Nabil Versi Akal Sehat 3 months ago
Nabil Lawliet #bahasa

Shin'en no Senshi Ch. 1

Ch. 1 dari 5 Chapter

Kabut tebal menggantung rendah di atas tanah Desa Kuromono, menyelimuti pepohonan dan rumah-rumah dengan kabut yang menakuti diri. Udara pagi terasa berat, seolah dunia malas untuk berputar. Di tengah sunyi itu, Narita sang tokoh utama berdiri di depan makam keluarganya, tangannya gemetar, bukan karena dingin. Bisikan dari Tenshin (alam bawah yang dipenuhi keputusasaan) yang mulai merayap ke dalam pikirannya.


Sejak malam itu, Narita tidak pernah tidur nyenyak. Ia mendengar suara-suara dari balik cermin, melihat bayangan yang tidak mengikuti tubuhnya, dan merasakan tatapan dari langit yang tidak memiliki mata. Ia tahu, sesuatu telah berubah dalam dirinya. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata manusia.


Desa Kurohama kini hanya puing dan abu. Penduduk yang selamat memilih diam, seolah ketakutan akan membangunkan sesuatu yang lebih buruk. Narita, satu-satunya yang melihat makhluk itu secara langsung, menyimpan rahasia yang bahkan ia sendiri tak berani ungkapkan. Makhluk itu tidak membiarkannya hidup. Ia hanya menatap, lalu menghilang ke dalam kabut.


Narita memutuskan untuk pergi ke Kuil Shakyo, tempat yang disebut-sebut sebagai satu-satunya benteng melawan kegelapan. Ia tidak tahu apa yang menunggunya di sana, hanya bahwa ia harus pergi. Ia membawa pedang milik ayahnya, yang sudah berkarat, dan jam saku ibunya, yang retak di tengah.


Perjalanan ke kuil memakan waktu tiga hari. Di sepanjang jalan, Narita melihat tanda-tanda bahwa Tenshin itu mulai merayap ke dunia manusia: pohon-pohon yang layu tanpa sebab, binatang yang membisu, dan langit yang tidak pernah benar-benar cerah. Ia merasa diawasi, tapi tidak tahu oleh siapa.


Saat tiba di gerbang kuil, ia disambut oleh lima sosok misterius. Mereka tidak berbicara, hanya menatapnya dengan mata yang menyimpan terlalu banyak cerita. Salah satu dari mereka, Tamiora, maju dan berkata pelan, “Kau datang karena dipanggil, bukan karena ingin.” Narita tidak menjawab. Ia tahu kalimat itu benar.


Di dalam kuil, Narita merasakan sesuatu yang berbeda. Udara di sana tidak dingin, tapi berat. Setiap langkah terasa seperti melawan arus. Ia tahu, tempat ini bukan hanya tempat pelatihan. Ini adalah tempat di mana cahaya dan kegelapan berdamai, dan di mana para prajurit Tenshin dilahirkan.


Bersambung..

12
141

Kopi Oma Masih Hangat

Cerpen ini saya gunakan untuk seleksi Osebi, cerpen ini juga berasal dari kisah nyata yan...

1764252204.jpg
Fanyl
1 month ago

Cerita Narasi: Persahabatan Fatan Sibli Arsakha

Sebuah cerita fantasi karya Muhammad Wiryo Soeripto yang mengajarkan kepada kita untuk jan...

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtdGmF2e-ItdsdYE9TgImFhDGKHoAxklhdWBSBppAr7_YA=s96-c
Fitri Isnaeni
2 years ago
Jejak Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Jejak Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtfeCfIpCmTFJNkMF-m9B58WEnZ3nw9CZDNOy9o2UJLWqA=s96-c
Fifahaulia
1 year ago
Jagung dan Ketahanan Pangan: Peran Penting sebagai Pengganti Nasi

Jagung dan Ketahanan Pangan: Peran Penting sebagai Pengganti Nasi

1756465035.jpg
asaasz_
4 months ago
Cornelia Cinna Minor

Cornelia Cinna Minor

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtfeCfIpCmTFJNkMF-m9B58WEnZ3nw9CZDNOy9o2UJLWqA=s96-c
Fifahaulia
8 months ago