Kelap-kelip kunang-kunang
Kok Bisa Kunang-Kunang Bercahaya?
2026-06-15 07:02:08 - Gleeze Valencia
Kita semua tahu bahwa kunang-kunang adalah hewan yang mampu bercahaya. Namun, apakah kita semua tahu bagaimana kunang-kunang tersebut dapat bercahaya?
Pertanyaan itu tiba-tiba terlintas saat saya menonton kartun Upin & Ipin yang sedang berpetualang bersama teman-temannya untuk mencari serangga kunang-kunang. Karena penasaran, saya coba mencari informasi tentang bagaimana kunang-kunang dapat bercahaya. Dari situ, saya mengetahui bahwa kunang-kunang dapat bercahaya berkat reaksi kimiawi yang dapat “menyalakan” tubuhnya menjadi begitu indah.
Kunang-kunang dapat memancarkan cahaya yang indah berkat proses kimiawi alami di dalam perutnya yang dikenal dengan istilah bioluminesensi. Cahaya ini tercipta ketika oksigen masuk ke dalam tubuh serangga dan menyatu dengan zat kimia bernama luciferin, serta energi tubuh berupa ATP (adenosin trifosfat) dan kalsium. Proses penyatuan ini dibantu oleh enzim khusus bernama luciferase yang bertindak sebagai pemicu munculnya cahaya.
Agar cahaya tersebut dapat berkedip, kunang-kunang memanfaatkan senyawa oksida nitrat yang berfungsi seperti saklar otomatis. Ketika oksida nitrat mengalir, gas ini membuka jalan bagi oksigen untuk masuk ke organ pembuat cahaya sehingga lampu di perutnya seketika menyala. Sebaliknya, saat aliran oksida nitrat dihentikan, oksigen akan tersumbat dan cahaya pun langsung padam. Dengan mengatur pasokan oksigen yang masuk ke perutnya secara lihai, kunang-kunang dewasa mampu mengendalikan pola kedipan cahaya dengan sangat tepat.
Kedipan cahaya tersebut bukan semata-mata hanya untuk memperindah malam yang gelap, namun memiliki beberapa tujuan. Antara lain sebagai alat komunikasi visual untuk menarik perhatian lawan jenis dan mencari pasangan selama musim kawin. Selain itu, beberapa spesies kunang-kunang juga menggunakan cahaya ini sebagai umpan pintar untuk memikat serangga lain agar mendekat, lalu menjadikannya mangsa. Terakhir, kilatan cahaya terang di tengah kegelapan malam ini juga berfungsi sebagai sistem pertahanan diri yang memperingatkan para predator bahwa tubuh kunang-kunang memiliki rasa yang tidak enak atau bahkan beracun untuk dimakan.
Sumber utama
https://dri.ipb.ac.id/apa-yang-membuat-kunang-kunang-menyala/
https://www.britannica.com/science/bioluminescence
https://www.kompas.com/tren/read/2024/06/01/210000165/bagaimana-cahaya-di-tubuh-kunang-kunang-dihasilkan-berikut-penjelasan?page=all#page3