Kenapa kita bisa menangis saat memotong bawang?
sebelum masuk ke penjelasan utama, kita perlu mengetahui bahwa manusia memiliki tiga jenis air mata, yaitu air mata emosional, air mata refleks, dan air mata basal. Air mata emosional terjadi karena pergolakan perasaan yang dirasakan oleh seseorang. Air mata jenis ini mengandung zat pemicu stres yang tinggi, salah satunya adalah hormon adrenokortikotropik atau ACTH.
Sebaliknya, air mata basal adalah cairan yang selalu ada pada mata kita. Cairan ini berfungsi sebagai pelembap, pemberi nutrisi, dan pelindung mata. Saat kita berkedip, cairan ini diproduksi secara konstan oleh kelenjar lakrimal yang terletak di bagian luar atas mata. Cairan basal mengandung zat antibakteri dan protein yang bertugas menjaga kesehatan mata setiap hari.
Sementara itu, air mata refleks berfungsi sebagai pelindung instan dari iritasi luar, seperti asap, bawang, maupun debu. Meskipun air mata basal dan air mata refleks sama-sama berfungsi sebagai pelumas dan pelindung, perbedaan mencolok di antara keduanya terletak pada volume dan pemicu produksinya. Produksi air mata basal bersifat konstan dengan volume yang cenderung sama setiap hari. Di sisi lain, air mata refleks diproduksi secara mendadak dalam jumlah yang jauh lebih banyak sebagai respons pertahanan ketika mata mendeteksi rangsangan iritasi dari luar.
Kaitan erat antara air mata refleks dan aktivitas di dapur dapat kita lihat saat memotong bawang. Kita bisa menangis ketika mengiris umbi ini sebab mata mendeteksi adanya ancaman berbahaya. Sebagai tumbuhan yang berkembang di dalam tanah, bawang secara alami mengembangkan sistem pertahanan kimiawi yang cerdas agar tidak dimakan oleh hewan penggali atau serangga. Strategi bertahan hidup inilah yang secara tidak sengaja ikut memengaruhi manusia saat mengolahnya.
Ketika pisau merobek lapisan luar bawang, sel-sel yang hancur akan mengeluarkan kombinasi enzim alliinase dan asam sulfenat yang semula tersimpan secara terpisah. Kedua senyawa ini kemudian bergabung dengan bantuan enzim spesifik hingga menciptakan gas volatil bernama propanethial S-oxide yang sangat mudah menguap ke udara bebas. Saat gas tersebut melayang dan menyentuh permukaan mata, senyawa tersebut bereaksi dengan kelembapan alami dari air mata basal sehingga menciptakan senyawa asam ringan yang mengiritasi ujung saraf kornea.
Saraf sensorik mata yang mendeteksi gangguan ini langsung mengirimkan sinyal darurat ke otak. Sebagai respons cepat, otak segera memerintahkan kelenjar lakrimal untuk memproduksi air mata refleks dalam jumlah banyak demi membilas dan membersihkan zat asam berbahaya tersebut. Itulah mengapa saat kita memotong bawang di dapur, mata kita seketika menangis tanpa adanya keterkaitan dengan masalah emosional.
Sumber utama
https://tirto.id/mengapa-kita-menangis-saat-memotong-bawang-dan-cara-mengatasinya-f69N
https://nationalgeographic.grid.id/read/134070831/dunia-tumbuhan-mengapa-memotong-bawang-membuat-kita-menangis?page=all
https://www.halodoc.com/artikel/4-fakta-tentang-air-mata-yang-jarang-diketahui-orang?srsltid=AfmBOoq7gLfkVixdOnnAZ1EbHtkmidQ_hNphqhtiUUOSUuxF0k_qfow_
Memahami Arti Kehadiran Seseorang lewat Cerpen Arah Mata Tenggara Karya Maulida Nasywa Ts...