Salah satu cerita teman kita, saya harap ini bisa menyadarkan beliau.
Disuatu sekolah yang terletak di Semarang, ada satu siswa laki-laki bernama Ridho yang sedang menempuh jenjang SMA kelas 10. Asal Ridho dari Kota Kendal, lahir pada tanggal 24 Oktober 2011. Pada suatu senin, Ridho, dan teman-temannya mengikuti pembelajaran olahraga yang dibimbing oleh Mr Eko. Pada saat itu Mr Eko memberikan instruksi untuk berlari mengelilingi sekolah sebanyak 6 kali Namun, sebelum Ridho dan teman-temannya berlari, mereka memutuskan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu “Ayo pemanasan dulu, Ridho yang mimpin ya!” temannya Ridho yang bernama Fredin menginstruksi, dan Ridho pun membalas “Yowes ayo”. Mereka pun mulai memanaskan badan dengan berbagai gerakan peregang. Setelah beberapa saat, “Udah panas ini, langsung aja ayo” seru Ridho setelah merasa badannya sudah panas.
Ridho dan teman-temannya pun mulai mengitari sekolah dengan santai. Pada putaran ke 1-2 mereka semua terlihat berlari dengan bergerombol, namun, pada putaran ke-3 mereka pun terbagi menjadi 2 kelompok karena perbedaan tenaga dan kecepatan, Ridho, Fredin, Birri, dan Arsya berada di gerombol yang terbelakang, dan teman-teman lainnya bergerombol memimpin di depan. Putaran ke-4 Kelompok yang terbelakang mulai kehabisan nafas, mereka pun mulai memikirkan cara untuk mempercepat tugas mereka dengan efisien. Fredin, dengan cerdik memikirkan jalan pintas untuk memangkas jarak perputaran dengan cara mendaki sebuah jurang yang tidak terlalu tinggi. Fredin memanggil gerombolan yang tertinggal termasuk Ridho, “Eh lewat sini aja lebih cepet” ajak Fredin dengan nafas terengah-engahnya. Saat sampai di kaki jurang yang tidak terlalu tinggi itu, Fredin dengan percaya diri mulai memanjat jurang itu, namun naas, Fredin tergelincir pada tumpuan ke-2 nya, Fredin tidak jatuh, hanya kehilangan keseimbangan untuk beberapa saat, teman-teman di belakangnya menanyakan keadaan Fredin disertakan tawa tipis, tetapi, setelah kejadian itu terlewat beberapa menit, Ridho masih tertawa dengan cara yang aneh, teman-temannya menyarankan Ridho untuk berhenti karena teman-teman perempuan sekelas mereka akan berpapasan dengan gerombolan Ridho, dan teman-teman Ridho tidak ingin merasa malu.
Ridho pun mulai tenang dengan tertawanya yang semakin mengecil. Pada putaran ke-6, beberapa meter sebelum titik selesai, Fredin memiliki ide untuk menyuruh Ridho mengejar mereka “Do, dikit lagi kan finish, kita main kejar-kejaran yuk, kamu yang ngejar ya!” Ridho pun mengangguk setuju, dan teman-teman Ridho masih berlari dengan wajah yang senang karena akan bermain kejar-kejaran dengan Ridho, namun, pada saat Ridho mulai berlari mengejar, raut wajah mereka berubah pucat dan ketakutan. Ridho mengejar dengan suara aneh yang dikeluarkan oleh mulutnya. Teman-teman Ridho berlari sekuat tenaga mereka sampai garis finish, tak lama suara keras tetapi santai merambat dari arah lapangan “Siapa yang teriak-teriak itu?” Mr Eko terheran, teman-teman Ridho serentak menyebutkan nama Ridho mengadu. “Ridho! Turun 10 kali!” Seru Mr Eko dengan tegas, dan menanyakan berbagai hal mengapa Ridho teriak-teriak sebegitunya.
Setelah pembelajaran olahraga berakhir, seluruh siswa kelas 10 laki-laki beranjak ke asrama mereka untuk membersihkan diri, dan bersiap untuk melaksanakan ibadah ashar. Selepas itu, Ridho mengajak teman-temannya untuk jajan di warung depan sekolah untuk mengisi waktu luang. Pada saat perjalanan menuju gerbang sekolah, Ridho mulai bertingkah aneh, tertawa terbahak-bahak dengan lelucon yang tidak lucu, atau tertawa dengan lelucon yang ia buat sendiri. Teman-temannya tidak terlalu menghiraukan karena telah terbiasa dengan sikap Ridho yang berlebihan, namun, sesuatu yang berlebihan seperti itu tidak baik bukan?
Selepas jajan di warung depan sekolah, Ridho dan kawan-kawan balik ke sekolah untuk makan malam, percakapan di ruang makan bisa dibilang cukup dalam, mereka membicarakan masalah-masalah mereka di sekolah, cerita tentang masa lalu, dan mungkin membicarakan seseorang. Perilaku Ridho entah kenapa lebih tenang saat didalam ruangan dan bahkan lebih bijaksana seketika, ia berinisiatif untuk membuka topik yang menarik dan memberi saran yang bagus untuk teman-temannya. Waktu berlalu sampai setelah ibadah maghrib, Ridho dan kawan-kawan mengikuti pembina mereka untuk melaksanakan kajian di sekitar sekolah, mereka memutuskan untuk bersinggah di belakang sekolah yang dimana ada taman rumput yang dikelilingi pagar, bak kandang untuk hewan namun tidak ada penghuninya. Sesampainya mereka di belakang sekolah, sebelum memulai kajian, mereka sempat mengobrol, bermain-main sebentar, saat itu salah satu teman Ridho memasuki taman rumput tersebut untuk melihat-lihat, namun, disaat itu juga Ridho masuk ke taman rumput itu, dan mulai bertingkah aneh lagi.
Ridho mulai bersuara seperti kambing “Mbaaas-mbaas-mbaass” beruntungnya, kejadian tersebut direkam oleh pembina untuk menyadarkan sikap Ridho. Mereka pun memulai kajian setelah Ridho tenang, tetapi entah dari mana, teman-teman Ridho mulai memberi julukan Ridho “SCP” dikarenakan tingkah lakunya yang mirip seperti salah satu karakter cerita horor fiktif SCP. Pada malam hari setelah ibadah isya, para siswa melaksanakan kegiatan belajar secara mandiri di kelas masing-masing, Arsya dengan niat untuk menyadarkan Ridho dengan membuat video beraksen horor seperti cerita fiktif SCP dari rekaman Ridho pada saat di taman itu. Video tersebut Arsya kirim ke Ridho dengan harapan ia sadar akan tingkah lakunya yang tidak mencerminkan orang yang hendak beranjak dewasa. Reaksi Ridho setelah mengamati seluruh isi video yang berisi tingkah lakunya sendiri pun terkejut, heran, ia ingin marah namun itu adalah tingkah laku ia sendiri, Ridho pun termenung sejenak dan secara spontan berseru “Kok aku gini banget ya?” sejak adanya video itulah Ridho mulai mengubah tingkah lakunya menjadi seseorang yang lebih dewasa. Kesadaran diri adalah langkah paling awal untuk berbenah, memiliki sifat ceria dan humoris itu baik, namun harus tau batas kan kondisinya, seseorang yang mulai beranjak dewasa perlu belajar menyesuaikan sikap saat akan bercanda dan saat akan serius.