japdul kece 1 month ago
japdul-kece #bahasa

PELINDUNG ALAM YANG BERWUJUD ANAK MUDA

Cerpen bukan sembarang cerpen

Saka merupakan anak yang baik dan suka melihat alam yang indah, sedangkan sahabat baiknya, Alex adalah sahabat yang mendukung ambisi teman karibnya dan juga merupakan anak ketua desa setempat, nama desa tersebut adalah Desa Zaramaraz.


Pada suatu hari, Saka sedang menanam padi karena membantu ayahnya, ia curhat ke ayah.

“Ayah, kenapa warga desa sering buang sampah di sungai?“ tanyaku dengan penasaran.

“Hmm, Ayah juga gak mengerti Nak, ketua Desa Zaramaraz sudah menghimbau kepada warga desa mengenai buang sampah sembarangan, Nak” jelas ayah sembari menyeka keringat di kening keriputnya.

Setelah beberapa puluh menit, aku memberanikan diri untuk bilang ke ayah, “Ayah, apa aku boleh untuk menjadi sukarelawan untuk membuang sampah di sungai?“ kataku meminta izin.

“Ayah bolehkan kamu Nak, Ayah dukung kamu“ jelas ayah dengan semangat.

“Ayah, aku mau mandi dulu, ya"

"Iya Nak, duluan aja, Ayah mau seruput kopi dulu."

Aku langsung memasuki kamar mandi, setelah mandi aku pergi ke rumah Alex, sahabat baikku untuk membicarakan sesuatu.


Sesampainya aku di rumah Alex, aku langsung disambut oleh Alex, “Saka, ayo masuk."

Alex menyambut dengan senyuman khasnya, “Wah bro, makasih banget loh ya."

“Santai bro, anggap aja rumah sendiri." Dia menepuk pundakku dengan tertawa kecil, lalu ayahnya Alex keluar dan menyambutku.

“Wahai, masuklah. Paman sudah menyiapkan sedikit makanan untukmu!" sambut ayah Alex dengan senyuman hangatnya.

“Baiklah Paman,“ aku masuk sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“Wahai, Ayah mau ke kamar dulu"

“Baik, Yah” jawab Alex kepada ayahnya.

“Aku baru kali ini lihat ayahmu dan aku terkejut bro!“ jelasku dengan antusias.

“Apa alasannya?“ selidik Alex dengan penasaran.

“Aku terkejut karena ayahmu selalu bilang, `WAHAI`, ya aku terkejut lah“ jelasku panjang lebar.

“Ohh, karena ayahku berasal dari Kota Tishri dan pada zaman ketika ayahku masih remaja dia sudah begitu" jelas Alex mengenai ayahnya.

“Macam tu, aku paham sekarang“ aku menganggukkan kepalaku.

“Sekarang aku mau membicarakan sesuatu Lex,“ aku berkata dengan serius.

“Apa itu, jelaskan kepadaku,” Alex menatapku dengan serius.

“Apa kamu mau membantu ku untuk membersihkan sampah-sampah yang berada di sungai?“ tanyaku.

“Ohh, aku pasti membantumu Saka”

“Syukurlah, mau kapan kita membersihkan?” tanyaku lagi.

“Besok aja, sekalian beli alat-alat untuk memudahkan kita” ucap Alex.

“Baiklah bro, besok kita akan membersihkan sampai bersih,” aku menjulurkan tanganku.

“Oh pasti bro, demi kenyamanan kita bersama,” Alex membalas dengan berjabat tangan.


Keesokan paginya, Alex dan Saka sudah di depan sungai yang dipenuhi sampah-sampah berserakan entah ke mana, mereka sudah memakai masker dan baju khusus untuk melindungi tubuh dengan menggunakan alat untuk membawa sampah tersebut.

“Wah banyak juga ya bro sampahnya,” ucap Alex.

“Iya banyak sekali, maka dari itu kita harus membersihkan hingga tuntas,” ucap aku untuk memotivasi Alex.

“Ayo kita mulai Saka,” ucap Alex diiringi dengan dia memasuki sungai yang setinggi perut tersebut, mereka terus menarik sampah ke daratan lalu menaruh sampah tersebut ke wadah khusus sampah.

“Dah berapa kantong bro?” tanya aku kepada Alex.

“Sudah 15 lebih kantong besar dan aku melihat mulai ada perubahan,” jelas Alex dengan akurat.

“Baiklah kita lanjutkan hingga jam 12 siang, setelah itu kita istirahat 30 menit” ucapku.

“Oke bro”.

Kami terus melanjutkan membuang sampah yang berada di sungai hingga terlihat setengah sungai mulai terlihat, hingga ada anak muda yang mencaci maki mereka berdua.

“Eh, lihatlah dia dungu sekali, paling nanti terisi lagi oleh sampah,” ucap salah satu anak dengan tertawa remeh.

“Iyakan, mending kita buang aja sampah ini ke mereka,” usul salah satu anak tersebut, dan mereka melempar sampah ke. sungai, aku sontak melihat dengan amarah tapi langsung dicegat oleh Alex.

“Udah biarkan aja mereka bro. Mereka masih muda,” ucap Alex untuk menenangkanku.

“Baiklah aku akan bersabar saja,” aku kembali mengerjakan dengan muka tersungut-sungut.

Sesampainya pukul 12 siang, mereka berdua mulai beristirahat, “Huh, lelah juga ya,” ucap Alex.

“Iya lelah banget,” ucapku dengan setuju, dan di saat yang bersamaan, sekelompok anak perempuan seperantaran dengan kami datang dengan membawa makanan dan minuman untuk kami.

“Ini buat kalian, pasti kalian sedang haus dan mungkin lapar, maka aku membantu kalian dengan cara sederhana seperti ini," ucap salah satu gadis dengan tersenyum.

“Semangat ya” timpal gadis lain dengan memberi semangat.

“Makasih ya, kami terima bantuan kalian yang sangat membantu saya dan teman saya,” ucap diriku dengan sopan.

“Kami pamit dulu ya” ucap gadis tersebut.

“Iya, hati-hati di jalan.”

“Iya, sekali lagi semangat ya.” ucap gadis tersebut dengan senyuman manis khasnya


Kami melanjutkan pengerjaan ini, “Tadi itu salah satu kembang desa kan?” tanya Alex.

“Iya, kenapa?” tanya diriku.

“Astaga kok bisa mereka tau gitu”, ucap Alex sedikit bingung namun terkejut.

“Ya karena kita diikuti mereka dari belakang” timpal diriku.

“Oh macam tu,”

Kami melanjutkan hingga pukul setengah 5 sore dan sungai tampak bersih dari sampah dengan kantong lebih dari 1000 kantong besar dan sudah dibawa ke tempat pembuangan sampah, keesokan paginya, para warga desa melihat sungai tanpa sampah, begitu indah. Sekarang Desa Zaramaraz mempunyai tempat sampah di masing-masing rumah warga desa, “Saya apresiasikan kepada dua pemuda ini, semoga mereka berdua menjadi contoh untuk anak generasi setelahnya” ucap Ketua Desa dengan diikuti sorakan warga Desa Zaramaraz, kami tersenyum dan berjabat tangan.


~Tamat~

Slippery Fence

Slippery Fence

1768888688.jpeg
Kusula
2 months ago
Sahabat Rasulullah yang Selalu Membuat Beliau Tertawa

Sahabat Rasulullah yang Selalu Membuat Beliau Tertawa

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtdGSC-4tJu0GSVhJhWaL17Y4Nj_9JS0uMP28p9QmlBg=s96-c
alhfzhz
2 years ago
Langit Senja di Puncak Harapan (Bagian II)

Langit Senja di Puncak Harapan (Bagian II)

1757594567.jpeg
thallahblitzz.
4 months ago

Benih yang dikagumi

Tugas b.indo 😔

1768393005.jpeg
hanmaru wife
2 months ago
Lila & Khansa

Lila & Khansa

defaultuser.png
suheylakhansa l.l.
1 year ago