Jejak Tentara Bayaran Indonesia di perang Rusia-Ukraina
Soldier of Fortune
2026-02-05 13:33:54 - Галих
Perang Rusia-Ukraina sudah berlangsung selama hampir 4 tahun sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Perang ini telah mengorbankan sekitar ratusan ribu hingga jutaan jiwa di kedua pihak. Dalam perang ini, kedua negara memobilisasi pasukan secara masif dan menggunakan berbagai cara untuk menambah jumlah personel angkatan bersenjatanya termasuk menggunakan tentara bayaran.
Tentara bayaran atau yang dikenal sebagai Mercenaries atau Soldier of Fortune adalah individu atau sekelompok orang yang dibayar untuk menjadi tentara dalam sebuah peran. Mereka berperang demi uang dengan sedikit penghargaan pada suatu ideologi tanpa terikat kesetiaan pada negara. Tentara bayaran sendiri biasanya muncul pada konflik-konflik bersenjata terutama pada konflik di negara yang selalu memiliki masalah politik, kekuasaan, sumber daya, dan kepentingan, tak terkecuali pada perang Rusia-Ukraina.
Tentara bayaran Rusia terkenal dengan Wagner Group-nya, sementara Ukraina terkenal dengan Legiun International-nya yang berisi sukarelawan dari negara pro barat seperti AS dan Polandia. Menariknya, pihak Rusia menyatakan bahwa ada 10 WNI (Warga Negara Indonesia) yang menjadi tentara bayaran dalam konflik ini, meskipun data ini masih harus diklarifikasi. Salah satu WNI yang menjadi tentara bayaran dalam perang ini adalah mantan marinir Angkatan Laut Satria Arta Kumbara dan terbaru mantan anggota Brimob Polri Bripda Muhammad Rio. Kedua mantan anggota TNI dan Polri tersebut berperang sebagai tentara bayaran untuk pihak Rusia. Mereka menerima gaji sekitar 40 juta rupiah per bulan.
Petualangan Satria di Ukraina
Satria Arta Kumbara, seorang anggota Korps Marinir TNI AL terjerat utang ratusan juta. Untuk mengatasi utang itu Satria justru tenggelam di dunia judi online berharap mendapatkan keuntungan dari sana. Bukannya mendapatkan keuntungan, ia justru semakin merugi dan menyebabkan ia desersi dari tugas pada 2022.
Karena Satria desersi dari tugas, TNI AL sudah melaksanakan pemanggilan sampai 3 kali hingga mendatangi rumah Satria. Namun Satria tidak ditemukan di rumah, alhasil TNI AL memecatnya pada 2023.
Prajurit dengan pangkat terakhir sersan satu itu kemudian tiba-tiba kembali muncul dan menghebohkan jagat maya Indonesia setelah mengunggah video ke TikTok menggunakan perlengkapan militer dan sedang berada di pertempuran. Rupanya ia bergabung dengan tentara bayaran Rusia di perang Rusia-Ukraina. Satria sendiri bergabung dengan Rusia sebagai tentara bayaran untuk melunasi hutangnya sebesar sekitar 750 juta rupiah.
Rusia sendiri memiliki banyak cara untuk merekrut tentara bayaran asing dengan menjanjikan gaji besar, izin tinggal hanya status kewarganegaraan dengan masa dinas hanya 1 tahun. Rekrutmen dilakukan melalui promosi di media sosial seperti YouTube atau agen pekerjaan yang menjanjikan pekerjaan aman di Moskow. Target dari rekrutmen ini adalah warga yang berasal dari negara yang memiliki masalah politik dan ekonomi.
Setelah berhasil merekrut, mereka dijanjikan akan ditaruh di garis belakang perang yang ternyata kenyataannya mereka dilokasikan di garis depan sebagai “umpan meriam Ukraina". Mereka diletakkan di unit-unit yang minim pelatihan, logistik, perawatan medis, dan fasilitas bahasa yang memadai sehingga banyak di antara mereka terluka parah dan tewas.
Satria menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan Rusia yang membuat status WNI-nya secara otomatis dicabut. Satria telah melanggar pasal 23 UU No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI. Satria yang tidak mengetahui undang-undang tersebut akhirnya memohon kepada Pemerintah RI untuk mengembalikan status WNI-nya dan meminta tolong agar bisa memutus kontrak tanda tangannya dengan kementerian pertahanan Federasi Rusia.
“Saya memohon kebesaran hati Bapak Presiden Prabowo, Bapak Wakil Presiden Gibran, Bapak Menlu Sugiono untuk membantu mengakhiri kontrak tersebut,” ujarnya.
Menurut pengakuan duta besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov kedutaan tidak memiliki peran apapun dalam perekrutan warga asing ke dalam militer Rusia. Ia mengaku bahwa mengetahui Satria bergabung dengan militer Rusia melalui pemberitaan media di Indonesia.
Bagi Tolchenov bahwa keputusan Satria menjadi tentara bayaran Rusia adalah keputusan individu, bukan urusan diplomatik. Ia mengaku bahwa tidak mengetahui bahwa di Indonesia ada hukum yang tidak memperbolehkan warganya bergabung dengan militer asing.
Hingga kini tidak ada lagi kabar terbaru yang resmi tentang Satria, video terakhir yang diunggah Satria ke akun TikToknya yang bernama @zstorm689 menunjukkan ia sedang terluka parah setelah terkena serangan artileri dan drone Ukraina pada Agustus 2025. Pemerintah Indonesia juga belum menerima kabar apapun dari Satria.
Menurut kabar simpang siur di media sosial dikabarkan bahwa Satria tewas setelah disergap oleh pasukan Ukraina saat ia terluka. Namun, kabar itu tidak bisa dipastikan kebenarannya.
Bripda Rio di Ukraina
Setelah Satria, kini kabar mengejutkan kembali datang dari seorang mantan anggota Brimob Polri Aceh Bripda Muhammad Rio. Polda Aceh resmi memberhentikan Bripda Rio secara tidak hormat. Hal itu terjadi lantaran ia diduga bergabung dengan militer Rusia. Kepergian Rio didahului riwayat pelanggaran disiplin. Sebelumnya, Rio telah disidang Komisi Kode Etik Polri (KEEP) atas kasus perselingkuhan dan pernikahan siri.
Bripda Rio dikenakan pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 4 huruf a dan e serta Pasal 5 Ayat (1) huruf a, b, dan c, serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri. Dengan putusan sidang berupa sanksi administratif Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH. Kini ia diduga menjadi tentara bayaran Rusia yang berperang di garis depan Ukraina.