? @Cal 1 week ago 🐦
Wonder Day... @arleechino 22 hours ago @Cal napa si emot itu mulu???
“Ajining diri saka lathi.”
Suatu kalimat yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Jawa. Kalimat singkat bermakna padat ini mengingatkan kita bahwa “valuemu kelihatan dari cara kamu ngomong.”
Orang tua dan guru kita sering kali mengingatkan agar tak salah ucap, karena sekali terucap, sekalipun tak akan pernah bisa ditarik kembali. Di era digital saat ini, lathi tidak hanya tentang lidah, setiap ketikan di kolom komentar, bahkan reply di second account, menunjukkan value bahkan sebelum orang asing mengenal nama kita.
Jika kita melihat kembali ke media sosial kita, banyak orang have dan populer hancur seketika hanya karena salah ucap, orang yang sebelumnya dihormati bisa menjadi orang paling dibenci hanya karena ucapan sekilas. Jangan lupa jejak digital itu abadi, asbun sekilas bisa jadi penyebab reputasi hancur seketika.
Di sisi lain, kalau kita bisa mengontrol lisan, tahu kapan harus berbicara, tahu cara menyampaikan sesuatu yang berbobot, dan tetap punya attitude, maka orang akan memandang kita sebagai orang yang punya high value.
Kesimpulannya, “Ajining diri saka lathi” tidak hanya terbatas pada lisan. Jika diaplikasikan pada kehidupan saat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kalimat ini adalah ilmu mahal dari leluhur kita agar tidak blunder dan memiliki jejak sosial yang buruk. Sebelum berbicara, post, send, atau komentar, diam sebentar dan evaluasi merupakan suatu hal yang tidak dapat dilewatkan, karena pada akhirnya ketikan dan ucapan adalah personal branding paling jujur yang kita miliki 🐦.