Samudra An... @🦑SuperDuperYummyCrunchyCalamari🦑 5 hours ago kucingnya siapa itu
Raiys @L' architetto 5 hours ago @🦑SuperDuperYummyCrunchyCalamari🦑 kucing mega
Baca dong, ceritanya asik hehe
Namaku Iden, seorang pelukis yang cukup dikenal lewat karya-karya realistis. Meski begitu, akhir-akhir ini aku merasa hampa. Aku mendapati ada ruang kosong di dalam setiap lukisanku, sementara aku sangat ingin menciptakan karya yang terasa 'hidup' dan mampu menebar kebaikan di dunia.
Selasa, 10 Februari 2006, menjadi momentum besar bagiku. Hari itu aku menghadiri pembukaan sebuah galeri ternama di Praha, kota yang kerap dijuluki kota mistis karena keindahan seni dan arsitektur bangunannya yang megah. Galeri yang kukunjungi merupakan salah satu yang terbesar di dunia, sehingga tak heran jika deretan tokoh terkenal turut hadir di sana.
Selain menghadiri acara tersebut, tujuanku datang ke Praha adalah untuk meresapi jiwa seni yang membuat kota ini begitu berkesan dan tak terlupakan. Dari sana, aku mulai menarik diri dari liputan media. Aku memilih mengisolasi diri dan rutin bermeditasi di sudut-sudut kota Praha.
Lambat laun, makna kehidupan mulai tumbuh di dalam diriku. Setelah lima tahun menetap di Praha, aku belajar menumbuhkan kesabaran dan mulai berpikir melampaui batasan logika. Aku bertekad menciptakan sebuah lukisan abstrak yang sarat akan makna kehidupan.
Di area Kastil Praha, aku akhirnya membuka hati dan melukis mengikuti aliran imajinasi abstrakku. Dari jemariku, lahirlah sebuah karya yang memancarkan indahnya makna kehidupan.
Aku membawa lukisan itu kembali ke galeri yang pernah kukunjungi lima tahun lalu. Di sana, aku bertemu dengan sang kurator. Ia langsung mengenali wajahku dan menanyakan keberadaanku selama lima tahun terakhir. Aku pun menceritakan proses panjang di balik terciptanya lukisan penuh kehidupan ini.
Setelah mengamati karyaku, sang kurator terperangah takjub. Lukisan yang kuberi judul “The Road on Childhood” itu akhirnya dipajang di area utama galeri, dan hingga kini dikenal sebagai salah satu karya seni terbaik di dunia.
"The Road On Childhood" karya Iden De Alessandro