Jejak Perusahaan Kereta Api Samarang Joana Stoomtram Maatschappij ( SJS )

Menelusuri sejarah perkeretaapian di Indonesia

2026-05-08 08:15:28 - Галих

Hindia Belanda adalah wilayah jajahan kerajaan Belanda yang terletak di kawasan Asia Tenggara tepatnya di wilayah Indonesia saat ini. Hindia Belanda memiliki hasil bumi yang melimpah seperti cengkeh, kayu jati, kopi dan teh sehingga menjadi sumber pendapatan kerajaan Belanda pada masa lalu karena memiliki harga jual yang tinggi di Eropa. Banyaknya hasil bumi ini mendorong pemerintah kolonial Belanda untuk memiliki sarana transportasi yang berguna untuk mengangkut barang dari pedalaman ke kota - kota pelabuhan. 


Dengan mempertimbangkan kapasitas, kekuatan, kecepatan dan efisiensi maka dipilihlah kereta api sebagai transportasi. Pada 1864 dimulai pembangunan rel kereta api pertama di Hindia Belanda. Jalur rel ini menghubungkan Semarang hingga Tanggung yang dioperasikan oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM. Sejak saat itu mulai bermunculan perusahaan kereta api di Hindia Belanda salah satunya adalah Samarang Joana Stoomtram Maatschappij atau yang disingkat SJS. 


SJS adalah perusahaan kereta api yang didirikan oleh Baron Van Der Goes dan C.L.J Martens pada tanggal 28 September 1881 setelah berhasil mengajukan konsesi pada 18 Maret 1881. SJS menggunakan sistem perusahaan Zustermaatschappijen atau sistem sister company bersama Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij  (SDS), dan Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS). Meski terlihat independen, keempat perusahaan ini sebenarnya di bawah satu konsorsium investor. Dengan sistem ini perusahaan bisa melakukan transfer pegawai sehingga mereka bisa berbagi atau mendapatkan ilmu dan pengalaman.



Pada 1 Desember 1882 SJS membuka jalur trem dalam kota yang menghubungkan stasiun Semarang Centraal Jurnatan - Djomblang sepanjang 4.4 kilometer. Sejak 1882 - 1890 SJS terus membuka jalur hingga Joana di Pati. SJS menggunakan lebar sepur 1067 mm dan lokomotif B12 sebagai andalannya. SJS semakin memperluas daerah operasionalnya dengan membuka jalur Joana - Lasem dan Rembang - Tjepoe pada 1900 dan 1902. Dengan begitu total jaringan rel sepanjang 389 km yang menghubungkan Semarang, Demak, Kudus, Pati, Juwana, Rembang, Lasem, Purwodadi, Blora, dan Cepu. 


SJS memberikan dampak sosial ekonomi di wilayah operasionalnya. Perusahaan ini menarik minat pribumi untuk bekerja. Mereka dipekerjakan di bagian teknis atau operasional seperti juru tulis, penjaga loket, kondektur, masinis dan petugas pengawas rel. Sektor informal juga berkembang karena jalur kereta api ini. Masyarakat sekitar mulai membuka usaha seperti rumah makan, kios bacaan, penitipan barang, penginapan dan lain - lain. Meski begitu pelayanan perusahaan SJS masih didasarkan pada ras dan kemampuan ekonomi. 


SJS terus beroperasi hingga 1959 setelah dinasionalisasi dan diserahkan kepada Djawatan Kereta Api atau DKA melalui peraturan pemerintah nomor 40 tahun 1959 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno. 


Jalur kereta api SJS terus beroperasi dibawah DKA, PNKA hingga era keemasan PJKA pada 1970-an. Namun jalur - jalur ini terus berguguran seperti pada 1975, jalur Kudus-Bakalan dan Juwana-Tayu ditutup. Disusul dengan Cepu Kota-Rembang, Kemijen-Rembang, Purwodadi-Ngemplak dan Blora-Demak serta Wirosari-Kradenan sebagai jalur SJS terakhir yang beroperasi pada 1996. 



Sisa - sisa peninggalan SJS masih bisa dilihat di museum Kota Lama Semarang yakni depo atau bengkel kereta api, Stasiun Semarang Centraal Jurnatan yang sayangnya kini menjadi ruko dan tak jauh dari lokasi stasiun Semarang Tawang, Stasiun Juwana di Pati, Stasiun Kudus, dan Stasiun Demak. Semuanya sudah nonaktif dan menjadi aset DAOP 4 wilayah Semarang PT KAI. 


Lokomotif SJS seperti B12 kini dipajang di Stasiun Surabaya Pasar Turi dan menjadi lokomotif B12 terakhir yang tersisa dengan nomor B12 39. Selain B12 lokomotif B27 dimuseumkan di Museum Kereta Api Ambarawa dan Taman Mini Indonesia serta lokomotif D15 yang juga dipajang di TMII. 






DAFTAR PUSTAKA 

https://koleksimuseumkotal.wixsite.com/my-site/post/construction-of-a-steam-tramlines-by-sjs-semarang-joana-stoomtram-maatschappij


https://koleksimuseumkotal.wixsite.com/koleksi-museum/post/board-of-directors-of-samarang-joana-stoomtram-maatschappij


https://koleksimuseumkotal.wixsite.com/koleksi-museum/post/type-of-locomotive-used-by-sjs


Syhabuddin, A.S. (2019).Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) : Jalur Semarang-Juwana Tahun 1881-1910. Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 (2). Diakses pada 3 Maret 2026https://journal.student.uny.ac.id/ilmu-sejarah/article/viewFile/15119/14643#:~:text=keretaapi%20SJS%20menjadi%20transportasi%20yang,sebagai%20pegawai%20di%20bagian%20operasional.&text=Arsip:,Generaal%20No.%205%2C%201881.


More Posts