hey, yes you 11 months ago
anonym-not-found #bahasa

baca aja

ya sudah, tinggal baca

Kala itu, langit Mega menjadi saksi atas keluh kesah kita selama menjalani sebagian hidup di sana. Pagi-pagi yang kita lalui dengan kisruh bersama. Malam-malam yang diisi dengan berbagai bayangan utopia dan canda tawa. 


Kini, langit yang kita tatap di sore hari itu telah berbeda setiap masing-masing dari kita. Langit yang akan menjadi bukti atas perjuangan kita untuk mengejar cita-cita. 


Tirai dan petualangan baru harus kita arungi. Cerita yang telah kita ukir di prasasti akan kekal abadi. Tak perlu ditangisi, ini adalah perjalanan baru yang akan kita jalani. Bukan berarti kita harus mengakhiri yang telah dilalui.


Prasasti tersebut jangan melulu dipandang, apalagi dikenang. Biar menjadi sebuah gelombang. Gelombang dari banyak hal yang telah dihadapi dengan cemerlang. Yang akan menjadi salah satu tempat pulang. Sejauh apapun kita berlalu lalang.

5
314
Sungai di Dasar Laut

Sungai di Dasar Laut

1694832338.png
M. Robibb
2 years ago
Dia Ditatap Cermin (Cerpen)

Dia Ditatap Cermin (Cerpen)

1708867858.png
ℤ𝕦𝕓𝕒𝕪𝕪𝕣~
2 years ago
Cahaya Hijau di Lereng Gn. Ungaran

Cahaya Hijau di Lereng Gn. Ungaran

1770732979.png
Nabil Versi Akal Sehat
7 months ago

Surat untuk Diri Sendiri ⁉

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocIzTXdygmNyGgjdDHQYYrgR9NfYwOdtcqWvw7rv9chUb16xjGQ=s96-c
yapping abiezz
2 months ago
Mangga Apel “Si Imut yang Kecut”

Mangga Apel “Si Imut yang Kecut”

https://lh3.googleusercontent.com/a/ACg8ocL6KuDVofrTjV_YOYGrrXHdSRj1tFOLS99gaCf6H-4mUmRCKbc=s96-c
Kayla Maritza
1 year ago