Pernah gak liat orang yang suka banget melanggar aturan dan sangat susah diatur? Orang-orang pas baru liat pasti langsung mikir di dalam hatinya, “Dia anak nakal”. Padahal, hal itu tidak pernah dilakukan tanpa alasan. Terkadang, melakukan pelanggaran itu adalah cara dirinya memberontak dan menunjukkan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.
Bagi beberapa orang, merusak reputasi diri sendiri dengan melanggar banyak peraturan itu dilakukan ketika dirinya sudah tidak kuat dituntut menjadi seperti yang orang-orang inginkan. Karena lelah oleh tingginya tekanan yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya, akhirnya orang itu pun memutuskan untuk merusak reputasi diri sendiri agar orang-orang tidak lagi memberikan ekspektasi, harapan, dan tuntutan yang tinggi untuk dirinya.
Melanggar banyak aturan seperti itu menurutnya lebih nyaman dan bebas dibanding harus mengikuti ekspektasi orang-orang. Dibenci atau dijauhkan oleh orang-orang di sekitarnya terasa lebih baik bagi mereka. Itu justru memberikan mereka ruang berpikir dan beristirahat sendiri.
Orang-orang yang seperti ini biasanya terlihat kokoh dan sangat tidak peduli dengan perkataan orang-orang. Mau berapa kali pun orang-orang bertanya atau menceramahinya, tidak akan pernah benar-benar didengarkan. Justru ocehan-ocehan di hati yang akan semakin membuatnya merasa tidak dipahami. Jika ditanya hal-hal seperti itu, mereka justru akan menjadi tuli dan bisu sejenak. Tetapi jika sudah ditanya tentang perasaan diri sendiri, tidak sampai 10 detik juga air matanya pasti akan menetes. Sesimpel kalimat, “Kamu kenapa?” aja udah bisa bikin dia kepikiran berhari-hari.
Anak-anak dengan kelelahan ekstrem seperti ini sebenarnya hanya butuh istirahat total dan pendampingan profesional. Istirahat total selama beberapa hari tanpa tuntutan apa pun dapat membuat pikirannya lebih jernih dan tidak lagi merasa ditekan dari segala sisi. Pendampingan profesional juga membantunya menjelaskan apa saja yang membuatnya tertekan dan apa yang dia rasakan selama ini. Dengan pendampingan dan istirahat yang cukup, dia bisa pulih sedikit demi sedikit. Tidak perlu terburu-buru, ikuti saja proses pemulihannya sampai dia benar-benar pulih total dan bisa beraktivitas kembali tanpa rasa dituntut.
Oleh karena itu, mulai sekarang, jika melihat seseorang yang mulai berubah menjadi anak nakal, jangan langsung menyimpulkan sendiri dan bertanya-tanya kenapa dia sekarang menjadi anak nakal. Tetapi pikirkanlah kira-kira masalah atau tekanan apa yang sedang dirasakan oleh orang itu sampai dia tidak sanggup dan mulai merusak reputasi diri sendiri.
Kita gak pernah benar-benar tahu masalah apa yang sedang berlarian di dalam pikirannya sampai dia memilih untuk menjauh. Sebelum buru-buru menjauh, ingatlah bahwa perubahan sifat itu gak ujug-ujug langsung berubah begitu saja dalam sehari, tetapi dimulai dari hal-hal kecil yang tidak dipikirkan orang-orang sebelumnya.
Sumber:
NCBI Bookshelf - Defense Mechanisms
Psychology Today - How to Overcome Self-Doubta