Gleeze Valencia 1 day ago
Zeze_skies #sains

Entropi dan Panah Waktu: Mengapa Hidup Harus Terus Berjalan?

Entropi (S) adalah ukuran tingkat ketidakberaturan, keacakan, atau penyebaran energi dalam suatu sistem tertutup. Berdasarkan Hukum II Termodinamika, entropi total alam semesta akan selalu meningkat dalam setiap proses alami. Untuk memahaminya secara runtut, kita bisa membayangkan sebutir telur utuh di pinggir meja. Jika telur itu jatuh, ia akan pecah dan isinya berhamburan ke lantai. Proses dari kondisi telur yang rapi teratur menjadi kondisi yang berantakan inilah yang disebut sebagai peningkatan entropi.

Menariknya, kita tidak akan pernah melihat pecahan telur di lantai tiba-tiba melompat kembali ke atas meja lalu menyatu menjadi utuh secara spontan. Secara hukum kekekalan energi (Hukum I), proses balik tersebut sebenarnya tidak melanggar hukum fisika karena jumlah energinya tetap sama. Namun, hal itu mustahil terjadi di alam semesta karena melanggar Hukum II. Menghimpun kembali materi dan energi yang sudah terlanjur menyebar acak secara spontan adalah hal yang tidak bisa dilakukan. Inilah alasan mengapa dalam dunia sains, entropi erat kaitannya dengan "panah waktu" (arrow of time). Waktu memiliki arah yang mutlak, yaitu hanya berjalan satu arah ke masa depan dan tidak pernah mundur ke masa lalu.

Hukum alam yang mutlak ini sebenarnya menyimpan pesan filosofis yang sangat mendalam bagi kehidupan kita. Sama seperti pecahan telur yang tidak bisa utuh lagi, keputusan yang telah diambil, kesalahan yang diperbuat, atau kehilangan yang kita alami di masa lalu adalah bentuk "entropi" kehidupan yang energinya sudah menyebar. Secara psikologis, ingatan kita memang dirancang untuk merekam masa lalu, tetapi fungsi utamanya adalah sebagai navigasi agar kita bisa berjalan ke masa depan dengan lebih bijak, bukan untuk membuat kita terjebak di sana. Ketika kita memilih untuk terus berkubang dalam penyesalan masa lalu, kita sebenarnya sedang membuang energi secara sia-sia untuk melawan kodrat alam semesta yang sejatinya selalu bergerak maju.

Jika alam semesta yang megah ini saja patuh pada hukum untuk tidak pernah berbalik arah, mengapa kita manusia justru sering menahan diri untuk tidak melangkah? Berusaha memutar balik waktu hanya akan menguras energi yang kita miliki saat ini. Oleh karena itu, biarkan apa yang sudah pecah tetap berada di belakang sebagai sebuah pelajaran. Tugas kita hari ini bukan meratapi retakan masa lalu yang sudah tidak bisa diubah, melainkan fokus mengelola energi yang tersisa untuk menata keteraturan yang baru. Karena pada akhirnya, hidup—sama seperti alam semesta—harus terus berjalan maju. 


Sumber Utama :

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7516914/

https://en.wikipedia.org/wiki/Entropy_as_an_arrow_of_time

https://medium.com/@ilan.u/the-most-misunderstood-concept-in-physics-entropy-and-the-arrow-of-time-1981daf67db0

Nanti Sampai Kapan?

Nanti Sampai Kapan?

1773324793.jpg
Arrarars
5 months ago
Tips-Tips Pembelajaran

Tips-Tips Pembelajaran

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtcd8q80EHpvwTtI9ApcPAXGSlLbEKGmWm1FsjkC-AlZ=s96-c
Muhammad Wiryo Soeripto Wiryo
2 years ago
Anekdot: Takut Blue Light Tapi Kecerahan Penuh

Anekdot: Takut Blue Light Tapi Kecerahan Penuh

1731308278.png
almatheaaa
2 years ago
Umbi Porang: Bahan Pangan Pokok Pengganti Nasi

Umbi Porang: Bahan Pangan Pokok Pengganti Nasi

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtdxpb1bzzGD_VDemj50b46gzPHGbHcl34hctI-af4zOQZ8=s96-c
Andini Aliyah Putri Putri
3 years ago
Apa itu Darah?

Apa itu Darah?

1724635268.jpeg
llovie
3 years ago