Segi Tiga Yang Aneh

bagian 3

2023-10-24 14:57:22 - suheylakhansa l.l.

‘kayaknyanya mereka semakin dekat. Nasywa sok baik banget sih. Kalu saja Nasywa tahu gue adiknya Juna’ Disya membatin sambil melirik ke Nasywa dan tiba-tiba Nasywa menoleh. Disya langsung mengalihkan pandangannya dan pergi menuju kelas.


Pulang sekolah

Hari ini Disya pulang telat karena piket. Saat dia mau pulang di lorong dia bertemu Nasywa dan gengnya. “Eh ada si Kucel.” Nasywa tersenyum jahat. Disya meneguhkan hati dia harus bisa melawan supaya abangnya tidak curiga dan khawatir lagi. “Apa mau lo.” Disya memberanikan diri menjawab. “Wah.. sudah bisa ngelawan ya.” Nasywa. Nasywa mendorong Disya. Disya tidak menghindar dan jatuh. “lo tadi nguping pas gue sama Juna ngomong kan, ngaku!” naswa bertanya. “Iya, memang kenapa. Kalau dia tau lo tukang bully mana mau dia sama lo.” Disya kembali melawan sambil berdiri. “Hah, mana mau dia dengerin lo. Dia tuh ya cuma percaya sama adik dan teman dekatnya. Lo yang ngomong sama dia saja nggak pernah, mana dipercaya.” Nasywa mengejek. Disya hendak pergi tanpa mengacuhkan Nasywa sambil membatin ‘iya Juna memang paling percaya sama adiknya dan itu adalah aku.” Disya tersenyum kecil. “Heh, lo jangan pergi dulu.” Nasywa menahan. “Lo kasih ini ke Juna. Awas saja kalau lo baca.” Nasywa menyerahkan surat.


Saat di perjalanan pulang.

“Jangan ambil uangku. TOLONG!!” ada yang berteriak. Disya yang saat itu sedang berjalan pulang melihat Nasywa sedang dipalak oleh preman. “Heh, enggak usah teriak-teriak. Lagi pula enggak bakal ada yang menolong.” salah satu preman berseru meremehkan. Disya yang melihat hal tersebut mendekat. “Heh, jangan ganggu teman gue.” Disya berdiri di depan Nasywa. “Siapa lo jangan sok pahlawan deh. Atau lo mau ngasih uang lo juga.” si Preman berkata dan mengulurkan tangannya ke tas Disya. Disya menepis tangan preman itu dan memasang kuda-kuda. Si preman berseru sedikit kesakitan. “Heh, berani-beraninya lo!” saat si preman mau menyerang Disya dengan gesit menumbangkannya dengan beberapa gerakan silat yang telah dipelajari olehnya dan preman itu lari terbirit-birit. Nasywa terpana aura Disya yang biasanya terlihat lemah dan tidak bertenaga berubah 180 derajat. Auranya menjadi menyeramkan dan penuh tenaga, Nasywa bergidik. “Lo enggak apa-apa.” Disya mengulurkan tangan. Auranya berubah menjadi normal. Setelah memastikan Nasywa baik-baik saja, Disya meninggalkannya.


bersambung



More Posts