Provokasi Pemecah Belah Bangsa: Bubur Ayam Diaduk atau Tidak Diaduk?

TUGAS CIVIC

Sep 25, 2026 - Fa'iq Althaf Zayyan

Sekilas, perdebatan antara bubur ayam yang diaduk sampai rata dan bubur yang dibiarkan rapi tanpa diaduk cuma masalah cara makan saja. Tapi kalau dilihat di media sosial, topik bubur diaduk dan tidak diaduk ini sering diputarbalikkan jadi bahan untuk merusak rasa kebersamaan. Perdebatan ini terus dibesar-besarkan sampai "Tim Tidak Diaduk" sering menyalahkan cara makan "Tim Diaduk" yang padahal jauh lebih nikmat. Perbedaan cara makan bubur yang sebenarnya sepele ini malah sengaja dipakai untuk memicu permusuhan antarkelompok. Sila ke-3 mengingatkan kita untuk selalu menjaga Persatuan Indonesia di atas perbedaan pilihan. Perdebatan bubur yang berlebihan ini merusak nilai Sila ke-3 karena isu bubur itu sendiri sengaja digoreng untuk memecah belah warganet. Orang-orang jadi saling melempar ejekan dan hinaan cuma gara-gara cara menyantap bubur yang berbeda. Kalau perdebatan seputar mangkuk bubur saja bisa dipakai untuk memancing rasa benci, ini menunjukkan betapa mudahnya isu sederhana dimanfaatkan untuk merusak toleransi kita. Kalau perdebatan bubur ini terus dipanas-panasi tanpa henti, dampaknya bisa merembet ke kehidupan nyata dan merusak rasa kekeluargaan sebagai satu bangsa. Masalah cara makan bubur yang terus dipertentangkan bisa membuat orang-orang saling memusuhi dan bertengkar di dunia nyata. Kebiasaan meributkan masalah bubur ini lama-kelamaan akan membuat masyarakat terbiasa berkonflik dan lupa cara saling menghargai. Maka dari itu, perdebatan "Bubur Diaduk vs Tidak Diaduk" harus kita tanggapi dengan santai, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun tidak bisa dimungkiri bahwa bubur yang diaduk itu jelas jauh lebih enak, bikin makan lebih simpel, dan bumbunya tercampur sempurna di setiap suapan, kita tidak boleh memaksakan kehendak atau mengejek orang lain. Untuk menjalankan Sila ke-3 Pancasila, kita harus tetap saling menghargai pilihan masing-masing karena persatuan bangsa jauh lebih penting daripada meributkan isi mangkuk orang lain.

More Posts