Pernah gak sih kalian susah tidur pada malam hari atau sering kebangun tengah malam dan susah tidur lagi? Kadang hal kayak gini tuh mengganggu banget gak si? Apalagi kalau besok masih ada jadwal padat yang menunggu. Rasanya bikin capek banget dan jadi susah fokus atau bahkan jadi gampang banget lupa. Ada yang tau gak ini kenapa? Sini aku jelasin.
Kalau kalian sering ngerasain hal yang sama kayak di atas, bisa jadi kalian terkena insomnia.
Apa itu insomnia?
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Indonesia, Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur baik kualitas maupun kuantitas. Jenis insomnia ada tiga macam yaitu tidak dapat memulai tidur, tidak bisa mempertahankan tidur atau sering terjaga, dan bangun secara dini serta tidak dapat tidur kembali. Normalnya insomnia terjadi sekitar 1-2 minggu. Jika lebih dari itu adalah insomnia kronis. Jika sudah lebih dari 2 minggu disarankan untuk segera ke dokter.
Kok bisa insomnia? Apa aja sih penyebabnya?
Faktor-faktor penyebab insomnia:
Stres: Beban pikiran dan kegelisahan akibat masalah yang dihadapi dapat memicu timbulnya insomnia.
Depresi: Depresi dan insomnia saling mempengaruhi, memicu gangguan pola tidur seperti susah tidur atau tidur berlebihan.
Kelainan Kronis: Penyakit mendadak maupun kelainan medis jangka panjang sering kali mengganggu kenyamanan tidur.
Efek Samping Pengobatan: Konsumsi obat-obatan tertentu untuk menyembuhkan penyakit dapat merusak kualitas tidur.
Pola Makan yang Buruk: Makan makanan berat tepat sebelum tidur membuat tubuh sulit untuk beristirahat.
Kafein, Nikotin, Alkohol, dan Kurang Olahraga: Zat stimulan, alkohol, serta kurangnya aktivitas fisik dapat merusak pola dan kualitas tidur.
Gejalanya apa aja sih?
Gejala pertama yang paling sering dirasakan adalah kesulitan untuk mulai tidur, di mana seseorang merasa matanya tetap segar dan sangat sulit merasakan kantuk meskipun waktu sudah larut malam.
Penderita juga sering kali terbangun secara mendadak di tengah malam atau saat dini hari, lalu berjuang keras dan merasa sangat sulit untuk bisa terlelap kembali.
Dampaknya akan sangat terasa pada siang hari, di mana tubuh menjadi cepat lelah, suasana hati mudah emosional, serta konsentrasi menurun drastis sehingga mengganggu produktivitas harian.
Selain itu, timbul kondisi unik di mana tubuh sebenarnya merasa sangat letih dan butuh istirahat, namun rasa kantuk tersebut tetap tidak kunjung datang bahkan saat mencoba untuk tidur siang.
Nah, ada yang pernah atau sering mengalami gejala-gejala di atas gak nih? Kalau iya, kalian harus mulai melakukan pencegahan insomnia nih. Caranya gimana?
Pencegaham insonia:
Atur Pola Tidur: Tidurlah dan bangun di jam yang sama setiap hari, serta hindari tidur siang agar mudah terlelap di malam hari.
Matikan Ponsel: Hindari bermain smartphone menjelang waktu tidur agar rasa kantuk tidak hilang.
Batasi Zat Stimulan: Jangan mengonsumsi kafein dan nikotin di siang hari karena dapat merusak pola tidur.
Olahraga Teratur: Rutin berolahraga setiap hari, namun pastikan dilakukan jauh sebelum jam tidur.
Ciptakan Kamar Nyaman: Buat suasana kamar terasa nyaman dan gunakan fasilitas yang mendukung kelancaran tidur.
Nah, sekarang kamu udah tahu kan serba-serbi insomnia dan cara cegahnya? Yuk, mulai ubah pola tidur malam ini biar besok bangun dengan energi penuh! Menurut kamu, kebiasaan mana nih yang paling susah buat dihindari?
Sumber: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1066/anda-sulit-tidur-atau-insomnia-kenali-penyebab-dan-cara-mencegahnya