Penemuan di Pos 3 (Part 2)
part 2
Mereka pun mengunjungi salah satu rumah di dekat situ, dan Kala pun bertanya kepada penduduk rumah itu .
“Halo bu permisi, izin bertanya ini namanya desa apa ya?” Kata Kala.
“Iya Ada Apa,? oh ini namanya Desa Cenderawasih, yang terletak pada goa Maleo di Gunung Bromo. Desa ini katanya pernah menghilang tetapi aslinya tidak dan jalan masuk ke desa kami tertutup oleh dedaunan yang merambat makanya jarang sekali yang mau masuk ke desa ini.” Kata ibunya.
“Oh seperti itu bu, terima kasih bu. Maaf ibu namanya siapa?” Kata Kala.
“Nama saya Kartika, saya sebenarnya kepala desa di sini.” Kata Ibu Kartika .
“Baik bu, ibu apakah saya dan teman-teman boleh menginap semalam di sini?” Kata Sekar.
"Boleh, boleh sekali. Kalian juga bisa menjelajahi desa kami," kata Ibu Kartika dengan senyum ramah yang menenangkan.
Mendengar izin tersebut, wajah kami semua langsung berubah gembira. Rasa lelah setelah mendaki dan melewati rintangan pohon tumbang tadi siang seolah menguap begitu saja. Kami pun mengucapkan terima kasih dan bergegas merapikan barang bawaan kami ke dalam salah satu ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Ibu Kartika.
Setelah beristirahat sejenak dan membersihkan diri, rasa penasaran Wira kembali memuncak. "Teman-teman, ayo kita keliling desa ini! Mumpung matahari belum sepenuhnya tenggelam," ajaknya penuh semangat.
Kami pun keluar dari rumah Ibu Kartika. Desa Cenderawasih ini benar-benar menakjubkan.
Terletak di dalam lembah tersembunyi di balik Gunung Bromo, desa ini dikelilingi oleh pepohonan rindang dan bunga-bunga liar berwarna-warni yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Uniknya, di tengah desa terdapat sebuah danau kecil dengan air yang sangat jernih, memantulkan warna langit sore yang mulai memerah.