Arjunassee 10 months ago
18 : 35 #bahasa

TEROR MALAM ITU

PART II

Sejak insiden mengerikan malam itu, suasana di asrama berubah drastis. Lorong yang biasanya dipenuhi canda dan langkah kaki kini terasa hampa. Aku, bersama Rani, Dika, dan Bima, masih dihantui oleh bayangan kejadian tersebut.


Satu-satunya benda yang selamat dari kekacauan malam itu adalah alat perekam suara. Kamera kami rusak, senter hilang entah ke mana, tapi perekam itu tetap berfungsi. Diam-diam, aku memutarnya di kamar, berharap menemukan petunjuk.


Pada menit ketujuh, terdengar suara yang tidak kami kenali. Bukan suara manusia. Bukan suara kami.

"Aku belum pergi... kalian belum selesai..."


Suara itu dingin, menggema, dan membuat tubuhku menggigil. Aku mulai yakin bahwa ini bukan sekadar ulah manusia. Ada sesuatu yang lebih kelam.


Keesokan harinya, aku menyusup ke perpustakaan sekolah. Di antara tumpukan arsip tua, aku menemukan sebuah buku tentang sejarah bangunan asrama. Ternyata, tempat ini dulunya adalah rumah sakit jiwa pada masa penjajahan. Banyak pasien meninggal secara misterius. Salah satunya adalah seorang remaja bernama Surya, yang ditemukan tak bernyawa di kamar mandi lantai dua—tempat yang sama dengan kejadian malam itu.


Aku menunjukkan temuanku kepada Rani, Dika, dan Bima. Mereka sempat meragukan, tapi setelah mendengar rekaman itu, mereka percaya. Kami sadar, semuanya belum berakhir.


Kami sepakat untuk kembali ke kamar mandi tersebut, kali ini di siang hari. Kami membawa garam, doa-doa, dan keberanian yang tersisa. Saat kami masuk, bau menyengat masih terasa. Kami menaburkan garam di sudut-sudut ruangan dan mulai membaca doa bersama.


Tiba-tiba, cermin di ruangan itu retak. Suara tangisan terdengar samar.

"Aku tak ingin sendiri..."


Rani, yang paling sensitif di antara kami, berkata pelan, “Surya... kamu tidak sendiri. Kami mendengarmu.”


Tangisan itu berhenti. Udara terasa lebih ringan. Kami keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega, meski hati masih waspada.


Sejak saat itu, tidak ada lagi gangguan. Tapi kami tahu, Surya masih ada. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menunggu seseorang yang mau mendengarkan.


Dan aku? Aku menuliskan semua ini agar orang lain tahu: malam itu bukan hanya tentang rasa takut. Tapi tentang jiwa yang terperangkap, dan harapan untuk dibebaskan.



Jika suatu malam kau mendengar bisikan di lorong asrama... jangan abaikan. Mungkin itu Surya. Mungkin dia hanya ingin didengar.

9
334
Fukushima Daichi

Fukushima Daichi

1786284999.jpg
Datuk Belambangan
2 years ago
Dewi Anjani

Dewi Anjani

1740469032.jpeg
ainun
2 years ago
Secret Code

Secret Code

1724635268.jpeg
llovie
2 years ago
Endgame - Starting Point

Endgame - Starting Point

1706664012.jpg
R. Gatot Susilo
1 year ago
Raja Mataram Memerintah Sehari?

Raja Mataram Memerintah Sehari?

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtebFtNMQHBVPm_nTy9c-BLN7W8Ju7AWS0Rh83wD6mA_=s96-c
Hayzalia
2 years ago