"Di bawah langit Kalimantan yang memerah dan udara yang mencekik dada, rakyat kecil terus berjuang mempertahankan napas. Namun ribuan kilometer dari sini, di balik dinding kaca ber-AC, jeritan itu hanya menjadi tumpukan laporan yang diabaikan. Sampai kapan kami harus membakar paru-paru sendiri agar suara kami akhirnya didengar?"