R. Gatot Susilo 3 years ago
rgs02 #sains

Partikel Anti-elektron (Positron)

Keberadaan elektron seringkali dikaitkan dengan proton. Hal ini ditinjau dari kedudukannya yang sering dianggap sama dengan proton ketika suatu atom tidak bermuatan sehingga dianggap suatu pasangan oleh sebagian orang. Namun, hal tersebut keliru sebab baik elektron maupun proton memiliki massa dan spin yang berbeda. dan bahkan elektron cenderung memiliki kesamaan (baik spin dan massa) dengan partikel antielektron yang dikenal dengan positron.

Keberadaan elektron seringkali dikaitkan dengan proton. Hal ini ditinjau dari kedudukannya yang sering dianggap sama dengan proton ketika suatu atom tidak bermuatan sehingga dianggap suatu pasangan oleh sebagian orang. Namun, hal tersebut keliru sebab baik elektron maupun proton memiliki massa dan spin yang berbeda. dan bahkan elektron cenderung memiliki kesamaan (baik spin dan massa) dengan partikel antielektron yang dikenal dengan positron.

Partikel Antielektron

Positron termasuk partikel bermuatan positif yang menjadi bagian dari reaksi inti. Positron (e+) merupakan partikel yang antielektron namun memiliki massa dan spin yang sama dengan elektron (e’) tetapi muatannya berbeda. 

Secara teoritis, sejarah positron pertama kali dikemukakan oleh Paul Dirac (1928). Namun, pada tahun 1932 kajian mengenai positron dapat mudah diterima berkat penelitian yang dilakukan oleh Carl D. Anderson. Sehingga ia berhasil meraih penghargaan hadiah Nobel (1936). 

Penelitiannya itu melibatkan sinar kosmik yang menemukan sebuah partikel yang berdasarkan medan magnet dan listriknya memiliki sifat yang berbeda dengan elektron, namun dalam segi massa memiliki nilai yang sama besar. 

Sehingga partikel ini dinamakan sebagai positron yang memiliki kemiripan dengan elektron hanya saja muatannya berbeda. Positron dapat disebut juga sebagai antipartikel dari partikel elektron atau beta +. 

Positron mampu terikat oleh elektron, dan mampu membentuk ikatan semi stabil yang disebut positronium. Positron dan elektron jika bertumbukan akan menghasilkan foton pada peristiwa anihilasi. 

Akibat peristiwa anihilasi tersebut, mengakibatkan kondisi energi rendah, sehingga tumbukan ini dapat menghasilkan sinar gamma.

Elektron yang berinteraksi dapat berasal dari elektron bebas (free electron) dan elektron yang terikat pada ion suatu atom (bound electron).

Sumber positron yang biasanya digunakan adalah Na-22 yang berupa senyawa CH3COONa atau NaCI. Kegunaannya adalah untuk mendeteksi cacat material pada daerah permukaan (surface) dan sub permukaan (sub surface) dengan jenis cacat terbuka maupun interna yang berukuran mikro.

5
2.5K
Apa yang terjadi jika astronot meninggal di luar angkasa?

Apa yang terjadi jika astronot meninggal di luar angkasa?

1759761337.jpg
Salisa Najwa
2 years ago
Dapatkah kecerdasan buatan melampui kecerdasan manusia?

Dapatkah kecerdasan buatan melampui kecerdasan manusia?

1706664012.jpg
R. Gatot Susilo
3 years ago
Cahaya Hijau di Lereng Gn. Ungaran

Cahaya Hijau di Lereng Gn. Ungaran

1770732979.png
Nabil Versi Akal Sehat
4 months ago
CC 201 Albino

CC 201 Albino

1772721324.jpeg
Datuk Belambangan
1 year ago
Jembatan Titi Gantung

Jembatan Titi Gantung

1772721324.jpeg
Datuk Belambangan
2 years ago