hey, yes you 8 months ago
anonym-not-found #bahasa

baca aja

ya sudah, tinggal baca

Kala itu, langit Mega menjadi saksi atas keluh kesah kita selama menjalani sebagian hidup di sana. Pagi-pagi yang kita lalui dengan kisruh bersama. Malam-malam yang diisi dengan berbagai bayangan utopia dan canda tawa. 


Kini, langit yang kita tatap di sore hari itu telah berbeda setiap masing-masing dari kita. Langit yang akan menjadi bukti atas perjuangan kita untuk mengejar cita-cita. 


Tirai dan petualangan baru harus kita arungi. Cerita yang telah kita ukir di prasasti akan kekal abadi. Tak perlu ditangisi, ini adalah perjalanan baru yang akan kita jalani. Bukan berarti kita harus mengakhiri yang telah dilalui.


Prasasti tersebut jangan melulu dipandang, apalagi dikenang. Biar menjadi sebuah gelombang. Gelombang dari banyak hal yang telah dihadapi dengan cemerlang. Yang akan menjadi salah satu tempat pulang. Sejauh apapun kita berlalu lalang.

5
259
Kubah Hijau di bawah Langit Biru : Perkenalan

Kubah Hijau di bawah Langit Biru : Perkenalan

1725002506.jpeg
Nur
2 years ago
Elevator

Elevator

1725002506.jpeg
Nur
2 years ago
Inside Out: Belajar Menerima dan Memahami Emosi

Inside Out: Belajar Menerima dan Memahami Emosi

defaultuser.png
Princessa Sahruvia
7 months ago
Peran Pohon dalam Kelangsungan Hidup Manusia

Peran Pohon dalam Kelangsungan Hidup Manusia

https://lh3.googleusercontent.com/a/AEdFTp64ojUSJ2dXm_qvrWsF1bCkkAFxOK7hrZaWel8t=s96-c
Shulhan
2 years ago
Sel Darah Merah Tidak Punya Nukleus?!

Sel Darah Merah Tidak Punya Nukleus?!

1709276312.png
jihan adzkiyaa nugraha
2 years ago