Resensi Naskah Drama Symphoni Anak Jalanan. Karya Arya Sanjaya

Resensi doang, kalau ada kesalahan penulisan, wajar, ini pertama kalinya nulis secara individu

Oct 22, 2026 - ABRIMAS


Resensi Naskah Drama Symphoni Anak Jalanan Karya Arya Sanjaya

Identitas naskah drama

  1. Judul Drama : Symphoni Anak Jalanan
  2. Penulis : Arya Sanjaya
  3. Jenis Karya : Naskah Drama / Lakon Teater Remaja
  4. Bentuk Terbitan : Naskah Digital Drama Panggung
  5. Jumlah Halaman : 14 Halaman

Pendahuluan:

  1. Naskah lakon remaja yang berjudul “SymphoniAnak Jalanan” merupakan sebuah karya seni pertunjukan yang ditulis oleh Arya Sanjaya.
  2. Naskah ini membawa kesegaran dalam dunia teater remaja dengan mengangkat tema komedi, dan satire yang membenturkan keadaan pengamen yang ditangkap karena dianggap mengganggu.
  3. Lewat latar belakang yang mengesankan sekaligus unik karena mengintegrasikan dialog drama dengan konsep komedi-satire dalam pementasan drama seperti “Polisi yang meminjam uang tapi layaknya mencuri,” padahal sudah diamanahkan oleh seorang atasan.

Sinopsis:

  1. Cerita berpusat pada ketiga remaja yang menjadi pengamen yaitu: Atet, Iwo, dan Kemal.
  2. Atet adalah seorang pemuda yang acuh pada dirinya, sedangkan Iwo seorang pemuda yang sering bermimpi, terakhir ada Kemal yang sering menepuk-nepuk perutnya karena kelaparan.
  3. Tak lupa juga, ada dua petugas yaitu Abdul dan Nasir, serta Komandan.
  4. Pada mulanya, Atet, Iwo, dan Kemal sedang mengamen dengan menyanyikan lagu irama dangdut.
  5. Lalu mereka kepergok oleh Abdul dan Nasir si petugas kepolisian.
  6. Mereka bertiga melarikan diri hingga terpojok, kemudian Abdul dan Nasir menangkap mereka bertiga.
  7. Walaupun, tiga remaja itu sudah menjelaskan bahwa mereka baru pertama kali berada di kawasan tersebut.
  8. Keesokan harinya, Abdul dipanggil oleh Komandannya.
  9. Awalnya Komandan bercerita bahwa dia bingung untuk menyiapkan ulang tahun anaknya, karena dia ingin mengundang beberapa temannya.
  10. Selain makan dengan ala kadarnya, harus ada organ utama dalam memeriahkan ulang tahun anaknya Komandan.


  1. Komandan menjadi bingung, namun, untungnya si Abdul memberikan ide dengan menawarkan ketiga pengamen itu sebagai pemusik dalam memeriahkan ulang tahun anak Komandan.
  2. Singkat cerita, Komandan sangat puas dengan kinerja ketiga remaja itu karena telah sukses dalam memeriahkan ulang tahun anak komandan yang bernama Ria.
  3. Oleh karena itu, Komandan hendak memberikan titipan berupa uang, namun Komandan tidak menemukan ketiga remaja tersebut.
  4. Demikian, Komandan menitipkan uang kepada Abdul dan Nasir.
  5. Ketika Abdul dan Nasir sedang mencari Atet, Iwo, dan Kemal di trotoar, Abdul sebegitu penasaran dengan isi amplop tersebut.
  6. Singkatnya, Abdul dan Nasir tahu nominal uangnya.
  7. Mereka ketemu dengan ketiga remaja yang sedang mereka cari.
  8. Abdul dan Nasir memberikan amplop dari komandan sebagai rasa terima kasih, mereka bertiga menerima itu dan membuka.
  9. Ketika melihat nominalnya, mereka hendak ke rumah Padang.

Analisis

  1. Tema: Seorang pengamen yang ditangkap karena mengganggu di kawasan pejabat
  2. Tokoh dan penokohan:
  3. Atet: Seorang yang cukup acuh pada dirinya sendiri, mau mengusahakan dalam hal apapun.
  4. Iwo: Seorang yang sering bermimpi, berkhayal kapan mereka bisa memakan yang enak ala-ala imajinasinya.
  5. Kemal: Seorang yang selalu kelaparan, sering menepuk-nepuk perutnya disaat dia mulai kelaparan, mengeluh terus.
  6. Abdul: Petugas yang tidak amanah dalam mengerjakan perintah atasannya, mengambil hak orang lain.
  7. Nasir: Hampir sama dengan Abdul, cuman dia ikut-ikut saja.
  8. Komandan: Seorang Komandan yang memberikan apresiasi, ayah yang memikirkan anaknya.


Latar (setting)

  1. Tempat: Trotoar, dan kantor Polisi.
  2. Waktu: Pagi sampai malam hari.
  3. Suasana: Santai, penuh dengan komedi, sedikit satire.

Alur (plot): Alur maju, diawali dengan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh pengamen, lalu ditangkap oleh petugas kepolisian, kemudian disuruh jadi pemusik di acara ulang tahun anak Komandan dan diakhiri dengan para pengamen yang kembali ke trotoar dengan amplop yang diberi oleh Komandan sebagai rasa terima kasih.

Kelebihan:

  1. Apresiasi terhadap pengamen: Komandan yang memberikan amplop sebagai apresiasi serta ucapan terima kasih.
  2. Konsep penokohan yang beragam: Ketiga pengamen tersebut memiliki sifat yang berbeda sekali, namun memiliki solidaritas, sedangkan dua petugas kepolisian itu mengambil hak orang lain.

Kekurangan:

  1. Kurang jelas: Yang dimaksud adalah, tidak ditampilkan adegan disaat ketiga pengamen tersebut memeriahkan di acara ulang tahun anak Komandan dengan menjadi pemusik dan menyanyi.

Penutup: Pertunjukan ditutup dengan mereka bertiga pergi ke rumah Padang untuk self-reward kepada mereka bertiga. Lalu, bagaimana kepolisian bisa mengambil hak orang lain seperti korupsi kecil, pada akhirnya, mereka bertiga (Atet, Iwo, dan Kemal) tetap bersyukur dengan pemberian yang diberikan kepada mereka.


More Posts