menceritakan kisah nyata pada saat SLC
Hari Minggu, 14 Desember, aku bersama Aksa tetap di asrama karena tidak dijemput. Kami tetap di asrama dengan melakukan kegiatan yang biasa kami lakukan. Pada sore hari, semua telah datang ke asrama untuk mempersiapkan kegiatan SLC (Student Literacy Camp). Semua berjalan lancar.
Keesokan paginya, semua sholat Subuh berjamaah di mushola, setelah itu ada kultum. Pada saat itu, yang mengisi kultum adalah aku, Aksa, Ataya, Kusula, Kak Juna, dan Kak Cahyo. Aku kebingungan karena tidak tahu bahwa aku termasuk pengisi kultum. Bahkan, aku lupa melihat tema dan menyiapkan isi materi. Aku bertanya kepada Alfandi Abi, “Bi, tema kultumnya apa ya?” Beliau membalas, “Temanya Disiplin Waktu, Kunci Sukses Dunia dan Akhirat.” Aku berpikir, “Apa yang akan aku jelaskan tentang ini?” Akhirnya, aku berimprovisasi dengan contoh-contoh nyata yang sering terjadi.
“Biasanya, siswa Mega saat dibangunkan untuk sholat Subuh berjamaah masih sangat mengantuk. Mereka seperti mengabaikan panggilan para pembina. Untuk disiplin waktu, ketika dibangunkan, kita harus langsung duduk atau bersiap pergi ke mushola,” ujarku. Lalu aku mengambil beberapa contoh lain untuk diambil hikmahnya. Setelah sholat Subuh di mushola, kami bermain futsal selama beberapa menit. Singkat cerita, semua siswa-siswi berkumpul di auditorium untuk pemaparan kegiatan SLC dan sesi pembukaan. Semua rangkaian kegiatan, mulai dari sesi membaca hingga breaktime, telah aku lalui hingga tiba saatnya fun activity.
Pada sesi fun activity, semuanya bermain mini soccer yang dibagi menjadi 3 tim. Ternyata, aku masuk Tim 3. Pembagian pertandingan adalah: Tim 1 vs Tim 2, Tim 2 vs Tim 3, dan Tim 3 vs Tim 1. Saat pertandingan Tim 2 melawan Tim 3, timku unggul dengan perolehan poin yang cukup baik. Tetapi, pada pertandingan kedua (Tim 3 vs Tim 1), timku mengalami kekalahan telak dengan skor Tim 1: 10, Tim 3: 1 atau 2.
Walaupun kalah, semuanya terasa menyenangkan.
Lanjutan di part 2