Resensi buku Percy Jackson & The Olympians 3 - The Titan's Curse

Oct 09, 2026 - asaasz_

Identitas

Judul: Percy Jackson & The Olympians 3 - The Titan’s Curse

Penulis: Rick Riordan

Penerbit: Disney Hyperion (Versi Indonesia: Mizan / Hikmah)

Tebal Halaman: 448 halaman

Genre: Fantasi, Mitologi Yunani


Sinopsis

Percy, Annabeth dan Thalia (putri Zeus yang baru saja bangkit dari pohon) mendapat panggilan darurat dari Grover yang menemukan dua demigod baru yang sangat kuat di sekolah berasrama Westover Hall. Dua demigod kakak beradik tersebut adalah Bianca di Angelo dan Nico di Angelo. Namun, misi penyelamatan mendadak menjadi bencana ketika Annabeth diculik oleh monster misterius di asrama tersebut.

Tak lama kemudian Dewi Artemis—sang Dewi Perburuan—juga menghilang secara misterius saat berangkat mencari ancaman besar yang dapat menghancurkan Olympus. Dibentuklah sebuah tim pencari yang terdiri dari dua Pemburu Artemis dan tiga demigod dari Perkemahan Blasteran dibentuk untuk menjalankan ramalan baru. Meski dilarang ikut, Percy nekat mengikuti pencarian secara diam-diam demi menyelamatkan Annabeth. Dalam perjalanan melintasi Amerika menuju Pantai Barat, mereka harus menghadapi monster-monster kuno yang bangkit kembali, ancaman ramalan tragis, dan kenyataan bahwa salah satu Titan terkuat, Atlas, telah terbebas dari hukuman beratnya.


Kelebihan

Cerita terasa lebih emosional. Percy tidak hanya diuji bukan hanya secara fisik melainkan juga secara emosional melalui konsekuensi dari sebuah pengorbanan dan kehilangan.

Pengenalan karakter baru yang membuat jalan cerita semakin menarik. Kehadiran Thalia Grace (putri Zeus), Para Pemburu Artemis, serta Bianca dan Nico di Angelo memberikan dinamika kelompok yang kompleks.

Penulis menganyam mitos Atlas, Luke, dan kebangkitan Kronos dengan sangat rapi, menyajikan adegan klimaks yang emosional di Gunung Tamalpais.


Kekurangan

Pengenalan karakter-karakter baru di awal cerita terasa sedikit terburu-buru sebelum rombongan pencari memulai perjalanan utama mereka.

Hilangnya Annabeth dalam setengah jalan cerita mengurangi dinamika interaksi ikonik antara ia dan Percy yang biasanya menjadi daya tarik utama.





More Posts