japdul kece 4 days ago
japdul-kece

Rahasia Dimensi Ruang dan Waktu

Cerpen yang terinspirasi oleh anime dan BUMSER 🗿

Aku dan teman-temanku kelasku akan menghadapi ujian yang konon katanya, “Mematikan dan banyak yang gugur di ujian ini” namun, itulah konsekuensi untuk mendapatkan nilai tertinggi di akademi Des-Sanctuary High Primordial. Oh ya, sebelum itu… aku ingin memperkenalkan diri, namaku… Zackous Vaslen.


“Perhatian semuanya! Hari ini kalian akan menjalani ujian di dalam dungeonPrison Space-Time Dimensional.” Seorang akademisi wanita yang sangat tegas, konon katanya, dia memiliki energi Mana setara dengan benih pahlawan.


Seluruh siswa termasuk diriku hanya menghela nafas panjang, memang kami sudah mempersiapkan dari sepuluh bulan yang lalu… tapi tetap merasa tidak percaya diri.

Kami di depan pintu dungeonPrison Space-Time, terdapat ukiran prasasti di pintu itu, aku mencoba mengartikan, namun, sahabatku yang bernama Noiry, sudah mengartikan dan memberitahuku.


“Tulisan pada ukiran itu adalah Labyrinth: The Glitch Dimension. Nampaknya, ukiran ini sedikit bergetar, seolah tatanan ruang dan waktu telah rusak.” Noiry menjelaskan kepadaku.


“Berarti… di dalamnya….” Aku sedikit tertegun.

“Seperti yang kau pikirkan, ada entitas kuno, mungkin… yang jelas, pasti ada penguasa di dalam dungeon ini.” Noiry tersenyum kecut.


Pintu gerbang itu mulai bergetar, debu-debu berjatuhan ke lantai, pintu gerbang mulai terbuka lebar, mempersilahkan bagi para siswa untuk memasuki area dalam dungeon. Aku masuk ke dalamnya bersama dengan sahabatku, Noiry.


Alangkah terkejutnya, diriku sudah berpindah ke suatu tempat yang tampak asing, tidak ada Noiry dan teman-temanku, hanya ada aku seorang… diri?


Aku memperkuat seluruh panca indraku. Tiba-tiba, sebuah panah melesat melebihi kecepatan suara, aku reflek menghindar dengan tiga langkah. Jujur, panah itu hampir saja mengenai kepalaku.


“Siapa yang ada di sana!!” Aku berteriak kesal.

Namun, hanya ada kehampaan di dalam gua setinggi 20 meter. Aku menggunakan salah satu kemampuanku, yakni… Perception Universal. Merupakan kemampuan untuk mendeteksi, memindai dengan tingkatan tinggi, mampu merasakan Mana, getaran atmosfer, dan sebagainya.


Saat diriku sedang mencoba menggunakan kemampuanku. Ada sebuah langkah yang sangat kuat, menunjukkan kekuatan yang dikatakan sebagai absolut, aura yang sangat mengintimidasi dan… beringas….


Orang itu dengan melesat melebihi dua puluh kali lipat daripada kecepatan suara, menyerang diriku dengan pedang super tajam. Namun aku sudah mengetahui keberadaannya, aku menghindar dengan reflek super cepat, bahkan selisih antara serangan itu dengan reflekku, hanya satu mikrodetik untuk selisihnya saja.


“Siapa kau!!” Aku menggeram menatapnya.

“Aku? Aku adalah The Sorcerer Lord Dahka… KUAHAHAHAHA!!” Seorang pria dengan tawa jahatnya.

“Cih… di mana teman-temanku!”

“Kalian akan segera memulai ujiannya, yakni ujian bertahan hidup.” Senyum jahat dari Dahka, membuatku semakin murka.


Aku mulai menggunakan energi sihirku, namun, Dahka sudah kembali menyerangku dengan begitu cepat. Tapi, Dahka hanya menyerang angin saja. Dia mencari keberadaanku dengan penuh ketelitian.

Aku sudah berada di depannya, dengan senyum tipis tapi sedikit dingin.

“Kenapa Kau tersenyum?” Dahka sedikit kesal.

“Hm? Melihat dirimu tiada saja.” Aku sudah menebas dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Tubuh Dahka ambruk dan menghilang jadi partikel Mana. Aku melangkah kembali, sambil membuat sihir pemetaan tingkat tinggi.


Sebuah peta hologram sihir ditampilkan, aku melihat posisiku, dan mungkin posisi yang lain. Ketika melihat posisiku, aku sedikit mengernyitkan dahi, ketika melihat posisi Noiry, alangkah terkejutnya aku, posisiku dan Noiry terlampau jauh, seperti perjalanan selama delapan bulan.


“Sungguh tempat yang aneh!” Aku menggertakkan gigiku.


Aku memikirkan cara untuk sampai ke sana dengan cepat, namun, ideku terpapar jelas di dalam pikiranku, yaitu, berteleportasi.


Aku mulai memaparkan sihir peta hologram ke dalam benakku, juga menghitung seberapa jauh aku bisa berteleportasi untuk sampai ke tempat Noiry. “Crack-Thom! ZAP-THOOM! ZAP-THOOM!” Aku sudah berteleportasi berulang kali.


Namun, selalu ada hambatan di setiap keberhasilan dalam melawan musuh. Yap, musuh kali ini lebih tidak masuk akal… “DUARR!!” Sihir tingkat mythos hampir mengenai diriku.


Ternyata, orang itu adalah… entitas demigod. Dia melayang dengan sihir kegelapan yang pekat, ku rasa dia menggunakan sihir Void Hole, untung saja aku bisa dengan cepat menghindar.


“Hai… hihihi, kau memang luar biasa, tidak ada yang bisa menghindar secepat kau.” Orang itu berwujud anak berusia 10 tahun, namun, kekuatannya memang tidak masuk akal.

“Siapa kau?!” Aku menatap tajam.

“Mau tahu aku? Ya mungkin kuberitahu sebelum… ke dunia lain.” Senyum orang itu sedikit lebar dengan tatapan yang santai.

“Baik, namaku… Lapweca.” Lapweca langsung menghilang laksana kegelapan yang menelannya.


Aku sedikit menggerutu, lawanku kali ini memang rumit, dilihat dari Magicule dia, mungkin seratus kali lebih banyak dibanding aku. Sepertinya, aku harus melawan seorang demigod.


Tiba-tiba, serangan mendadak hampir mengenai pipiku. Aku langsung menghindar dengan tepat waktu, namun, serangan itu hanyalah permulaan saja.


Mendadak pandanganku menjadi hitam, aku terlihat bingung dengan apa yang terjadi padaku. Tubuhku reflek menghindar seperti ada ribuan pisau angin yang terus menghujaniku secara membabi buta, walaupun beberapa tubuhku tergores, namun diriku menyembuhkan semua lukaku dengan regeneration magic.

“HUAHAHA, TAMPAKNYA KAU PALING KUAT DI ANTARA SISWA YANG LAIN!!” Gema suara dari Lapweca, membuat goa di sekitar sedikit bergetar.


“CIH, TUNJUKKAN DIRIMU DASAR PENGECUT!!” Aku menjadi sangat marah.


Tanpa kusadari, aku membuka delapan puluh persen potensi kekuatan sejatiku. Pandangan yang awalnya gelap kembali semula, bahkan perception universal milikku langsung mengetahui lokasi Lapweca. Dengan sekali acungan tanganku, aku menarik kembali tanganku dan seseorang yang sedang kucari terhempas dihadapanku.


“Kau… SIAPA KAU SEBENARNYA!!” Lapweca secuil keberanian, namun tubuhnya bergetar ketakutan.

“Aku? Aku ya aku, Zackous saja.” Tatapan tajamku menusuk Lapweca.


Aku langsung menebas sampai lenyap menjadi partikel Mana. Tubuhku yang sedang memakai potensi kekuatanku sebesar delapan puluh persen, mulai melesat dengan berteleportasi “ZAPP-THOOOMM!!! ZAPP-CRAKTHOOOM!!!” Aku berteleportasi lebih jauh, sekitar 35 kali lebih jauh daripada sebelumnya.


Sudah 5 ribu kilometer sudah terlewati, aku terus berteleportasi dengan begitu gesit. Alangkah terkejutnya diriku, ketika melewati area yang tidak kuketahui, tubuhku langsung tertahan, seperti ada yang menarik tubuhku ke tanah.

Aku langsung mengetahui kalau tempat ini adalah jebakan gravitasi dengan kekuatan 100 kali lebih daripada dunia ini. Tubuhku susah sekali untuk bergerak.


Tiba-tiba, serangan “super kuat” langsung menghantam diriku, membuat seisi gua bergetar dan membuat kepulan debu yang sangat tebal.


Entitas yang cukup kuat sekali, jika dibandingkan dengan Lapweca, kekuatannya “bagaikan multiverse dan galaxy” tiada bandingan lagi menurutku.

“Huahahaha, ternyata ada yang mampu menahan seranganku, lumayan….” Suaranya begitu dalam dan mengetahui jika….

“Aku tahu kau selamat, wahai!!”


Aku keluar dari kepulan asap tebal itu dan menyerang dengan “Melt Void Slash” Entitas itu menganggap remeh seranganku, ketika seranganku mengenai tubuhnya, dia langsung mengerang dengan rasa sakit yang tak terbayangkan.


“Gimana? Jelas sakit sekali bukan?” Aku tersenyum bangga.


Namun, itu hanyalah parallel existence, di mana penggunanya bisa memecah jiwa dan menciptakan tubuh fisik lain yang sama-sama nyata, dan memiliki ego dan pikiran, serta aktif secara bersamaan di tempat yang berbeda.


Aku sangat terkejut sekali, bagaimana tidak terkejut jika lawanku kali ini memiliki teknik sihir yang baru kuketahui. Sejak kapan ada sihir yang mirip dengan teknik bayangan tapi versi paling tinggi.


Di saat diriku sedang lengah, entitas tersebut langsung menyerang dan membuat cedera parah di lengan yang terpisah dari anggota tubuhku. Mulutku memuntahkan cairan merah tua, tubuhku sedikit ambruk.


“Hmm… tampaknya, kau memiliki potensi yang cukup besar, tapi, kau tidak akan bisa memahami sebuah ‘rahasia dimensi ruang dan waktu’ di dungeon ini… WAHAII ZACKOUS!!” Dia mulai mendekatiku.

“Sebelum kau ke dunia lain, aku akan memperkenalkan diriku,” ujarnya seraya menarik napas, “namaku Persephon.”


Persephon mengambil ancang-ancang untuk menebas leherku.

“Meteorite Burn Slash.” Tebasan super panas melayang, super cepat, dan tak bisa didefinisikan.


Namun, dari pandanganku, itu sama sekali tidaklah cepat, melainkan sedikit lebih lambat… ahh… mengenai potensi diriku. Aku penasaran, seberapa besar potensi kekuatan sejatiku, akan tetapi, apakah tubuh fisikku kuat menampung kekuatan sejatiku?


Ketika tebasan Persephon hampir mengenai leherku, muncul dentuman keras “DUARR” bukan dari tebasannya, melainkan ada yang menahan tebasan Persephon.


“Kenapa pedangku seperti ditahan?” Persephon sedikit heran.


Persephon segera mengetahui, namun terlambatlah sudah dia. Tubuh Persephon terhempas dan menabrak bebatuan gua tersebut, luka yang dialaminya segera meregenerasi.


Dia sedikit bingung dengan berubahnya situasi ini, namun, muncul sesosok bercahaya dengan sedikit gemerutuk petir hitam.


Yap, diriku sudah melayang di hadapannya. Tubuhku laksana bersinar, mata merahku menyala terang sedikit gelap. Statistik kekuatanku meningkat pesat.


“Rupanya… kau adalah!!” Persephon sepertinya, mengetahui apa yang tidak aku ketahui.

“Banyak omong….” Suara Ku begitu datar.

“Divine Strike Black Lightning Slash.” Pedangku terlapisi cahaya putih keemasan, dilanjut dengan tebasan petir hitam super cepat, mendistorsi ruang, dan Persephon terbelah menjadi dua bagian.

Tubuh Persephon mulai terpecah berai menjadi partikel Mana, ia sempat mengatakan beberapa kalimat.


“Tampaknya, kau anak dari….” Tubuhnya sudah menghilang dari dunia fana….


Aku tidak banyak bertanya, aku sedang terburu-buru sekarang, perception universal ku mengatakan, Noiry sedang bertarung dengan seseorang.


“ZAPPP-CTHOOOOOM!!! ZAPPP-CRACKKTHOOOOMM!!!!” Aku berteleportasi dengan begitu cepat dan jauh, bahkan aku perlu dua sampai tiga kali berteleportasi untuk sampai di tempat Noiry berada.

“NOIRY!! DI MANA KAU!!” Aku berteriak dengan begitu keras, hening? Jelas hening sekali tempat ini.

“NOI—” Suara ku tidak mau keluar, bahkan, seluruh pergerakanku seperti dikekang, apakah waktu yang telah berhenti?

“HUAHAHAHA!” Seorang entitas yang bahkan paling kuat, dia yang menjadi legenda di seluruh cerita rakyat sekitar.


Dialah… The Great Primordial God Space-Time. Entitas kuno yang telah melampaui hukum-hukum Fisika, di mana dia adalah perwujudan dari konsep ruang dan waktu. Seluruh rahasia dimensi ruang dan waktu mungkin ada di Entitas kuno ini?

“Ini ya? Seorang bocah ingusan yang sanggup melawan seorang Demigod?” Ia melayang di hadapanku dengan wibawa dan aura yang begitu mengintimidasi.

“Oh iya, temanmu inikan?” Dia menjentikkan jari dan muncul tubuh Noiry yang mengalami di fase hidup dan mati.

Aku yang masih menjaga kesadaran, meronta-ronta dalam batinku. KENAPA ZACKIOUS!! SEHARUSNYA KAU BISA MENGHENTIKANNYA!!


“Hm… tampaknya….” Entitas itu menusukkan tepat di jantung Noiry, lalu melemparkan tepat di depanku.

Batinku terus bergejolak, amarahku meluap-luap bagaikan bintang yang hendak melakukan supernova, teman terbaikku… sudah tiada….


“HAHAHA!! KAU GAK AKAN BISA MENYELAMATKANNYA, KARENA KAU TIDAK AKAN MENGETAHUI RAHASIA DIMENSI RUANG DAN WAKTU!!” Dia dengan angkuh, meludahi jasad Noiry akan menghilang menjadi partikel Mana.


Benar… aku belum mengetahui rahasianya, akan tetapi… AKU AKAN BERUSAHA DENGAN BEGITU KERAS!!


Aku mengerang, seluruh potensi kekuatan sejatiku terbuka dengan sempurna, aku segera mengetahui seluruh rahasia dan kelemahan dari konsep ruang dan waktu.


“AKHHH!!” Cahaya hitam keemasan yang begitu menyilaukan.


Entitas kuno itu sedikit terkejut, tidak menyangka bahwa diriku akan melepaskan diri dari waktu yang berhenti.


“Aku ngerti, kau anak dari seorang ayah Demigod dan ibu Primordial God Flame.” Entitas itu mulai tersenyum lebar.

Aku yang terselimuti petir hitam dan api di seluruh tubuhku, seketika aku sudah menghilang di hadapan entitas kuno itu.


“Sebutkan namamu, WAHAII!!” Entitas kuno itu mulai tertarik.

“Aku, Zackous Vaslen!!”

“Begitu ya, kau aslinya memiliki gelar Covenant-Knowledge Divine Black Thunder-Flame. Namaku, Oxy.” Oxy mulai menggunakan kekuatannya.

Aku mulai muncul lagi dengan tinju yang berlapis petir hitam “KRRRR-BOOOM!!” Udara di sekitar tinju berdentum terkompresi, menghantam Oxy walaupun masih sempat membuat pertahanan yang kokoh, namun, tameng Oxy langsung hancur dan mundur sepuluh meter.


“Lumayan kuat, kau memiliki tinju yang sangat kuat sekali,” ucap Oxy.

“Namun, kau akan kumusnahkan.” Oxy mulai menggunakan kekuatan sejatinya, sekarang, dia menjadi perwujudan dari ruang dan waktu itu sendiri.


Oxy mulai menggunakan pedangnya, dia menebas dengan begitu cepat dan presisi. Di sisi lain, diriku menghindar dengan cepat, aku berpikir dengan begitu keras, bagaimana diriku bisa menang melawannya?


Benakku berkata, pakai Covenant dan Knowledge secara bersamaan, Kau bisa memanipulasi hukum.


Aku mulai mengucapkan sepatah dua kata. “Aku mengikat sebuah janji suci, di mana seluruh hukum tidak akan berlaku pada diriku ketika mengaktifkan janji ini.” Percikan petir hitam terlihat di sekitar mataku yang terlihat jernih oleh pemikiran yang matang.


“Aku bersumpah atas nama gelar yang baru saja kuingat dan ku lupakan dahulu, Covenant dan Knowledge yang terus mengalir dalam darahku.”


Ledakan aura yang membuat Oxy terhempas dua puluh langkah, dia sangat terkejut untuk pertama kalinya.


Aku langsung melesat laksana cahaya, begitu cepat sampai tanah menjadi remuk, udara berdesing kencang. Aku menggunakan tinju yang “SUPER DUPER BADASS!!”

“DUARR-CRACKTHOOM!!” Tinju yang terbalut petir hitam dan api hitam yang sudah diperkuat dengan kekuatan Covenant. Oxy terhempas sekaligus memuntahkan cairan merah dengan jumlah banyak, sudah tidak ada harapan lagi.


Aku memutuskan untuk menggunakan pedangku, aku memusatkan seluruh energi Mana di dalam diriku untuk menyalurkan ke pedangku.


“Dimensional Void Storm-Flame Collapse Slash” bilah pedang hitam dengan keemasan menebas, dimensi yang hanya terarah ke Oxy terbelah dan melahap dimensi sekitarnya. Oxy yang sudah menggunakan pertahanan absolut pun tetap tidak mampu bertahan, inti jiwa Oxy ikut terbelah menjadi pecahan partikel Mana. Tubuhnya ambruk ke tanah.


“Kau sudah kalah, Oxy!” Aku menghampirinya, menatap tubuhnya yang mulai terpecah menjadi partikel Mana.

“Aku kalah… kau berhasil menemukan rahasia dimensi ruang dan waktu.” Oxy tersenyum puas.

“Mengapa kau tersenyum sebegitu puasnya?” Aku menatap heran dirinya. Namun, dia kembali membalas, “Aku… untuk pertama kalinya sejak 20 ribu tahun yang lalu, kau berhasil memecahkannya….” Matanya mulai sayu, nafasnya mulai menghilang.

“Kuperingatkan, 3 ribu dari sekarang, dunia ini akan dijajah oleh penguasa outerversal.” Tubuhnya sudah melebur sempurna menjadi partikel Mana.


Aku merasa bingung akan peringatan yang dia berikan padaku. Namun, aku tetap percaya dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Tapi… aku keluar dari dungeon, disambut oleh guru, kepala akademi Des-Sanctuary High Primordial dan para siswa lainnya bersorak. Aku hanya tersenyum tipis, aku mengetahui bahwa, rahasia dari dimensi ruang dan waktu adalah… bahwa dimensi tersebut bukan hanya diciptakan, melainkan dipahami tanpa harus merusak tatanannya.



~Berlanjut~


INFORMATION

DEAR STUDENTS - DURING EASE WEEK, GIGA POST WILL TAKE A BREAK SO YOU CAN FOCUS ON EASE....

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtdGmF2e-ItdsdYE9TgImFhDGKHoAxklhdWBSBppAr7_YA=s96-c
Fitri Isnaeni
2 days ago
Keajaiban di Dunkirk

Keajaiban di Dunkirk

1789109866.jpg
Sastra
5 days ago
Korupsi sebagai Penghambat Demokrasi dan Keadilan Sosial di Indonesia

Korupsi sebagai Penghambat Demokrasi dan Keadilan Sosial di Indonesia

1790600973.jpeg
ᮙᮥᮠᮙ᮪ᮙᮓ᮪ ᮔᮨᮠᮔ᮪ ᮃᮁᮞ᮪ᮠᮤᮃ
5 days ago
Fenomena Hukum "Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas" sebagai Pelanggaran Sila Ke-5 Pancasila

Fenomena Hukum "Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas" sebagai Pelanggaran Si...

1754663132.jpg
blablablibliblublu
5 days ago
Provokasi Pemecah Belah Bangsa: Bubur Ayam Diaduk atau Tidak Diaduk?

Provokasi Pemecah Belah Bangsa: Bubur Ayam Diaduk atau Tidak Diaduk?

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocLlbuSOZVPend5RfpqJ5OYqXiTEAnyG2u3xjvqxV-7LD8RsZA=s96-c
Fa'iq Althaf Zayyan
5 days ago