Saat dewi Candra duduk di singgasana gulita
Dia menaburkan perak berkilau ke seluruh alam
Singgasananya laksana keindahan yang tak terukur
Dia menemani di saat diriku sedang sunyi
Sungguh diriku memandangnya
Sang ratu malam yang tengah bersenandung
Hingga diriku tersenyum
Wahai dewi Candra!
Mengapa engkau menemaniku dalam kesunyian
Bila engkau hanya mendapat kehampaan
Di saat seluruh makhluk tertidur
Hanya diriku saja yang terus memandang keindahan dirimu
Hanya dirimu!
Hatiku menggebu-gebu saat memandang engkau
Sungguh aku ingin menggapai dirimu
Izinkan diriku untuk menggapai dirimu
Wahai dewi Candra!
Mengapa engkau tidak bersegera istirahat
Jiwaku, ragaku, semuanya milikmu
Cahaya kuningmu seperti keajaiban untukku
Persis ketika terucap keajaiban
Bumi seketika bermimpi dalam keindahanmu
Dingin itu menusuk seluruh ragaku
Tapi hanya diriku yang mampu
Wahai dewi Candra!
Engkau akan meninggalkan diriku
Tapi bumi akan menanti sang ratu malam
Sampai jumpa, Semoga dirimu sama indahnya