SURAT YANG TERLAMBAT SAMPAI KE TUJUAN
tugas bahasa, saya nulis sendiri, maaf jika tidak jelas..
Surat Yang Terlambat Sampai Ke Tujuan
Di kota Semarang ada seorang anak perempuan yang baik hati bernama Kayla. Kayla dikenal dengan sifatnya yang baik dan suka membantu, setiap hari Kayla selalu membantu papah nya menyapu halaman.
Papahnya bernama Pak Hanji. Pak Hanji sudah kehilangan istrinya dari lama, yang menyebabkan Pak Hanji harus menjaga Kayla sendirian..
2006
Saat ini Kayla berusia 5 tahun dan pak Hanji 40 tahun.
Pak Hanji dan Kayla menyapu halaman seperti biasa, Tak jarang juga mereka di sapa oleh para tetangga di kampung mereka.
Salah satu tetangga bernama Bu Rita menyapa.
“Pak Hanji, sedang apa?!” ucap bu Rita
Pak Hanji membalas “Sedang menyapu, bu ada apa?”
Bu Rita: “Tidak apa apa, hanya ingin menyapa, omong omong dimana kayla?”
Pak Hanji “Kayla sedang aku suruh memberi makan ayam ayam”
Bu Rita “Kayla anak yang pintar ya, sangat suka membantu”
Pak Hanji “Syukurlah bu..”
Bu Rita mengangguk lalu berjalan pergi
Pak Hanji tersenyum bangga kepada Kayla, lalu suara langkah kaki Kayla terdengar
Kayla: “Papah! Ayam ayam sudah aku beri makan”
Pak Hanji: “Anak papah pintar sekali, yasudah, segera mandi, sudah mau maghrib”
Kayla mengangguk lalu berjalan ke rumah dan mandi, lalu Pak Hanji ikut masuk kerumah lalu Pak Hanji pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk Kayla makan. Namun saat Pak Hanji melihat bahwa stok makanan mereka habis, Pak Hanji merasa sedih dan bingung, Pak Hanji melihat dompetnya, hanya ada uang 6 ribu tersisa, Pak Hanji akhirnya memakai uang 2 ribu untuk membeli 1 telur di warung, Pak Hanji berjalan kaki ke warung di dekat rumah mereka, pak Hanji membeli 1 telur.
Pak Hanji: “ Assalamualaikum, bu Sari”
Bu Sari: “Waalaikumsalam, eh Pak Hanji, ada apa pak”
Pak hanji: “mau beli telur, bu”
Bu Sari: “boleh mau beli berapa, pak?”
Pak hanji: “Beli satu bu”
Bu Sari: “Kenapa satu saja pak? Biasanya belinya lebih banyak dari ini.”
Pak Hanji: “Uang saya lagi menipis, bu, saya juga mau menabung biar Kayla melanjutkan sekolah SD”
Bu Sari merasa kasihan, namun Bu Sari tidak bisa membantu apa apa, karena keuangan keluarga bu Sari juga sedang sulit.
Pak Hanji pun membeli 1 telur itu, lalu berjalan pulang ke rumah.
SAAT DI RUMAH
Pak Hanji melihat Kayla sudah selesai mandi dan sedang menonton tv di ruang tamu. Pak Hanji berjalan ke dapur dan memasak telur tersebut menjadi telur dadar, saat masakan matang Pak Hanji menaruh telur dadar tersebut ke piring dan menaruh secentong nasi ke piring tersebut. Setelah sudah menaruh nasi Pak Hanji membawa piring tersebut ke ruang tamu dan memberi nya ke Kayla.
Pak Hanji:”Nak, makan dulu ya”
Kayla:”Terimakasih papah!”
Pak Hanji tersenyum tulus kepada Kayla. Kayla pun memakan dengan lahap sambil menonton, namun dia melihat papah nya dari tadi tidak makan hanya duduk di sofa sambil membaca koran, Kayla pun bertanya.
Kayla: ”Papah sudah makan?”
Pak Hanji: ”Papah? Ah.. Papah sudah makan kok nak”
Kayla: ”Baiklah Papah”
Kayla pun lanjut makan tanpa menyadari bahwa papah nya sebenarnya belum makan dan menahan lapar demi anaknya, Kayla.
2022
Saat ini usia Kayla sudah 21 tahun, Kayla bekerja di luar kota, sedangkan Pak Hanji sendirian di desanya. Kayla bekerja di Jakarta sebagai manager. Suatu hari menjelang lebaran Pak Hanji yang sudah tua menelpon Kayla.
Pak Hanji: ”Assalammualaikum.. Anakku Kayla, lebaran ini kamu pulang tidak?”
Kayla: ”Aduh pah, Kayla bulan ini lagi sibuk banget, pah.”
Kayla: ”Maaf pah, Kayla ga bisa pulang tahun ini.”
Kayla mematikan telepon. Pak hanji pun hanya bisa terdiam di rumahnya, Pak Hanji sangat sedih dan merindukan anaknya, Kayla
24 juni 2022
Hari ini adalah hari ulang tahun Pak Hanji, Pak Hanji memasak nasi goreng kesukaan Kayla, berharap Kayla pulang untuk merayakan ulang tahunnya, Pak Hanji menunggu di meja dapur, berharap Kayla pulang untuk merayakannya. Satu jam berlalu, tidak ada suara Kayla yang hadir, tiga jam berlalu, belum ada yang datang, sampai malam pun tiba, Kayla tidak kunjung hadir, akhirnya Pak Hanji menelpon Kayla, namun tidak di angkat angkat.
“Kayla.. Apa kau akan hadir di ulang tahun papah hari ini?” Pesan Pak Hanji ke Kayla.
Namun Kayla tidak membalas balas pesan papahnya, sampai Pak Hanji tertidur di meja makan tanpa hadirnya anak kesayangan.
2 hari berlalu
Akhirnya Kayla membalas pesan papahnya, setelah Pak Hanji menunggu selama 2 hari dengan rasa sedih.
Kayla: ”Papah, maaf Kayla baru balas, Kayla sibuk, akhir akhir ini direktur nya bawel banget”
Melihat pesan anak nya, Pak Hanji sangat senang dan langsung membalas pesan anak tersayangnya, Kayla.
Pak Hanji: ”Gapapa nak.. Papah ngerti kok.”
Kayla: ”Yasudah pah, Kayla mau lanjut kerja dulu.”
Pak Hanji: ”Iya nak..”
Pak Hanji di rumahnya merasa sangat rindu dengan Kayla, setiap malam Pak Hanji selalu melihat foto Kayla sebelum tidur berharap Kayla segera pulang.
Lebaran berikutnya
Pak Hanji memasak opor ayam kesukaan Kayla, memakai uang yang ditabung oleh nya, karena tubuh Pak Hanji yang sudah tua tidak bisa lagi bekerja, maka karena itu Pak hanji hanya bisa mengandalkan tabungannya. Pak Hanji memasak opor kesukaan Kayla, mengira Kayla akan pulang kali ini, Pak Hanji menunggu di depan pintu sambil memakai baju koko lebaran 2 tahun lalu.
2 jam kemudian…
4 jam kemudian..
Kayla tidak kunjung datang, akhirnya Pak Hanji menelpon Kayla
Pak Hanji: ”Kayla? Nak?, apa kau pulang lebaran ini”
Kayla: ”Nggak, sudah lah pah, Kayla tuh sibuk, jangan ganggu kayla!”
Kayla mematikan telepon tanpa berkata apa apa lagi
Pak hanji hanya bisa terdiam di ambang pintu, menahan tangisan dan rasa rindu. Pak Hanji masuk kerumah nya, Pak Hanji pergi ke meja makan, Pak Hanji duduk dan makan opor itu sendirian, sambil makan Pak Hanji menatap foto istrinya yang sudah lama meninggal, Pak Hanji menangis sesenggukan sambil memakan opor yang sudah dia buat susah payah demi Kayla.
21 OKTOBER 2025
Hari ini tanggal ulang tahun Kayla, Pak Hanji pergi ke pasar untuk membeli boneka untuk hadiah Kayla.
Pak Hanji: ”Pak, harga boneka nya yang ini berapa?”
Pak Surya: ”50 ribu pak, udah paling murah ini mah”
Pak Hanji membeli boneka itu, dan membawa pulang, sebelum naik sepedah Pak hanji menelpon Kayla, namun tidak diangkat, lalu Pak Hanji mengirim pesan
Pak Hanji: ”Nak, selamat ulang tahun, papah beliin boneka yang lucu untuk Kayla”
Kayla tidak membalas pesan papahnya.
Pak Hanji menaruh handphone nya di saku celananya, dan pulang menaiki sepedanya. Saat di rumah Pak Hanji menyiapkan pesta ulang yang sederhana dan surat untuk Kayla, lalu tiba tiba Pak Hanji merasa dadanya sangat sesak dan pandangannya mulai kabur, Pak Hanji mencoba untuk mencari obatnya di laci, namun obatnya habis, karena dia lebih memilih membeli boneka untuk Kayla dari pada obat sesak nafasnya. Pandangan Pak Hanji makin buram, dadanya semakin sesak..
BRUKK!!
Pak Hanji kehilangan kesadaran dan terjatuh sambil memeluk boneka yang dibelinya untuk Kayla..
Tepat sekali saat itu Bu Rita, tetangganya datang kerumah untuk memngembalikan uang yang waktu itu sempat Bu Rita pinjam.
Bu Rita: ”Assalamualaikum, Pak! Pak Hanji”
Tidak ada jawaban sama sekali..
Bu Rita: ”Pak? Pak Hanji?”
Bu rita melihat sandal dan sepedah Pak Hanji ada di depan rumahnya, maka Pak Hanji seharusnya ada di dalam
Bu Rita: ”Pak Hanji?”
Bu Rita melihat pintu rumah Pak Hanji tidak di tutup.
Bu Rita: ”Izin masuk ya, pak”
Bu Rita masuk ke rumah Pak Hanji, Bu Rita terkejut melihat Pak Hanji sudah tergeletak di lantai
Bu Rita: ”Astagfirullah! PAK HANJI!!”
Bu Rita langsung berhamburan mendekati tubuh renta Pak Hanji yang tergeletak dingin. Warga kampung gempar dan berbondong-bondong membawa Pak Hanji ke puskesmas terdekat, namun takdir berkehendak lain. Dokter menyatakan Pak Hanji telah menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung kronis yang tidak tertolong.
Di gedung pencakar langit Jakarta, ponsel Kayla berdering berulang kali di tengah tumpukan berkas pekerjaan. Dengan wajah kesal, Kayla akhirnya mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal tersebut.
"Halo, ini siapa sih? Saya lagi sibuk banget!" cetus Kayla dingin.
"Kayla... ini Bu Rita, tetangga papahmu," suara di ujung telepon terdengar bergetar menahan isak tangis. "Pulanglah, Nak... Papamu sudah tidak ada."
Kata-kata itu menghantam dada Kayla bagaikan petir di siang bolong. Seluruh tumpukan berkas, target kerja, dan alasan "sibuk" yang selalu ia agungkan mendadak runtuh tanpa guna. Tanpa memikirkan apa pun lagi, Kayla berlari keluar kantor dan mengambil penerbangan paling awal menuju Semarang.
Sepanjang perjalanan, penyesalan membakar batinnya. Bayangan masa kecil saat menyapu halaman bersama ayahnya, kenangan telur dadar satu-satunya yang diserahkan sang ayah padahal beliau sendiri menahan lapar, hingga deretan pesan singkat yang selalu ia abaikan berputar berulang kali di ingatannya.
Saat melangkah masuk ke rumah masa kecilnya yang kini sunyi, Kayla melihat warga sekitar telah berkumpul. Di atas meja makan yang sederhana, masih tertata rapi piring-piring kosong, sebuah boneka beruang berpita merah yang masih terbungkus plastik, dan sebuah amplop putih lusuh bertuliskan tangan: Untuk Anakku Tersayang, Kayla.
Dengan tangan bergetar hebat dan napas yang sesak oleh rasa bersalah, Kayla membuka lembaran surat yang ditulis ayahnya sebelum hembusan napas terakhir.
"Semarang, 21 Oktober 2025
Selamat ulang tahun yang ke-24, Kayla anak Papah yang paling cantik dan pintar.
Maafkan Papah ya, Nak, kalau Papah sering menelepon dan mengganggu kerjaan kamu. Papah cuma kangen sekali. Setiap malam Papah selalu mendoakan supaya Kayla selalu sehat, dilindungi Tuhan, dan sukses menggapai cita-cita di Jakarta.
Papah bangga sekali punya anak seorang manajer hebat. Kalau dipuji para tetangga, Papah selalu bilang kalau Kayla adalah hadiah terindah yang pernah Papah miliki.
Hari ini Papah belikan boneka beruang ini dari sisa tabungan Papah. Dulu waktu kamu usia 5 tahun, kamu sering minta boneka tapi Papah belum sanggup memberikannya karena uangnya harus dipakai membeli beras dan telur. Papah harap kamu suka ya, Nak.
Jangan lupa makan tepat waktu, jangan terlalu lelah bekerja. Kalau nanti Kayla ada waktu luang sedikit saja, pulang ya... Papah selalu menunggu Kayla di depan pintu.
Dari Papah yang selalu menyayangimu."
Isak tangis Kayla pecah memecah keheningan malam. Ia memeluk erat boneka beruang dan surat lusuh itu ke dadanya, tersungkur di lantai dingin tempat ayahnya menghembuskan napas terakhir demi memberikannya hadiah ulang tahun.
Surat penuh kasih sayang itu akhirnya sampai ke tangannya, namun sosok ayah yang setia menunggunya di ambang pintu kini telah pergi untuk selamanya—menyisakan penyesalan seumur hidup yang tak akan pernah bisa diperbaiki lagi.
moral:”Kasih Sayang dan Pengorbanan Tanpa Syarat: Orang tua rela menahan lapar, menghemat setiap rupiah, hingga mengorbankan kesehatannya sendiri demi kebahagiaan dan masa depan anaknya.
The End