Gleeze Valencia 2 months ago
Zeze_skies #sains

Bukan Cengeng, Cuma Refleks!

Kenapa kita bisa menangis saat memotong bawang?

sebelum masuk ke penjelasan utama, kita perlu mengetahui bahwa manusia memiliki tiga jenis air mata, yaitu air mata emosional, air mata refleks, dan air mata basal. Air mata emosional terjadi karena pergolakan perasaan yang dirasakan oleh seseorang. Air mata jenis ini mengandung zat pemicu stres yang tinggi, salah satunya adalah hormon adrenokortikotropik atau ACTH.

Sebaliknya, air mata basal adalah cairan yang selalu ada pada mata kita. Cairan ini berfungsi sebagai pelembap, pemberi nutrisi, dan pelindung mata. Saat kita berkedip, cairan ini diproduksi secara konstan oleh kelenjar lakrimal yang terletak di bagian luar atas mata. Cairan basal mengandung zat antibakteri dan protein yang bertugas menjaga kesehatan mata setiap hari.

Sementara itu, air mata refleks berfungsi sebagai pelindung instan dari iritasi luar, seperti asap, bawang, maupun debu. Meskipun air mata basal dan air mata refleks sama-sama berfungsi sebagai pelumas dan pelindung, perbedaan mencolok di antara keduanya terletak pada volume dan pemicu produksinya. Produksi air mata basal bersifat konstan dengan volume yang cenderung sama setiap hari. Di sisi lain, air mata refleks diproduksi secara mendadak dalam jumlah yang jauh lebih banyak sebagai respons pertahanan ketika mata mendeteksi rangsangan iritasi dari luar.

Kaitan erat antara air mata refleks dan aktivitas di dapur dapat kita lihat saat memotong bawang. Kita bisa menangis ketika mengiris umbi ini sebab mata mendeteksi adanya ancaman berbahaya. Sebagai tumbuhan yang berkembang di dalam tanah, bawang secara alami mengembangkan sistem pertahanan kimiawi yang cerdas agar tidak dimakan oleh hewan penggali atau serangga. Strategi bertahan hidup inilah yang secara tidak sengaja ikut memengaruhi manusia saat mengolahnya.

Ketika pisau merobek lapisan luar bawang, sel-sel yang hancur akan mengeluarkan kombinasi enzim alliinase dan asam sulfenat yang semula tersimpan secara terpisah. Kedua senyawa ini kemudian bergabung dengan bantuan enzim spesifik hingga menciptakan gas volatil bernama propanethial S-oxide yang sangat mudah menguap ke udara bebas. Saat gas tersebut melayang dan menyentuh permukaan mata, senyawa tersebut bereaksi dengan kelembapan alami dari air mata basal sehingga menciptakan senyawa asam ringan yang mengiritasi ujung saraf kornea.

Saraf sensorik mata yang mendeteksi gangguan ini langsung mengirimkan sinyal darurat ke otak. Sebagai respons cepat, otak segera memerintahkan kelenjar lakrimal untuk memproduksi air mata refleks dalam jumlah banyak demi membilas dan membersihkan zat asam berbahaya tersebut. Itulah mengapa saat kita memotong bawang di dapur, mata kita seketika menangis tanpa adanya keterkaitan dengan masalah emosional.


Sumber utama 

https://tirto.id/mengapa-kita-menangis-saat-memotong-bawang-dan-cara-mengatasinya-f69N

https://nationalgeographic.grid.id/read/134070831/dunia-tumbuhan-mengapa-memotong-bawang-membuat-kita-menangis?page=all

https://www.halodoc.com/artikel/4-fakta-tentang-air-mata-yang-jarang-diketahui-orang?srsltid=AfmBOoq7gLfkVixdOnnAZ1EbHtkmidQ_hNphqhtiUUOSUuxF0k_qfow_

6
156
Desa Muara Enggelam

Desa Muara Enggelam

1786284999.jpg
Datuk Belambangan
2 years ago
Naga Bonar Jenderal Sudirman

Naga Bonar Jenderal Sudirman

1739794664.png
ALDEBARAN HAYKAL TROVALDI
1 year ago
Zona Hadal: Dunia Terpencil di Dasar Laut

Zona Hadal: Dunia Terpencil di Dasar Laut

1725636421.jpeg
ヒンメル
1 year ago
Sederhana namun Bermanfaat

Sederhana namun Bermanfaat

1782390489.jpg
Gleeze Valencia
7 months ago
Mengapa Bahasa Jepang Menggunakan 3 Sistem Penulisan Berbeda?

Mengapa Bahasa Jepang Menggunakan 3 Sistem Penulisan Berbeda?

1680445252.jpeg
Muhammad Abdillah Firdaus ブヂ
2 years ago