Gleeze Valencia 1 month ago
Zeze_skies #bahasa

Resensi Buku Novel Perburuan Bintang Sirius 1 dan 2

Resensi Buku Novel Perburuan Bintang Sirius 1 dan 2 Karya Prof. Yohanes Surya, Ph.D.

Identitas Buku


Judul buku : Perburuan Bintang Sirius 1 dan 2

Penulis : Prof. Yohanes Surya, Ph.D. (bersama Ellen Conny & Sylvia Lim)

Penerbit : PT Kandel

Tahun Terbit : 2012

Genre : Novel Fiksi Ilmiah (sains), Remaja, petualangan 

Jumlah halaman : Bagian 1 : 360 hal

               Bagian 2 : 839 hal


Resensi Buku


Kisah ini dibuka dengan perkenalan Tofi, tokoh utama yang memikul beban berat sebagai putra seorang ilmuwan pemenang Penghargaan Nobel Fisika. Status ayahnya yang jenius membuat Tofi sering merasa kurang percaya diri. Namun, ia mencoba bangkit dengan merenungkan sosok Isaac Newton:

“Newton bukan anak seorang ilmuwan. Tapi pernahkah ia peduli dengan label anak petani miskin? Padahal pada masa itu, status miskin sering disamakan dengan kebodohan? Tidak kan? Newton tahu ia punya identitas. Ia punya panggilan. Ia harus memberikan sesuatu bagi dunia selama ia hidup.” (Halaman 31)

Alur cerita semakin menarik saat Tofi bersekolah di Odyssa College. Di sana, ia berhadapan dengan Jupiter, putra Wali Kota Pulau Kencana yang jenius namun haus kekuasaan. Sebagai anak penyandang dana terbesar sekolah, Jupiter mendapatkan perlakuan istimewa dan sering merundung siswa yang lemah. Hal ini memicu kejengkelan Tofi.

Ketegangan memuncak ketika terjadi ledakan besar di pameran sains akibat eksperimen berbahaya Jupiter. Bukannya Jupiter yang disalahkan, Tofi justru dituduh sebagai penyebab kekacauan tersebut. Peristiwa ini meretakkan hubungan Tofi dengan ayahnya yang marah besar tanpa mau mendengar penjelasan dari Tofi. Merasa kecewa dan tidak didukung, Tofi sempat berniat melepaskan minatnya pada dunia fisika.

Persaingan mereka semakin sengit dengan kehadiran Miranda, siswi cerdas yang menggantikan posisi Jupiter sebagai ketua Klub Fosfor, klub sains paling populer di sekolah. Demi mematahkan kekuasaan Jupiter, Tofi dan kawan-kawannya memutuskan untuk mengikuti kompetisi bergengsi Science to Generation (STG) di Bandung.

Di ajang STG, Tofi tidak hanya bersaing dengan perwakilan sekolah dari seluruh Indonesia, tetapi juga terjebak dalam dinamika persahabatan, perselisihan, hingga bumbu romansa. Namun, di balik kemegahan acara tersebut, tersimpan konspirasi misterius. Berawal dari rumor hantu di penginapan dan kutukan Bintang Sirius, mereka terjebak dalam sebuah laboratorium mengerikan. Mereka harus berhadapan dengan dua "Virion" terbaik dari Black Hole, sindikat kriminal paling berbahaya di dunia.

Novel ini memiliki daya tarik utama pada penggabungan genre yang unik, di mana konsep sains fisika yang berat mampu berpadu harmonis dengan elemen thriller, misteri, dan petualangan khas remaja. Pendekatan ini membuat topik ilmiah yang biasanya kaku menjadi jauh lebih seru. Selain alurnya yang menarik, buku ini membawa pesan moral yang kuat melalui perjalanan Tofi dalam mencari jati diri; kutipan inspiratif mengenai Newton menegaskan bahwa latar belakang keluarga bukanlah penentu masa depan seseorang.

Karakter dalam buku ini terasa hidup karena sifat mereka yang manusiawi, seperti Tofi yang digambarkan tidak sempurna karena rasa tidak percaya dirinya. Keunikan lain adalah penggunaan istilah ilmiah sebagai nama tokoh yang dibalut dengan humor cerdas. Misalnya, tokoh Metana Hidro yang namanya diambil dari gas metana yang berbau menyengat, sesuai dengan hobinya yang suka menyebarkan gosip panas. Penulis juga detail dalam membangun semesta karakter melalui referensi astronomi. Nama Miranda diambil dari satelit Uranus, sementara geng Jupiter dikelilingi oleh pengikut yang namanya diambil dari satelit-satelit planet Jupiter, seperti Ganymede dan Callisto. Nama-nama ini menjadi simbolisme cerdas bahwa mereka adalah pengikut yang selalu "mengorbit" di bawah gravitasi kekuasaan Jupiter.

Buku ini sangat saya rekomendasikan bagi remaja karena mampu membangkitkan rasa penasaran akan sains melalui catatan kaki yang memudahkan pembaca memahami istilah ilmiah. Pembawaannya tidak berat, dan misteri di akhir bagian pertama ini sukses membuat pembaca ingin segera melanjutkan ke buku bagian kedua untuk melihat bagaimana Tofi dan teman-temannya melarikan diri dari kejaran sindikat Black Hole.

Namun menurut saya, ketidakrataan halaman antara buku bagian satu (360 hal) dengan bagian dua (839 hal) membuat minat awal saya sedikit susah dan malas untuk membacanya, namun novel ini berhasil membungkus kemalasan saya akibat isinya yang menarik dan tidak membosankan.

Hadiah dari Peristiwa Isra' Mi'raj

Hadiah dari Peristiwa Isra' Mi'raj

1706664012.jpg
R. Gatot Susilo
3 years ago
Eksplorasi Tanaman Pangan Indonesia dalam Rangka Mencari Mapoki Sena (Makanan Pokok Indonesia Selain Nasi)

Eksplorasi Tanaman Pangan Indonesia dalam Rangka Mencari Mapoki Sena (...

https://lh3.googleusercontent.com/a/AAcHTtebFtNMQHBVPm_nTy9c-BLN7W8Ju7AWS0Rh83wD6mA_=s96-c
Hayzalia
1 year ago
Panspermia

Panspermia

1765429276.jpg
ImRa
2 years ago
Di Balik Pegunungan yang Sunyi

Di Balik Pegunungan yang Sunyi

1756605535.png
Alex
7 months ago
Bambusa Vulgaris

Bambusa Vulgaris

1725002506.jpeg
Nur
2 years ago