu ini.”
Tapi di saat mereka lengah, ada banyak sekali kupu-kupu yang datang menghampiri mereka. Kupu-kupu itu terbang di atas kepala mereka membentuk seperti bintang. Zion menyuruh Nicolas dan Zenith lari karena glitter yang berjatuhan bisa membuat mata menjadi sakit. Mereka pun terus lari dan lari masuk semakin dalam. Di saat dirasa sudah aman, Zenith melihat banyak sekali jamur di tanah. Tapi jamur itu memiliki warna emas dan bercahaya. Zion merasa bahwa mereka tidak sengaja masuk ke dunia peri.
Zion langsung menggendong Nicolas dan Zenith lari keluar dari hutan. Saat Zion berlari, Zion sambil membaca sesuatu, ”Peri hutan biarkan aku berkumpul dengan keluargaku, peri hutan biarkan aku keluar, peri hutan biarkan aku menjadi seperti bintang.” Setelah Zion mengucapkan itu, mereka bertiga langsung kembali ke rumah ibu. Dan di sana sudah ada Ava yang sedang bermain dengan anak ketiga Zion yang bernama Louis. Di sana juga ada sepupu mereka. Sudah lama mereka tidak bertemu sepupunya.
Hari sudah mulai gelap, tapi Stella tak kunjung datang. Nicolas heran kenapa Stella tidak datang. Nicolas pun bertanya kepada ayahnya, ”Ayah, kenapa Tante Stella belum datang?” Zion hanya tersenyum dan bicara kepada Nicolas, ”Mungkin Tante sedang sakit, jadi gak datang.”
Nicolas yang tidak tahu apa-apa percaya saja dengan ucapan ayahnya.
Hari mulai gelap, semua diajak oleh ibu untuk makan malam bersama. Saat makan malam, semua berjalan dengan lancar. Mereka menyanyi, menari, dan bermain bersama sepanjang malam. Tidak terasa malam sudah mulai larut, Zion dan keluarganya pamit pulang, sedangkan Ava tetap berada di rumah ibu sampai besok.
Saat di perjalanan, Nicolas tertidur karena perjalanan yang panjang. Saat dia tertidur, mimpinya kembali berulang. Tapi Very tidak mengatakan hal yang sama. Very berkata kepada Nicolas bahwa dia akan membantu Nicolas besok dan seterusnya. Mendengar itu, Nicolas senang. Tak lama kemudian Nicolas pun bangun, rupanya hari sudah pagi dan Nicolas sudah pindah ke kasurnya. Karena teringat kata Very, Nicolas pun berteriak menyebutkan nama Very, ”VERY! VERY! VERY!”
Tapi tak ada jawaban dari Very. Saat itu dia teringat bahwa Very mengatakan satu hal, ”Jika kau ingin memanggilku bacalah ego te voco dan aku akan datang padamu.” Nicolas langsung membaca kalimat itu, lalu Very pun datang.
Very tak terlihat sama dengan pertemuan langsung mereka pertama kali di rumah nenek waktu itu. Very yang dilihat Nicolas waktu itu hanya memiliki sayap kupu-kupu dan memiliki tongkat dengan kristal bintang di atasnya. Tapi sekarang Very tampak mengenakan mahkota yang memiliki unsur bintang. Sayapnya juga terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Tongkat yang sebelumnya Nicolas lihat berubah menjadi harpa berbentuk bintang yang cantik. Very juga memiliki aura yang positif. Dan Very ditemani peri pemanah penjaga kerajaan bernama Robin.
Nicolas pun terkejut karena bentuk Very sebenarnya tak sama seperti apa yang dia lihat. Setelah itu, Nicolas langsung bertanya kepada Very tentang apa yang terjadi pada keluarganya. Mendengar itu Very tidak langsung menjawab karena Very tidak mau Nicolas sedih mendengar apa yang terjadi sebenarnya. Tapi karena Nicolas terus memaksa, Very tak ada pilihan lain, dengan berat hati Very memberi tahu apa yang terjadi, ”Semua terjadi sepuluh tahun yang lalu. Stella adalah anak yang paling berprestasi di sekolah. Tapi ibunya tidak mengizinkannya masuk ke SMA terbaik di daerahnya karena faktor keuangan. Meskipun Stella terus mencoba, ibunya terus menolak. Sampai akhirnya Stella bisa mengikhlaskannya. Tapi saat Stella mencoba mengikhlaskan, ayahnya berkata kepada Stella bahwa ayahnya akan mendaftarkannya di SMA terbaik. Saat itulah ibu Stella marah ke Stella dan ayahnya. Stella tak tinggal diam. Stella marah kepada ibunya. Setelah itu Stella menangis dan lari meninggalkan rumah.” Ucap Very. Nicolas terkejut, awalnya Nicolas ingin memberi tahu apa yang terjadi pada ayahnya, namun Very menolak karena sebenarnya ayah sudah tahu apa yang terjadi.
Nicolas ingin menyatukan kembali keluarganya tanpa bantuan dari orang lain. Tapi Robin berkata itu terlalu berisiko karena Stella sudah dijaga peri penunggu wilayah Abyss yang bernama Dimitri. Peri itu sangat kuat, bahkan bisa mengganggu manusia yang ingin mengganggu orang yang dia kuasai.
Robin memiliki ide, ”Bagaimana kalau kita mengumpulkan pasukan peri penjaga hutan untuk menyerang Dimitri.”
Very pun menyetujui ide Robin. Kemudian Robin mengumpulkan pasukannya untuk menyerang Dimitri. Very berkata,”Kita harus menyerang Dimitri secepatnya.”
Setelah mengatakan itu Very, Nicolas, Robin dan pasukannya langsung bergerak ke Abyss. Very membuat tiruan boneka seperti Nicolas untuk ditinggalkan di rumah Nicolas.
Sesampainya di Abyss, suasana berubah. Suasana yang sebelumnya biasa saja langsung berubah menjadi mencekam. Tidak lama kemudian mereka tiba ke Istana Nyxore, tempat tinggal Dimitri. Istana itu dijaga rapat oleh pasukan bernama Triton the Sunken Soul. Robin dan pasukannya mulai menyerang namun pasukan Triton the Sunken Soul berhasil menahan serangan, dan perang tidak bisa dihindarkan.
Perang itu berjalan sangat sengit. Nicolas hanya bersembunyi balik tameng milik Robin. Very tidak berhenti memberi buff ke pasukan milik Robin. Saat pertempuran sedang panas-panasnya, kabut hitam tebal menyelimuti medan perang. Dari dalam kabut itu, muncul Dimitri yang langsung memberikan instan damage ke pasukan Robin. Very terkejut oleh kedatangan Dimitri. Awalnya Very memerintahkan pasukannya Robin untuk mundur. Tetapi saat Very melihat ke atas Nicolas berdiri sambil memegang kristal yang menjadi awal dari semua ini. Dimitri terkejut, Dimitri langsung terbang menghampiri Nicolas. Tapi Robin dengan cepat langsung mengeluarkan anak panahnya dan langsung memanah Dimitri. Dimitri pun log out di tangan Robin. Dan saat mereka kembali ke dunia manusia semua menjadi normal kembali.
Stella meminta maaf ke ibunya. Dan setelah itu keluarga mereka menjadi akur kembali. Rumah kembali ramai dan sering di kunjungi Zion, Stella, dan Ava. Hidup mereka menjadi seperti dulu lagi. Setelah kejadian itu, Stella diterima di perusahaan paling besar di Amerika. Mendengar kabar itu semua menjadi senang.
TAMAT