Ternyata Aku Dipindahkan Ke Dunia Parallel dan Menjadi Sangat OP dengan Level Tertinggi di Dunia Itu
SHOUTOUT TO KAK ARDHA YANG BANTU BIKIN ini dianimekan biar mainstream, mindblowing, plus unexpected
2026-08-19 00:06:28 - Muhammad Iqbal Ramadhan
Mark adalah anak yatim piatu, dia dibuang oleh orangtuanya ke panti asuhan. Di panti asuhan ia mendapat perilaku yang keras dari walinya. Ketika ia duduk di bangku 6 SD dia melakukan tes IQ. Setelah ujiannya dibagikan, ternyata ia mendapatkan nilai 100, semua guru pun terkejut.
Ketika ini terjadi, banyak sekolah yang mengirimkan beasiswa SMP pada Mark. Setelah 6 tahun dan lulus SMA sebagai lulusan terbaik, sekarang dia berkuliah di Universitas Lynx. Di universitas itu, Mark menjadi remaja introvert yang mempunyai dua teman yaitu anjing peliharaanya dan teman kuliahnya, Olivia.
Saat ini adalah waktu untuk libur Thanksgiving. Temannya Olivia bertanya, “Mark kamu akan kemana untuk liburan Thanksgiving." Mark pun berpikir sejenak.
“Sepertinya aku dan anjingku akan berkemah di Hutan Ghober,” Olivia terkejut dan berkata.
“Mark apakah kamu tidak takut di Hutan Ghober sendirian bersama anjingmu?!“
“Aku sudah sering berkemah sendirian di hutan belantara bersama anjingku.”
Olivia pun hanya terdiam dan tersenyum, karena dia tahu bahwa temannya adalah orang yang pemberani.
Sekarang Mark sedang berada di apartemen bersama anjingnya yang bernama Jax. Jax ditemukan oleh Mark ketika badai terjadi. Waktu itu Mark sedang mengendarai motor, lalu melihat seekor anjing golden retriever di tengah jalan raya. Ketika Mark melihat makhluk itu, ia merasa kasihan padanya. Hati nurani Mark tidak tega meninggalkan seekor anjing yang malang di tengah jalan, setelah itu dipungutlah anjing itu, lalu Mark memberinya nama, Jax.
Mark dan Jax sekarang bersiap untuk berangkat ke Hutan Ghober. Hutan Ghober adalah hutan di mana terjadinya kasus orang hilang tanpa jejak. Banyak orang bilang bahwa orang yang datang ke sana akan diculik oleh makhluk dari dunia lain. Mark yang mendengar rumor tersebut mengabaikannya karena Mark adalah orang yang tidak percaya hantu atau semacamnya.
Setelah sampai di pos ketiga, Jax tiba-tiba menggonggong dengan keras ke arah pohon beringin yang sangat tinggi. Mark yang melihat Jax seperti itu berusaha untuk menenangkannya, tiba-tiba Mark merasa bulu kuduknya merinding mendengar suara daun yang seperti diinjak oleh seseorang. Secara refleks, Mark menoleh ke arah suara daun yang telah ia dengar, di sana ia melihat sesosok makhluk berjubah hitam mengoceh dengan bahasa yang tidak ia ketahui. Mark yang melihat itu berteriak, “Siapa di sana!” Makhluk itu menoleh ke arah Mark dan menghilang dalam kedipan mata Mark.
Ketika mereka sudah sampai di sebidang tanah yang luas, mereka mulai merakit tenda. Setelah selesai merakit tenda Mark dan Jax mulai memasak kaleng beef dengan kompor gas portable yang mereka bawa dari apartemen. Kemudian setelah mereka makan, hujan pun turun dan petir bergemuluruh. Mark dan Jax pun mulai tidur meringkuk di tendanya mencoba mencari kehangatan satu sama lain.
Di tengah malam, ada suara petir yang sangat kencang hingga membangunkan mereka berdua, setelah itu mereka mendengar suara raungan singa. Mark penasaran apa yang ada di luar tenda mereka dan akhirnya memutuskan untuk mengintip keluar. Ketika mereka melihat keluar, cahaya berwarna putih terang menyinari mata mereka hingga akhirnya membuat mereka pusing dan pingsan.
Mereka terbangun di sebuah altar. Mark kaget, karena banyak orang sedang melihat Mark dan Jax. Jax menggonggong kepada orang yang mendekat, Mark pun menenangkan Jax. Mark melihat seorang berpakaian seperti pendeta mendekatinya. Mark melihat pendeta itu sedang mengeluarkan semacam ilmu sihir. Mark terkejut. Otak manusianya tidak percaya apa yang telah ia lihat. Ia bertanya, “ A-aku di mana, siapa kamu?”
Pendeta itu menjawab dengan sebuah bahasa yang tidak dimengerti oleh Mark. Pendeta itu melempar sihir kepada Mark dan Jax, setelah itu berbicara, “Apakah kamu mengerti apa yang sedang aku katakan.” Mark pun menjawab, “ Ya, aku mengerti apa yang kamu katakan.” Pendeta itu mengusir semua orang yang ada di sekitar, setelah itu membawa mereka ke sebuah pondok kecil di pinggir kota. Pendeta itu berkata, “Kalian beristirahatlah untuk hari ini. Besok aku akan menceritakan semuanya kepada kalian.” Mark dan Jax menuruti apa yang dikatakan oleh pendeta tersebut. Mark dan Jax mulai beristirahat, Mark masih belum percaya apa yang terjadi hari ini.
Keesokan harinya Mark terkejut, bahwa apa yang terjadi sekarang bukan mimpi. Mark bergegas keluar dari pondok. Ternyata di luar sudah ada si Pendeta dan sekelompok penjaga kerajaan. Mark dan Jax dibawa ke kerajaan bernama Lunaro, Mark dan Jax dipisahkan oleh penjaga kerajaan. Mark disuruh untuk berbicara dengan Ratu Lilith, Pendeta itu bilang, “Berbicaralah dengan Ratu, ia yang akan menjelaskan semuanya.” Mark tak bisa melawan dan mengikuti perintah si Pendeta.
Ketika memasuki ruangan ratu Lilith, Mark terpukau dengan wajah cantik Ratu Lilith. Ratu Lilith menyapa Mark dengan lembut, dan berkata, “Siapa namamu, wahai rakyat jelata?”.
Mark pun menjawab, “Nama saya Mark, Yang Mulia.”
Ratu Lilith pun berkata, “Kamu akan menjadi pahlawan di tengah peperangan antara penyihir dan ras iblis barbaric.”
Mark bingung apa maksud perkataan Ratu Lilith, Mark pun menjawab, “Permisi Ratu Lilith, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, maksudmu aku akan menjadi pahlawan?”
Ratu Lilith menjawab, “Sudah ratusan tahun berlalu sejak perang ini mulai, ras penyihir sekarang terdesak. Jika ini diteruskan, ras penyihir mungkin akan punah.”
Mark pun menjawab, “Tetapi, aku hanya seorang manusia biasa. Aku tidak mempunyai fisik yang kuat.”
Setelah itu Ratu Lilith berkata, “Tidak usah cemas. Ketika kau dipanggil dengan lingkaran sihir, kamu otomatis dikasih sihir. Tetapi sihir yang terpilih kita tidak tau. Maka dari itu tempelkan tanganmu di atas bola gelas ini, bola ini akan memberitahu apa sihir yang dipilih dan apa level sihir yang kamu punyai.”
Penjaga kerajaan membawa bola sihir itu kepada Mark, sang Ratu memberi isyarat kepada Mark untuk menaruh tangannya di atas bola itu. Mark pun menuruti apa yang diisyaratkan oleh Ratu, Mark pun menaruh tangannya di atas bola sihir tersebut.
Ketika Mark menaruh tangannya di atas bola sihir, hal yang mengejutkan terjadi. Bola sihir itu mulai mengeluarkan warna warni, dari warna merah hingga ungu. Semua orang yang ada di sana terkejut melihat itu bahkan Ratu Lilith terpukau. Setelah beberapa menit, hasilnya pun keluar. Hasilnya seperti hologram yang melayang di atas bola sihir itu. Semua orang melihat level yang dimiliki oleh Mark, ternyata Mark menguasai semua sihir dengan level 999. Semua orang di sana berseru dan mengatakan, “SEORANG PAHLAWAN TELAH LAHIR!” Mark memasang muka bingung, dia bertanya, “Permisi ini artinya apa ya?” Ratu menjelaskan, “K- KAMU ADALAH PENYIHIR TERHEBAT DI DUNIA.“ Ratu Lilith menyuruh pelayannya untuk membawa Mark ke sebuah ruangan.
Ratu Lilith berkata, “MARK KAMU ADALAH SENJATA TERKUAT KITA.” Mark hanya memasang muka bingung. Ratu menyuruh pelayannya untuk memanggil Letnan Luna, sang pelayan mengirim sinyal telepati sihir kepada Letnan Luna. Letnan Luna menghadiri ruangan dengan cara teleportasi, Mark yang melihat itu terkejut setengah mati.
Mark bertanya, “B- bagaimana dia bisa hadir dalam kedipan manusia.” Letnan Luna berkata, “Ini adalah sihir teleportasi.” Mark melihat wajah Luna yang begitu anggun dan asri. Ia terkejut, bagaimana wajah yang begitu cantik bisa menjadi letnan perang.
Ratu berkata bahwa yang akan melatih Mark sihir adalah letnan Luna. Ratu menyuruh letnan Luna untuk mengajarinya karena Letnan Luna adalah orang yang paling mahir sihir di kerajaan itu. Mark pun teringat, ia lupa untuk bertanya apa nama negeri ini. Letnan Luna pun berkata, “Jika kau ingin bertanya tentang nama kerajaan ini bertanyalah padaku.” Mark memasang muka terkejut ia bertanya dalam pikirannya, “Bagaimana dia tahu apa yang kupikirkan.” Letnan Luna berkata “Kekuatanku adalah teleportasi, membaca pikiran, air, dan es.” Mark harus berpikir yang baik di depan letnan Luna. Ratu Lilith memberikan tugas untuk melatih Mark di sebuah hutan belantara bernama Hutan Devalonisia. Letnan Luna hanya mengiyakan apa yang diperintahkan ratu yang kemudian menyiapkan sebuah rumah kecil untuk mereka berdua.
Ketika mereka berdua pergi meninggalkan kerajaan, Mark melihat Jax sedang bermain dengan Pak Pendeta. Saat pendeta melihat Mark, ia langsung melepaskan tali ikatan Jax, Jax pun berlari ke arah Mark. Letnan Luna ketika melihat Jax ia langsung berteleportasi berjarak 300 meter dari Jax. Letnan Luna berkata, “J-jauhkanlah makhluk berbulu menjijikan itu!” Mark yang mendengarkan itu tidak terima sahabatnya dihina oleh si letnan, ia pun berniat usil dan menyuruh Jax untuk mengejar letnan. Letnan berteriak, “AHHHHHHHH MENJAUH MENJAUH.” Mark pun tertawa melihat Letnan Luna dikejar oleh Jax.
Mark, Jax, dan diikuti oleh Letnan Luna, kembali ke pondok untuk mengambil barang-barang untuk pergi ke hutan Devalonisia. Saat mereka hendak pergi, Jax mengalami sakit perut. Wajahnya berubah menjadi biru.
“Gawat, kenapa virus itu bisa berada di tubuh makhluk berbulu itu?” Letnan Luna kaget serta hampir terjatuh.
“Apa maksudmu Letnan? Apakah ini virus berbahaya?” Tanya Mark dengan khawatir.
Jax menggonggong kesakitan. Badannya mulai berubah menjadi biru dan sekitar tubuhnya ada api kecil yang mematikan. Letnan menutup matanya, ketakutan dan menggigil.
“Lakukan sesuatu, Letnan!”
Kulit Jax mulai secara perlahan-lahan terkelupas dengan sendirinya. Letnan masih takut akan virus itu.
“LETNAN, CEPATLAH TOLONG JAX!! Dia tersiksa, lakukan sesuatu!”
Tiba-tiba ada orang berjubah hitam mendatangi mereka. Dia membawa pedang yang diperban.
“Aku bisa membantu jika kalian mau,” kata orang itu.
“Bisakah kau tolong Jax? Dia merintih kesakitan sejak tadi,” Mark memohon sambil menangis.
“Aku Jack dan aku adalah saudaramu,” Kata Jack sambil membuka penutup kepalanya. Mark memelototi Jack.
“Tidak mungkin, aku tidak punya saudara sama sekali.”
“Kau punya. Ini salahku dan orang tua kita. Orang tua kita membuangmu karena mereka sudah memilikiku. Andai saja jika aku tidak lahir. Kau tidak akan merasakan kesedihan selama hidup ini,” Jack meyakinkannya.
“Siapa pun kau aku tidak peduli, tolong selamatkan Jax, cepat!”
Jack membuat ruangan lingkaran tembus pandang. Kemudian menebas Jax dengan cepat. Tiga detik kemudian, Jax sehat kembali.
“Jaaaaax,” Mark menangis tersedu-sedu. “Jax, jika kau mati, aku akan kesepian.”
“Ohh, jadi kau saudaranya. Aku Luna, salam kenal,” Letnan menyapa sambil tersenyum. “Kenapa kau mengikuti kami sejauh ini?”
“Sebenarnya, aku mengikuti adikku selama dia masuk Universitas Lynx. Aku memasang sebuah penutup kepala agar tidak ketahuan. Dan aku juga memasang alat pelacak pada tubuh Mark.”
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju hutan Devalonisia, dan mereka mendapatkan rekan baru yaitu Jack, Mark masih meragukan yang dikatakan oleh si saudaranya itu. Ketika malam datang mereka memutuskan untuk berkemah di bawah sebuah pohon maple, mereka menyalakan api unggun dan memasak sup wortel. Sekarang mereka sudah mulai tidur, Jack mengatakan untuk berjaga secara bergantian. Jack adalah yang akan menjaga pertama, jika dia sudah mengantuk dia akan membangunkan Mark. Mereka pun mengiyakan rencana Jack, pukul 12:00 adalah waktu dia akan bergantian dengan Mark. Jack membangunkan Mark dan menyuruhnya untuk berjaga, tanpa mereka sadari sesuatu di dalam kegelapan ada sesuatu makhluk yang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Saat giliran Mark untuk berjaga. Mark bingung sekali, bagaimana bisa dia memiliki seorang kakak. Kenapa Ia baru menyadarinya sekarang. Setahu pengasuh saat kecilnya, Ia dibuang lima hari setelah ia dilahirkan. Mark juga ragu terhadap sihir yang digunakan Jack. “Apakah ada sihir yang menggunakan pedang? Biasanya penyihir yang di film-film menggunakan tongkat dan sapu terbang.”
“Kau ragu tentang sihirku?” Jack berdiri di belakang Mark. “Sihir yang kugunakan adalah Sihir Operasi, yang bisa mengoperasi seperti dokter bedah. Tetapi sihirku hanya bisa digunakan jika membuat ruangan operasi. Dan tenagaku terbatas jika aku terlalu sering menggunakan sihir.”
“Kenapa kau mengikutiku? Bagaimana Ayah dan Ibu?” Tanya Mark.
“Sebenarnya mereka berdua sudah bercerai.”
“Eh… kau tidak berbohong kan?”
“Tidak, mana mungkin aku berbohong. Saat mereka berdua bercerai, aku ikut dengan ibu. Kemudian suatu hari, ibu tiba-tiba mmengakhiri hidupnya sendiri. Ini terjadi sebulan yang lalu. Jadi aku terpaksa menginap dengan temanku di satu kos. Aku juga kuliah sambil bekerja di kafe. Bagaimana bisa aku tidak mengkhawatirkan adikku yang hidup seorang diri? Aku merasa kasihan padamu, jadi aku mengikutimu dengan memasang alat pelacak di jantungmu,” kata Jack sambil mengasah pedangnya.
“Lalu bagaimana kau memasang alat pelacak di jantungku?”
“Pernahkah kau bagun dalam keadaan dada diperban?”
“Ya, pernah. Pada saat, ehh… sebulan lalu saat malam, aku membela Olivia yang di-bully oleh sekelompok geng.”
“Saat itu aku mendengar suara tangisan seorang wanita, ketika kulihat ternyata itu Olivia. Olivia sedang memangku dirimu yang pingsan dengan muka bonyok, Olivia berkata, “S-siapapun dirimu tolong aku, tolong bawa dia ke rumah sakit. Aku yang melihat itu langsung memapah dirimu yang sedang pingsan. Untungnya kost-mu lumayan dekat, aku membawa kamu ke ruang tamu dan menyuruh Olivia untuk pulang dan beristirahat. Dan saat itulah aku mengoperasimu.” Itulah yang dikatakan Jack
Jack mengeluarkan satu kartu berwarna merah dari dalam sakunya. Seketika kartu itu berubah menjadi katak. Lalu katak itu mengeluarkan sayap berwarna hitam dari punggungnya.
“Waw, apakah ini sihir?” Tanya Mark dengan terkejut.
“Ya, sihir ini adalah salah satu dari sihir terlangka. Yaitu mengubah benda menjadi makhluk hidup.”
Letnan terbangun dari tidurnya, karena Mark dan Jack mengobrol sejak tadi. Letnan berkata, “Kalian ngomong tentang apa?” Ketika letnan sedang ingin duduk, sebuah beruang dengan tiga tanduk di kepalanya menyerang mereka berempat. Sang letnan tanpa berpikir panjang membekukan beruang itu. Mark yang melihat itu terduduk lemas, ia melihat bahwa Letnan Luna bukanlah wanita lemah dan penakut. Ia benar-benar profesional.
Tiba-tiba es yang membekukan beruang itu mencair. Ternyata beruang bertanduk tiga itu bukanlah beruang biasa. “Beruang itu adalah spesies beruang api bertanduk tiga. Tetapi beruang api itu masih berada di level yang rendah. Sedangkan level yang tinggi adalah beruang lava bertanduk tiga.” Letnan menanggapi.
“Tunggu, biar aku yang mengurusnya. Aku tidak ingin menjadi beban di sini,” Mark ingin mencoba melawan satu lawan satu. “Sebelumnya aku tidak pernah melawan musuh dengan sihir, jadi biarkan aku mencoba sihirku.”
“Lavendirs,” Mark mengucapkan mantra asal-asalan, dengan menunjuk jarinya ke beruang api. Seketika muncullah burung hantu berwarna hijau. “Aku berhasil, sekarang serang dia, burung hantu!” Burung hantu Mark menembakkan cahaya dari mulutnya, lalu mengenai kepala beruang api tersebut. Beruang api terpental jauh.
Burung hantu hijau kini berubah menjadi cahaya yang masuk ke tubuh Mark. “Ehh… kenapa burung hantunya berubah?” Tanya Mark sambil menggaruk kepala. “Jack, bolehkah aku pinjam kartumu?”
Jack memberikan kartu berwarna merah. “Sekarang lihat, apa aku bisa mengubah kartu ini?” Mark bertanya lagi. “Bim-salabim muncullah, katak besar.”
Asap kecil muncul dari tangan Mark. Kartu itu berubah menjadi kecebong. “Kenapa kecebong yang muncul? Aku tidak bilang kalau aku mengubahnya menjadi kecebong,” Mark bertanya-tanya sambil marah. “Itu karena sebelumnya kau tidak pernah melatih sihirmu, Mark. Jadi kau belum bisa mengontrolnya,” Letnan menanggapi.
“Lihat, kecebongnya melompat-lompat, kita harus apakan kecebong ini?” Tanya Mark.
“Akan ku-ubah menja–,” Jack terkejut.
Melihat Letnan Luna membekukan kecebong dengan kejam. “Sudah kusingkirkan, makhluk itu menjijikan,” kata Letnan dengan bersikap kejam.
Mark yang merasa terhina memasang muka masam, Jack yang melihat adiknya disindir oleh letnan Luna tertawa cekikikan. Setelah kejadian pagi yang agak tidak bisa dicerna oleh akal sehat, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah kecil. Mark menyadari sesuatu, “Bukankah Letnan Luna mempunyai sihir teleportasi, mengapa ia tidak menteleportasikan mereka saja.”
Letnan Luna tiba-tiba berkata, “Aku bisa saja meneleportasikan kita, tetapi aku mau melihat sebanyak apa staminamu.” Mark yang mendengar itu teringat bahwa Letnan Luna bisa membaca pikiran.
Jack merasa bingung karena tiba-tiba Letnan berkata pada diri sendiri, ia pun bertanya, “Letnan, kamu berbicara dengan siapa.” Mark yang mendengar itu menjelaskan tentang kekuatan Letnan Luna. Jack yang mendengar itu merasa berhati-hati jika berpikir.
Setelah menempuh perjalanan selama dua hari satu malamm mereka akhirnya sampai di rumah usang yang telah dikatakan Ratu Lilith. Di rumah itu berisi tiga kamar tidur dan dua kamar mandi. Mereka membagi kamar masing-masing dan hasilnya adalah Jack tidur sendiri, Mark tidur bersama Jax, dan Letnan tidur sendiri. Setelah membagi kamar, Letnan Luna membuat steak dengan daging beruang bertanduk tiga bekas pagi tadi.
Ketika mereka menyantap steak, letnan Luna, “Berkata besok pagi pukul 6:00 kita akan melatih sihir Mark.” Mark yang mendengar itu hanya mengangguk. Setelah selesai makan mereka mulai tidur.
Keesokan harinya Mark bangun. Ternyata ia bangun pukul 8:01. Mark yang melihat itu berteriak, “AHHHHHHHHHH AKU TERLAMBAT.” Ia bergegas berlari menuju halaman depan. Ia sudah melihat Letnan Luna dan Jack berdiri dan sedang melakukan pertarungan kecil. Letnan Luna yang melihat Mark sedang berlari terbirit-birit menggunakan sihir airnya untuk membasahi seluruh badan Mark. Mark yang masih setengah sadar berteriak, “AHHHHHHHH DINGIN.” Jack mengambil handuk untuk mengeringkan badan adiknya, letnan Luna yang melihat itu menceramahi Mark tentang kedisiplinan. Mark tiba-tiba teringat bahwa ia belum melihat Jax sejak ia bangun tadi.
Jack dan letnan yang mendengar itu, melihat Mark dengan muka bingung. Jack berkata, “Bukankah Jax tidur bersamamu.” Mark bergegas kembali ke tempat tidurnya tanpa menjawab Jack. Mark yang melihat bahwa Jax tidak ada di kamarnya, langsung bergegas mengambil jaket dan pergi ke dalam hutan Devalonisia.
Mark yang berlari dengan menangis dan berteriak memanggilnya, “JAXXXXXX.” Jack yang mendengar itu bergegas mengikuti adiknya yang sedang menangis sesenggukan.
Mark mulai berpikir negatif, “Apakah Jax dibunuh oleh monster?” Seketika itu Mark mulai emosi. Jack yang sudah membuntuti adiknya tiba-tiba tertinggal dengan kecepatan Mark. Jack melihat Mark mengeluarkan api dari dalam tangannya dan membuat Mark semakin cepat.
Mark mendengar suara Jax menggonggong rintih. Mark berteriak, “JAX KAMU DI MANA?¨ Lalu terdengar suara tongkat yang memukul-mukul tembok. Mark yang khawatir tidak sengaja membuka sihir rahasia tingkat bangsawan. Sihir itu membuat pohon-pohon di hutan terbang ke langit.
Lalu mata Mark berubah menjadi merah terang. Mata merah itu adalah mata sihir yang bisa melihat sejauh apapun objek atau subjek yang dicari oleh pengguna. Mata sihir ini hanya bisa digunakan oleh tiga orang di dunia. Dengan mata merah, Ia bisa melihat keberadaan Jax. Lalu Mark melihat Jax yang dilemparkan ke langit oleh makhluk berbulu besar yang membawa tongkat.
Mark yang melihat Jax dilempar, marah sehingga tidak bisa memegang kendali dirinya. Mark sekarang dalam kondisi tidak terkendali. Mark melompat setinggi awan, lalu mengeluarkan bola api yang besar dari tangannya. Warna bola api itu berubah dari merah ke biru lalu ungu.
“Mark, sadarlah,” Jack bergumam. Jack membuat ruangan berbentuk lingkaran besar. Jack loncat ke arah Mark dengan cepat. Mark yang melihat Jack mendekat, melempar bola api ke arahnya. Jack mengubah pedangnya menjadi pedang air, lalu menebas bola api tersebut. “Sadarlah, Mark,” dengan tangan Jack, mulai mengontrol otak Mark.
Jack terkejut, karena otak Mark tidak bisa dikontrol olehnya. Lalu Mark tersenyum jahat, mengontrol gravitasi Jack untuk turun ke tanah. Mark membuat kloning dengan jumlah yang banyak. Kloning Mark tertawa sambil membawa tongkat baseball, lalu turun untuk memukul Jack ke atas.
“Gawat, aku terjatuh. Apa yang harus kulakukan,” Jack bergumam selagi jatuh. “Tidak ada pilihan lain, aku harus membangkitkan kekuatan sihir tingkat bangsawan juga.” Lalu Jack mengubah dirinya menjadi baja yang sangat keras. Sehingga badannya tidak bisa dihancurkan dengan mudah.
Saat tubuh Jack turun ke tanah, kloning Mark memukulnya ke atas langit. Pengaruh gravitasi membuat Jack menurun. Lalu Jack melompat jauh ke arah Jax yang hendak jatuh. “Oi anjing, kemarilah!” Seru Jack. Jack memegang tangan Jax, sambil mengubah tanah yang akan diinjaknya menjadi air.
“Orang berjubah menyebalkan,” kloning Mark memasang wajah sebal. “Dasar tidak berguna kalian,” kloning Mark yang lain juga memasang wajah sebal. Semua kloning Mark mulai menghilang satu persatu. “Apa ini? Kita bahkan belum membuat orang berjubah itu babak belur.”
“Ohh, jadi kloning-kloning itu memiliki batas waktu. Aku akan mengulur waktu,” Jack bergumam sambil tersenyum tipis. Saat turun ke tanah air, Jack berlari membawa Jax keluar area buatannya. “Jax larilah ke Letnan, aku tidak bisa terus menjagamu.” Jax mengangguk, lalu lari ke arah letnan.
Mark yang masih tidak terkendali, menembakkan banyak burung elang api ke semua arah. Api dari burung-burung elang mulai menyebar. Mark mulai tertawa kembali, mata merahnya semakin bersinar terang. Letnan memasang pelindung berbentuk segi empat di sekitar Mark, agar dia tidak bisa menghancurkan apapun.
Mark terkurung untuk sementara, sambil Jack mencari titik kelemahannya. Mata Jack berubah menjadi biru muda yang terang. Untuk sekarang hanya bisa menunggu sampai Jack menemukan titik kelemahan Mark.
“Bagaimana, Jack, sudah ketemu?” Letnan bertanya.
“Belum, energi dan pertahanan yang dimiliki Mark sangatlah besar. Mungkin kita harus menyerang titik vitalnya, yaitu…” Jack ragu-ragu tentang jawabannya.
Mark mengamuk di dalam pelindung. Melemparkan sihir-sihir ke segala arah. Tetapi Mark tidak bisa keluar. Semakin lama Mark mengamuk, pelindung mulai retak. Ketika pelindung mulai melemah Jack mulai merapal sebuah mantra kuno yang tidak diketahui jenderal maupun Mark. Saat Jack mulai merapal mantranya Mark merasa jantungnya melemah dan gara-gara itu. Energi dan pertahanan mark luntur membuat Mark pingsan saat itu juga
~~Berlanjut [tunggu Kak Ardha]