Halo, saya pengguna giga #bahasa

DUKUN TUKANG FOTO

Di sebuah kota kecil, terdapat pasar yang cukup ramai dikunjungi masyarakat. Di tengah tengah ruko, terselip ruko kecil yang sudah dimakan waktu. Ruko tersebut adalah studio foto yang anehnya setiap foto yang keluar dari kamera selalu putih. Konon katanya, fotografer yang ada di ruko tersebut adalah seorang dukun mandraguna, yang bernama Mbah Putri.

Di suatu malam, hujan deras membasahi kota. Kerlip lampu yang indah keluar dari setiap bangunan dan nyanyian hujan yang merdu didengar. Namun di setiap keindahan itu, ada kehampaan di dalam hati seorang pemuda pekerja lepas bernama Andi. Andi yang seharusnya berbadan tegap, tapi saat ini malah bahunya layu dan berjalan gontai.



Tubuh besar dan tegap itu basah diguyur hujan, matanya yang redup melirik penasaran ke ruko kecil dan tua itu, di deretan ruko yang masih baru. Kakinya yang juga penasaran melangkah gontai menuju ruko itu. Lonceng pintu berdentang, menandakan Andi masuk ke ruko itu. Mbah Putri yang diterangi lampu 5 watt, menyambut Andi yang lusuh di depan pintu. ”Monggo mas, teduh dulu disini”. Andi yang hatinya kosong sekosong lubang hitam, cuek tak acuh terhadap sambutan Mbah Putri.


Andi yang hanya berdiri di dekat pintu, membuat Mbah Putri kebingungan. “Kenapa to mas?, sini duduk jangan berdiri di situ aja”. Andi yang mendengar itu nurut duduk di situ, dengan bibir yang masih tertutup. Mbah Putri yang penasaran ingin bertanya, namun urung melihat raut wajahnya yang keruh, dipenuhi guratan kesedihan tak kasatmata.



Andi yang sudah mulai tenang baru mau bicara. Bibir yang tadinya terkulai lesu mulai terangkat. “Mbah, orang-orang bilang aku harus ikhlas karena Ibu sudah tidak ada lagi. Tapi mereka tidak tahu, Mbah... separuh dari jiwaku ikut terkubur bersama tanah makamnya hari itu”. Mbah putri yang mulai paham, melangkah ke lemari tua. Diambilnya kamera yang ketinggalan zaman dan sedikit berdebu itu. “Mas ….mungkin mbah bisa bantu. Mbah bisa foto kembali kenangan-kenangan mas dengan ibu”.



Andi yang mendengar itu langsung setuju tanpa berpikir dua kali. “Baik, saya setuju mbah. Apa yang harus saya lakukan?”. Mbah Putri yang gigi ompongnya keliatan karena tersenyum pun bilang. “Baik….Mas kayak gitu saja, nanti saya aba-aba”. Mendengar itu Andi memperbaiki posisi duduknya. “Satu…dua…tiga…ckreek”. Dalam satu ketukan detik, kilatan flash yang menyilaukan itu menembus remang studio, mengabadikan raut wajah sendunya ke dalam keabadian. Menandakan foto itu berhasil diambil.


Bunyi motor matik kamera berderit pelan, memuntahkan selembar kertas film kotak dari celahnya. Sambaran tangan Andi yang mengambil secepat petir, mata yang tadinya redup sedikit bercahaya…”DUBRAK”. Suara debum keras kursi yang ditendang Andi. “MBAH MAU NIPU SAYA YA?!!!”. Andi berubah 180° derajat. Yang awalnya badannya layu, berubah tegak. Yang awalnya matanya redup, jadi melotot bin copot.



“Tenanglah mas, mbah tidak berniat nipu kamu”. Mbah dengan tenang membantah tuduhan Andi. “LAH, TERUS INI KENAPA GAK ADA GAMBARNYA MBAHH!!!”. Tangan Andi sudah mengepal sampai urat tangannya kelihatan ”Itu ada gambarnya mas”. Mbah dengan sabar menjawab. “LAH KALO BUKAN NIPU… TERUS, KENAPA INI PUTIH SEMUAA!!!!. KATANYA, MBAH BISA FOTO KENANGAN SAYA DENGAN IBU SAYA?!!”. Otot Andi yang tadinya lembek mulai keliatan keras. “Memang benar itu putih semua… Tapi kenangan itu tidak akan muncul jika mas masih meratapi kepergian ibumu”. “BRAKK” Suara yang lebih keras dari sebelumnya memenuhi studio. Pintu yang sudah tua dan rusak, malah ditambah rusak oleh Andi. “HALAH, BANYAK OMONG… UDAH TAU SEDIH DITINGGAL IBU MALAH NIPU!! UDAH NIPUNYA RECEH SEGALA, MINIMAL BELAJAR DULU MBAHH!!!”. Langkah kaki Andi tegas, meninggalkan ruko kecil itu.


‘Air yang beriak tanda tak dalam’,mereka yang paling ribut biasanya tidak tau apa apa. ‘Lumpur yang keruh akan bening jua’’,amarah perlahan lahan hilang seperti badai. Melodi hujan yang berubah dari rock ke klasik. Semburat oren kekuning kuningan, keluar dari balik gedung gedung di kejauhan. Menerangi sedikit di gelapnya malam. Lampu lampu bangunan perlahan mulai padam. Badai mulai hilang dalam hati Andin. Kakinya mulai lelah, jatuh di atas aspal yang keras.



Urat tangannya yang hilang, mulai mencari foto berwarna putih itu. Ajaibnya, foto yang aslinya dibuang sama Andin. Malah ada di depan Andin persis. Foto yang terangkat itu, mulai dilirik matanya yang redup kembali. Ajaib bin ajaib, foto yang putih semua itu mulai menunjukan gambarnya. Tidak hanya satu dua gambar, melainkan banyak gambar. Yang membentuk video kenangan, seperti putaran roll film. Video yang berisi kenangan pahit,manis,asam,asin,pedas bersama ibunya. Pipinya mulai basah karena satu dua tetes air mata, yang cukup buat orang yang melihat akan ikut sedih. Suaranya yang pelan, perlahan lahan serak. Setiap tarikan napasnya terdengar berat, seperti balok semen yang mengimpit rongga dada. Membuat orang yang mendengarnya ikut sesak.


‘Bunga yang gugur takkan kembali ke rantingnya, namun ia menutrisi tanah tempatnya rebah’. Begitulah ibu Andin, yang sudah tiada dan takkan bisa hidup kembali. Namun kenangan pahit,manis,asam,asin,pedas yang ditinggalkannya akan terus menghidupkan hati Andin dan orang-orang yang ditinggalkannya.



Sebelum Andi menghentikan tangisnya. Sebelum Andi menyadari kesalahannya (kepada mbah putri). Sebelum Andi beranjak berdir… ‘PLAKK’. “MAS, BANGUN!!... MANDI, MAKAN, DAH JAM 6!!!”. Suara ibu Andin yang menggelegar ke seluruh bagian rumah. Tangannya yang menampar paha Andi, sekuat dan secepat meteor yang jatuh ke bumi. Andi yang tersenyum kecut (sambil mengelus elus pahanya), hanya mengangguk kepada ibunya. “Ternyata cuma mimpi to…”. Andi yang berbisik sendiri, sambil mengelus dadanya dan ketawa getir (setelah ibunya pergi).


Kerusakan Alam Akibat Ulah Kumulatif Manusia

Kerusakan Alam Akibat Ulah Kumulatif Manusia

1790652322.jpeg
Yu-ju
14 hours ago
CILACAP?

CILACAP?

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocKdT0zgP76UlXPR0afSzdD93vMaWwo8w0U2KbE0-L6Q7IUWAOU=s96-c
cinderdella cikk
16 hours ago
Juara Sunnah Prayers Kategori Tahajud Terbanyak

Juara Sunnah Prayers Kategori Tahajud Terbanyak

1729645510.jpeg
Rian Hidayat Abi
22 hours ago
Juara Sunnah Prayers Kategori Pembaca Shalawat Nabi Terbanyak

Juara Sunnah Prayers Kategori Pembaca Shalawat Nabi Terbanyak

1729645510.jpeg
Rian Hidayat Abi
22 hours ago
Motivasi Dari "aku iki krumet"

Motivasi Dari "aku iki krumet"

1792552776.gif
Fa'iq Althaf Zayyan
22 hours ago