Khaylila 1 week ago
khaylila #bahasa

Sepatu Merah

Sepatu merah



Disebuah kerajaan yang makmur, ada raja dan ratu yang memiliki dua putri kembar yang sangat cantik.

Putri yang pertama ia sangatlah cantik, ia mempunyai rambut sangat panjang, dan halus, rambutnya berwarna pirang, dan dia mempunyai warna mata yang sangat indah, matanya berwarna biru, ia bernama Guinevere.


Kemudian ada putri yang kedua, dia memiliki rambut pendek, dan memiliki rambut yang halus, rambutnya berwarna pirang, dan memiliki warna mata coklat gelap, ia juga memiliki wajah yang cantik, ia bernama Carmilla.


Keduanya sama cantiknya, tetapi mereka mempunyai sifat yang sangat berbeda, Guinevere memiliki sifat yang baik, dan dermawan, semua orang menyukai dengan-nya, karena kepribadiannya yang baik.


Namun di sisi lain ada sang kembaran yang memiliki sifat kebalikannya, Carmilla memiliki sifat keras kepala, dan amarahnya suka meledak-ledak.


Saat fajar mulai tiba menghempaskan suhu yang dingin, para pelayan berkeliaran dengan hati yang gembira yang akan membangunkan para majikan yang begitu cantik.


Para pelayan itu berkeliaran ke berbagai tempat, ada yang berada di ruang tamu, di dapur, dan ada empat pelayan yang berada di kamar Carmilla, dan empat pelayan lagi Guinevere.


Empat pelayan itu sedang membangunkan Carmilla, dan Guinevere.

Saat Guinevere terbangun, ia mengucapkan terimakasih kepada empat pelayannya.


Empat pelayan itu merasa senang, karena mendapatkan respon yang positif dari majikannya yang cantik.


Sedangkan Carmilla sebaliknya, ia malah memarahi pelayan “Hei jangan ganggu tidurku! Aku sedang tidur, hari ini sangat dingin, nanti waktu tidurku terpotong, kalian semua keluar, jangan ada yang ganggu tidurku!” Kata Carmilla dengan nada tingginya.


Kemudian para pelayan merasa takut, dan akhirnya para pelayan keluar dari kamar Carmilla.


Tiba lah saat matahari mulai terik yang mulai menyinari kerajaan tersebut. Lalu keluarga yang berada di kerajaan tersebut sedang berbincang di meja makan dengan bahagia dan tawa setiap perbincangan.


Saat ditengah perbincangan,tiba-tibakedua putrinya mengeluh karena sepatu yang mereka pakai, kini sudah mulai tidak muat dengan kaki mereka.


Sepatu mereka kini mulai kusam, dan mulai sakit saat di pakai, “Ayah sepatu kami sudah mulai tidak nyaman untuk digunakan lagi, bisakah ayah memberikan sepatu baru untuk kami?” Kata Guinevere dan Carmilla.


Kemudian sang ayah berencana untuk membelikan mereka sepatu baru, “Emm… Ya sudah, besok, ayah akan mengajak kalian untuk membeli sepatu baru” Ucap sang ayah dengan nada lembut nya.


Keesokan harinya, ayah mengajak kedua putrinya untuk membeli sepatu baru.

Tiba lah di toko sepatu tersebut, Guinevere pun mulai melihat-lihat sepatu yang cantik itu satu-persatu.


Lalu ia terpana dengan sepatu merah yang cantik, sepatu merah itu sangat mengkilap, dengan rancangan sepatu yang sangat menarik.


Tetapi harga sepatu tersebut terlihat sangat mahal, akhirnya dia tidak jadi memilih sepatu merah tersebut, dan Guinevere memilih sepatu yang lain.


Di sisi lain, Carmilla terpana dengan sepatu yang sama, yaitu sepatu merah.


Sepatu merah itu menarik perhatian Carmilla, lalu ia meminta sang ayah untuk membelikan sepatu merah itu, “Ayah, aku mau sepatu ini! Sepatu ini sangat cantik ayah, aku mau ayah!” Kata Carmilla sambil teriak kegirangan.


“Nak sepatu itu sangat mahal, kita pilih yang lain saja.” Ucap sang ayah.


Kemudian, Carmilla tetap memaksa sang ayah untuk membelikan sepatu tersebut.


Sebenarnya, ayah mampu untuk membelikan sepatu merah itu untuk Carmilla, tetapi, sang ayah ingin putrinya untuk bisa lebih bijak menggunakan uang.


Tetapiamarah Carmilla mulai meledak-ledak, dia sangat ingin memiliki sepatu itu, tetapiayahnya tetap tegas untuk menyuruh Carmilla memilih sepatu yang lain. “AYAH! Pokoknya aku mau ini, aku sangat suka dengan sepatu ini!” Kata Carmilla dengan nadanya yang tinggi.


Kemudian, sang ayah membelikan sepatu yang lain. Setelah itu, mereka pun pulang ke kerajaan, tetapi Carmilla memasang wajah masam di sepanjang perjalanan.


Saat sampai di kerajaan, Carmilla tiba-tiba berteriak bahwa ia sangat menginginkan sepatu merah tersebut, “Ayah! Aku sangat ingin sepatu itu, mengapa ayah tidak membelikan sepatu merah itu untukku?!” Kata Carmilla dengan nada tingginya.


Lalu ayah hanya menjawab dengan nada lembut, “Kau harus belajar untuk bisa bijak menggunakan uang, menghemat, dan tidak sewena-wena. Dengan itu ekonomi kita tidak akan turun” Kata ayah dengan nada lembutnya.


Tetapi Carmilla tetap keras kepala, ia sangat ingin memiliki sepatu merah itu. Setelah ia meminta kepada ayah berkali-kali.


Saat waktu makan malam tiba, Carmilla tetap meminta sepatu merah itu kepada ayahnya, ia terus membetak ayah nya, “Ayah! Pokoknya aku mau sepatu merah itu, sepatu itu sangat cantik ayah.


Jika ayah tidak membelikan sepatu merah itu padaku, maka ayah tidak menyayangiku lagi!” Kata Carmilla sambil membetak sang ayah.


Guinevere terkejut dengan ucapan Carmilla, dan sikap sang kembarannya yang memperlakukan sang ayah dengan mengeluarkan kata-kata yang kurangn pantas tersebut, “Carmilla seharusnya kau tidak boleh mengeluarkan kata-kata itu kepada ayah, dan membentak ayah seperti itu, namanya kau tidak sopan dengan ayah, cepat sadar Carmilla, bahwa perbuatanmu kurang baik, cepat meminta maaf kepada ayah” Kata Guinevere dengan nada yang lembut nya.


Tetapi Carmilla tetap tidak jera dengan perbuatannya, ia malah terus meminta sepatu merah itu kepada sang ayah. “Tidak mau! Aku sangat ingin sepatu merah itu. Guinevere, kau tidak usah mengaturku” Kata Carmilla dengan nada tinggi.


Ke esokan harinya, akhirnya ayah membelikan sepatu merah yang mengkilat itu kepada Carmilla.


Lalu Carmilla melompat-lompat kegirangan karna mendapatkan sepatu cantik itu, kemudian Carmilla mengenakan sepatu itu dengan kegirangan.


Dengan hati yang sangat gembira, Guinevere tidak dapat menahan untuk menari. Saking senangnya, ia terus menari kesana-kemari.


Tiba-tiba langkahnya tidak dapat berhenti untuk menari, lalu langkahnya membawa ia keluar dari kerajaan.


Langkah itu terus menyuruh Carmilla untuk berjalan dan menari dengan cepat.



Tiba lah ia sampai di hutan, dan waktu mulai menunjukan malam hari, namun sepatunya tetap terus menyuruh Carmilla untuk menari, sepatunya menjadi lebih keras kepala dari pada Carmilla sendiri.


Waktu malam tiba, Carmilla mulai kelelahan, dan air mata pun mulai terjatuh menimpa pipinya.


Ia menari sambil menangis, dan akhirnya Carmilla mulai jera dengan perbuatannya, Carmilla berkata, “Aku berjanji aku tidak akan keras kepala, dan aku akan berjanji untuk berperilaku baik kepada siapapun” Kata Carmilla sambil menangis.



part 2


Fenomena 'Piala Ciki': Mengapa Carabao Cup Kerap Dipandang Sebelah Mata?

Fenomena 'Piala Ciki': Mengapa Carabao Cup Kerap Dipandang Sebelah Mat...

1793258556.png
APIPIIEEEE🤙😝
11 hours ago
Gemilang di Lapangan, Tim Futsal Mega IBS Sabet Gelar Juara Turnamen Fourfeo!

Gemilang di Lapangan, Tim Futsal Mega IBS Sabet Gelar Juara Turnamen F...

1793258556.png
APIPIIEEEE🤙😝
16 hours ago
Lelah yang Menemukan Rumah

Lelah yang Menemukan Rumah

1793693229.gif
Ghayda Asyila Fauzan
16 hours ago
Detak Jantung Di Balik Tirai

Detak Jantung Di Balik Tirai

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocI9KaUer1T8NIdb1WLkx_8Monq3THUCvHiulIqRyIarOLweLDY=s96-c
sasmyra
16 hours ago
- HANDAROE -

- HANDAROE -

1697550439.png
Ahmad Weli🥶
16 hours ago